Raja Salman
| Salman | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Penjaga Dua Kota Suci | |||||
Potret resmi, 2025 | |||||
| Raja Arab Saudi | |||||
| Berkuasa | 23 Januari 2015 – sekarang | ||||
| ksa | 23 Januari 2015 | ||||
| Pendahulu | Abdullah | ||||
| Putra Mahkota |
| ||||
| Perdana Menteri Arab Saudi | |||||
| Masa jabatan 23 Januari 2015 – 27 September 2022 | |||||
Pendahulu Raja Abdullah Pengganti Mohammed bin Salman | |||||
| Putra Mahkota Arab Saudi Wakil Perdana Menteri | |||||
| Masa jabatan 18 Juni 2012 – 23 Januari 2015 | |||||
| Penguasa monarki | Abdullah | ||||
| Perdana Menteri | Raja Abdullah | ||||
| Menteri Pertahanan | |||||
| Masa jabatan 5 November 2011 – 23 Januari 2015 | |||||
| Perdana Menteri | Raja Abdullah | ||||
| Gubernur Provinsi Riyadh | |||||
| Masa jabatan 5 Februari 1963 – 5 November 2011 | |||||
| Ditunjuk oleh | Raja Saud | ||||
| Masa jabatan 18 April 1955 – 22 September 1960 | |||||
| Ditunjuk oleh | Raja Saud | ||||
| Wakil Gubernur Provinsi Riyadh | |||||
| Masa jabatan 16 Maret 1954 – 18 April 1955 | |||||
| Ditunjuk oleh | Raja Saud | ||||
| Kelahiran | 31 Desember 1935 (umur 90) Riyadh, Arab Saudi | ||||
| Pasangan | Sarah bint Faisal Al Subai'ai
(divorced) | ||||
| Keturunan Detail | Daftar
| ||||
| |||||
| Wangsa | Al Saud | ||||
| Ayah | Abdulaziz dari Arab Saudi | ||||
| Ibu | Hassa bint Ahmed Al Sudairi | ||||
| Tanda tangan | |||||
Salman bin Abdulaziz Al Saud (Arab: سلمان بن عبد العزيز آل سعودcode: ar is deprecated ; lahir 31 Desember 1935) adalah Raja Arab Saudi yang menjabat sejak tahun 2015. Ia juga menjabat sebagai Perdana Menteri Arab Saudi dari tahun 2015 hingga 2022. Ia merupakan putra ke-25 dari Raja Abdulaziz, pendiri Arab Saudi. Ia naik takhta pada tanggal 23 Januari 2015. Sebelum menjadi raja, ia menjabat sebagai Putra Mahkota Arab Saudi dari 18 Juni 2012 hingga 23 Januari 2015. Salman merupakan kepala negara tertua ketiga di dunia yang masih hidup, monarki tertua yang masih hidup, serta kepala negara Arab Saudi pertama yang lahir setelah Unifikasi Arab Saudi. Kekayaan pribadinya dilaporkan mencapai setidaknya 18 miliar dolar AS, menjadikannya sebagai anggota kerajaan terkaya ketiga di dunia.[1]
Salman adalah putra dari Raja Abdulaziz dan Hassa bint Ahmed Al Sudairi, menjadikannya sebagai salah satu dari Tujuh Sudairi. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Riyadh dan kemudian menjadi Gubernur Riyadh selama 48 tahun dari tahun 1963 hingga 2011. Setelah itu, ia ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan. Ia kemudian diangkat menjadi putra mahkota pada tahun 2012. Salman menjadi raja pada tahun 2015 setelah kematian saudara tirinya, Raja Abdullah.
Inisiatif utama Salman selama menjabat sebagai raja meliputi intervensi yang dipimpin Arab Saudi dalam Perang Saudara Yaman, proyek Visi Arab Saudi 2030, serta dekret tahun 2017 yang mengizinkan perempuan Arab Saudi untuk mengemudi. Putra ketujuhnya, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dianggap sebagai penguasa de facto Arab Saudi karena kondisi kesehatan Raja yang menurun serta manuver politik Mohammed sendiri.[2] Mohammed menggantikan ayahnya sebagai perdana menteri pada tahun 2022, menjadikan Salman sebagai raja pertama sejak Saud pada tahun 1964 yang tidak menjabat sekaligus sebagai kepala pemerintahan.[3]
Kehidupan awal
Salman lahir pada tanggal 31 Desember 1935, dan dilaporkan sebagai putra ke-25 dari Raja Abdulaziz, monarki pertama sekaligus pendiri Arab Saudi.[4] Salman dan enam saudara kandungnya membentuk kelompok yang dikenal sebagai Tujuh Sudairi.[5][6] Ia dibesarkan di Istana Murabba.[7]
Salman menerima pendidikan awalnya di Sekolah Pangeran[8] di ibu kota Riyadh, sebuah sekolah yang didirikan oleh Raja Abdulaziz khusus untuk memberikan pendidikan bagi anak-anaknya.[9] Ia mempelajari Islam dan bahasa Arab, dengan fokus pada syariat menurut interpretasi Wahhabi di bawah mazhab fikih Hambali. Salman bersama dengan banyak saudara kandungnya mempelajari Al-Qur'an melalui metode hafalan di bawah bimbingan seorang ulama dalam tradisi Wahhabi.[10]
Riyadh
Salman ditunjuk sebagai Wakil Gubernur Provinsi Riyadh pada tanggal 17 Maret 1954, saat berusia 18 tahun, dan memegang jabatan tersebut hingga 19 April 1955.[4] Ia kemudian diangkat menjadi gubernur provinsi yang sama pada tanggal 5 February 1963,[9] dan tetap berada di jabatan tersebut hingga 5 November 2011, sebuah periode kepemimpinan yang berlangsung hampir setengah abad.[10]

Sebagai gubernur, Salman berkontribusi besar dalam transformasi Riyadh dari kota berukuran sedang menjadi kota metropolitan urban yang besar. Ia berfungsi sebagai penghubung penting untuk menarik sektor pariwisata, proyek modal, dan investasi asing ke negaranya. Ia lebih condong pada hubungan politik dan ekonomi dengan dunia Barat.[11] Selama masa pemerintahannya, Salman merekrut penasihat dari Universitas Raja Saud.[12]
Selama lima dekade menjabat sebagai Gubernur Riyadh, ia menjadi sangat mahir dalam mengelola keseimbangan sensitif antara kepentingan ulama, suku, dan pangeran yang menentukan arah kebijakan Arab Saudi.[13] Ia juga menjabat sebagai ketua Yayasan Raja Abdulaziz untuk Riset dan Arsip (KAFRA),[14] Museum Raja Abdulaziz,[15] Pusat Riset Disabilitas Pangeran Salman, serta Perhimpunan Amal Pangeran Fahd bin Salman untuk Perawatan Pasien Ginjal.[4]
Salman juga melakukan beberapa kunjungan luar negeri selama menjabat sebagai gubernur. Pada tahun 1974, ia mengunjungi Kuwait, Bahrain, dan Qatar untuk memperkuat hubungan Arab Saudi dengan negara-negara tersebut. Dalam kunjungannya ke Montreal, Kanada pada tahun 1991, ia meresmikan sebuah galeri pameran. Pada tahun 1996, ia diterima di Istana Élysée di Paris oleh Presiden Prancis saat itu, Jacques Chirac. Pada tahun yang sama, ia melakukan perjalanan ke Bosnia dan Herzegovina untuk menyalurkan sumbangan kepada warga Muslim di negara tersebut. Sebagai bagian dari tur Asia pada tahun 1998, Salman mengunjungi Pakistan, Jepang, Brunei,[16] dan Tiongkok.[17]
Menurut The Washington Post, mendiang jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi pernah "mengkritik Pangeran Salman, yang saat itu menjabat sebagai gubernur Riyadh sekaligus kepala komite Saudi untuk dukungan bagi mujahidin Afghanistan, karena dinilai tidak bijaksana dalam mendanai kelompok ekstremis Salafi yang justru merongrong jalannya perang [di Afghanistan melawan Uni Soviet]."[18]
Di bawah kepemimpinan Salman, Riyadh berkembang menjadi salah satu kota terkaya di Timur Tengah serta menjadi pusat perdagangan dan niaga yang penting.[butuh rujukan] Sektor infrastruktur juga mengalami kemajuan pesat, termasuk pembangunan sekolah, universitas, dan stadion olahraga.[4] Mengenai provinsi ini, ia pernah menyatakan:
Setiap desa atau kota di Wilayah Riyadh sangat berharga bagi saya, dan memiliki tempat khusus di hati saya... Saya menyaksikan setiap langkah perkembangan yang diambil oleh kota Riyadh, dan karena alasan ini, sulit bagi saya untuk berpikir berada jauh dari Riyadh.[4]
Berada dalam garis suksesi utama
Pada tanggal 5 November 2011, Salman ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan, menggantikan saudara kandungnya, Putra Mahkota Sultan.[19] Sementara itu, Sattam bin Abdulaziz ditunjuk menggantikannya sebagai Gubernur Provinsi Riyadh. Pada hari yang sama, Salman juga ditetapkan sebagai anggota Dewan Keamanan Nasional (DKN).[20]
Banyak pengamat berspekulasi bahwa ia ditempatkan langsung dalam garis suksesi utama karena kualitas personal yang dimilikinya. Pertama, ia memiliki sifat yang cenderung damai dan diplomatik. Ia memimpin dewan keluarga kerajaan yang disebut Dewan Keturunan (Majlis al Uthra dalam bahasa Arab), yang didirikan oleh Raja Fahd pada tahun 2000 untuk menyelesaikan perselisihan keluarga, mencapai konsensus, dan mencegah perilaku anggota keluarga yang dapat mempermalukan kerajaan di depan publik.[21][22] Kedua, Salman termasuk dalam "generasi madya" di keluarga kerajaan, sehingga ia mampu membangun kedekatan sosial dan budaya dengan generasi tua maupun muda. Terakhir, berkat masa jabatannya yang panjang sebagai gubernur, ia berhasil membangun jaringan hubungan yang kuat di lingkaran Arab maupun internasional.[23]
Sebagai Menteri Pertahanan, Salman melanjutkan kebijakan intervensi militer di Bahrain. Pada bulan April 2012, ia melakukan kunjungan resmi ke Amerika Serikat dan Britania Raya, di mana ia mengadakan pertemuan dengan Presiden AS Barack Obama dan Perdana Menteri Britania Raya David Cameron.[24][25] Pada tahun 2013, anggaran militer Arab Saudi melonjak hingga 67 miliar dolar AS, melewati anggaran Britania Raya, Prancis, dan Jepang, yang menempatkannya di posisi keempat secara global.[26] Salman memimpin militer Arab Saudi saat negara tersebut bergabung dengan Amerika Serikat dan negara-negara Arab lainnya dalam melancarkan serangan udara terhadap Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) pada tahun 2014.[27]
Putra Mahkota
Pada tanggal 18 Juni 2012, Salman diangkat sebagai Putra Mahkota Arab Saudi tidak lama setelah kematian saudaranya, Putra Mahkota Nayef bin Abdulaziz.[28][29] Pangeran Salman juga ditetapkan sebagai Wakil Perdana Menteri Pertama.[30] Penunjukannya sebagai putra mahkota sekaligus wakil perdana menteri dinilai oleh sebagian pihak sebagai isyarat bahwa reformasi berhati-hati yang diusung oleh Raja Abdullah akan terus berlanjut.[30] Di sisi lain, para reformis Arab Saudi menyatakan bahwa meskipun Pangeran Salman memiliki pendekatan yang lebih diplomatik dibandingkan anggota kerajaan lainnya, ia tidak dapat dianggap sebagai seorang reformis politik.[31] Mereka berargumen bahwa, sama seperti Raja Abdullah, Salman lebih berfokus pada perbaikan ekonomi alih-alih perubahan lanskap politik.[31]
Pada tanggal 27 Agustus 2012, Mahkamah Kerajaan mengumumkan bahwa Salman memegang kendali atas urusan negara selama Raja Abdullah berada di luar negeri.[32] Pangeran Salman kemudian meluncurkan akun Twitter resminya pada tanggal 23 Februari 2013.[33] Pada bulan September 2012, Salman diangkat menjadi wakil ketua dewan dinas militer.[34] Ia juga dikenal sebagai pendukung kuat kegiatan filantropi di negara-negara Muslim miskin seperti Somalia, Sudan, dan Afghanistan.[11]
Masa Pemerintahan
Pada tanggal 23 Januari 2015, Salman yang saat itu berusia 79 tahun mewarisi takhta setelah saudara tirinya, Raja Abdullah, meninggal dunia akibat pneumonia pada usia 90 tahun. Raja yang baru mengeluarkan pernyataan resmi yang berbunyi: "Yang Mulia Salman bin Abdulaziz Al Saud serta seluruh anggota keluarga dan bangsa berduka atas wafatnya Penjaga Dua Kota Suci Raja Abdullah bin Abdulaziz, yang mengembuskan napas terakhirnya tepat pukul 1 pagi ini." Ia kemudian menunjuk adik tirinya, Muqrin bin Abdulaziz, sebagai Putra Mahkota.[35]


Setelah memegang kekuasaan, Salman melakukan perombakan kabinet pada tanggal 30 Januari 2015. Khalid bin Ali bin Abdullah al-Humaidan diangkat sebagai kepala intelijen. Pangeran Bandar bin Sultan dicopot dari jabatannya di dewan keamanan nasional, dan posisi penasihat raja juga dihapus. Selain itu, putra-putra mendiang raja terdahulu turut dicopot dari jabatan mereka, yaitu Turki sebagai Gubernur Riyadh dan Mishaal sebagai Gubernur Makkah. Di sisi lain, Ali al-Naimi tetap mempertahankan jabatannya sebagai menteri perminyakan dan sumber daya mineral, begitupun dengan Saud al-Faisal di Kementerian Luar Negeri serta Ibrahim Al-Assaf sebagai menteri keuangan. Salman juga "memberikan bonus berupa dua bulan gaji kepada seluruh pegawai negeri dan personel militer Arab Saudi", termasuk para pensiunan dan pelajar, sembari meminta kepada warga negaranya untuk "tidak melupakan saya dalam doa-doa kalian".[36]
Pada bulan Februari 2015, Raja Salman menerima kunjungan Charles, Pangeran Wales, dalam rangkaian tur enam harinya di Timur Tengah. Keduanya "melakukan pembicaraan hangat dan meninjau kembali hubungan bilateral" antara kedua negara.[37]
Pada bulan April 2021, Pangeran Mishaal bin Majid Al Saud, yang telah menjabat sebagai Gubernur Jeddah sejak tahun 1997, ditunjuk sebagai penasihat Raja Salman dengan pangkat setingkat menteri.[38]
Reformasi awal
Salah satu langkah awal yang diambil oleh Raja Salman bersama putranya, Mohammed bin Salman, adalah merampingkan birokrasi pemerintahan. Saat kematian Raja Abdullah, terdapat sebelas sekretariat pemerintah; seluruh sekretariat ini kemudian dibubarkan dan dionstitusikan kembali menjadi dua dewan saja, yaitu Dewan Urusan Politik dan Keamanan (CPSA) yang dipimpin oleh Wakil Putra Mahkota Muhammad bin Nayef, serta Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan (CEDA) yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Mahkamah Kerajaan, Pangeran Mohammed bin Salman. Pangeran Mohammed diberikan kebebasan penuh untuk menata ulang pemerintahan secara menyeluruh[39] sekaligus memperkuat pengaruh faksi Sudairi, faksi asal kedua pangeran tersebut.
Intervensi militer di Yaman

Pada bulan Maret 2015, Raja Salman memerintahkan pemboman di Yaman dan intervensi militer terhadap kelompok Syi'ah Houthi serta pasukan yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, yang digulingkan dalam pemberontakan tahun 2011.[40] Ia terlebih dahulu membentuk koalisi yang terdiri dari sepuluh negara Muslim Sunni. Operasi militer yang diberi nama sandi Operasi Badai Penentu (Operation Decisive Storm) ini menjadi momen pertama bagi Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi meluncurkan serangan udara terhadap negara lain sejak Perang Teluk 1990–1991.[butuh rujukan]
Menurut Farea Al-Muslim, beberapa tindakan kejahatan perang langsung telah terjadi selama konflik tersebut; salah satunya adalah serangan udara Arab Saudi yang mengenai kamp pengungsian internal.[41] Lembaga Human Rights Watch (HRW) menyatakan bahwa kampanye udara yang dipimpin oleh Arab Saudi telah melancarkan serangan-serangan udara yang secara nyata melanggar Hukum perang.[42] Kelompok-kelompok hak asasi manusia juga mengkritik Arab Saudi atas dugaan penggunaan bom klaster terhadap warga sipil Yaman.[43] Pada tahun 2022, serangan udara Arab Saudi di sebuah penjara di Yaman Utara menewaskan setidaknya 70 orang dan memutus akses internet di negara tersebut.[44] PBB memperkirakan bahwa hingga akhir tahun 2021, korban tewas akibat perang di Yaman telah mencapai 377.000 jiwa dan diproyeksikan dapat menyentuh angka 1,3 juta jiwa pada tahun 2030.[45]
Perubahan Putra Mahkota
Pada bulan April 2015, tiga bulan setelah naik takhta, Salman menunjuk keponakan kandungnya, Muhammad bin Nayef, sebagai Putra Mahkota baru menggantikan adik bungsunya, Pangeran Muqrin. Selain itu, ia juga mengangkat putranya, Mohammed bin Salman, sebagai Wakil Putra Mahkota. Dengan keputusan ini, hampir seluruh kendali kekuasaan di bawah raja terpusat di tangan putra mahkota dan wakil putra mahkota, yang masing-masing memegang portofolio penentu kebijakan keamanan serta pembangunan ekonomi di Arab Saudi.[46]
Raja Salman kemudian mencopot Muhammad bin Nayef dari garis suksesi takhta Arab Saudi pada tanggal 21 Juni 2017 dan menetapkan putranya, Mohammed bin Salman, sebagai putra mahkota yang baru.[47] Di saat yang sama, Raja Salman juga memberhentikan Muhammad bin Nayef dari posisi-posisi penting lainnya di pemerintahan Arab Saudi.[48] Sejak saat itu, Mohammad bin Salman kerap digambarkan sebagai penguasa sesungguhnya di balik takhta (power behind the throne).[49]
KSRelief
Pada bulan Mei 2015, Pusat Bantuan dan Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief) didirikan untuk menyalurkan bantuan internasional kepada para korban perang sipil dan bencana alam, bekerja sama dengan PBB dan lembaga internasional lainnya. Hingga Juni 2018, KSRelief telah menjalankan lebih dari 400 proyek individu di 40 negara dengan biaya mencapai 1,8 miliar dolar AS.[50] Selain itu, pada tahun 2018, KSRelief membantu 180.555 pasien asal Suriah yang tinggal di kamp pengungsian Zaatari di Yordania.[51] Pada tahun 2019, KSRelief menandatangani memorandum kerja sama dengan UNICEF yang bertujuan meningkatkan kolaborasi di bidang kemanusiaan, pertukaran pengetahuan, berbagi pengalaman, mempromosikan kegiatan sukarela, serta mendorong program-program peningkatan kapasitas.[52] Hingga tahun 2019, lembaga ini telah menyediakan anggota tubuh palsu senilai total 2,3 juta dolar AS bagi 1.839 warga sipil Yaman yang terluka selama perang.[53]

Dalam upaya berkelanjutannya untuk mendukung masyarakat Yaman, KSRelief menyelenggarakan program pelatihan vokasional bagi perempuan di Yaman agar mereka mampu menghasilkan pendapatan mandiri bagi keluarga mereka.[54] Dalam konteks serupa, di bawah naungan PBB, KSRelief memimpin tim internasional untuk melaksanakan proyek rehabilitasi bagi anak-anak yang terdampak perang di Yaman.[55] Melalui sesi ke-40 Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC), KSRelief menggelar acara bertajuk: Anak-anak dan Krisis Kemanusiaan di Yaman, yang memaparkan sejumlah fakta serta data terkait total bantuan kemanusiaan yang diberikan; termasuk realisasi 328 proyek senilai 2 miliar dolar AS.[56] Di samping itu, pada tahun 2018 saja, KSRelief telah menyalurkan layanan medis kepada 2.501.897 warga Yaman.[57]
Pada tahun 2019, KSRelief menandatangani sejumlah kesepakatan dengan berbagai organisasi kemasyarakatan sipil untuk menjalankan proyek bantuan bagi pengungsi Palestina dan pengungsi Suriah, serta komunitas lokal Lebanon yang menampung mereka. KSRelief menyepakati kemitraan dengan UNHCR untuk mendukung keluarga terdampak perang senilai 5 juta dolar AS, ditambah kesepakatan dengan IOM senilai 3,8 juta dolar AS guna membantu pengungsi Suriah yang berada di bawah garis kemiskinan.[58]
Pada tahun 2020, KSRelief memastikan komitmennya untuk membangun kembali kamp pengungsian Suriah di Lebanon yang hancur akibat pertikaian antara pemuda lokal dan penghuni kamp, sekaligus menjamin pemenuhan kebutuhan logistik para pengungsi.[59]
Pada tahun 2021, KSRelief bersama UNESCO merencanakan peluncuran proyek Kodrat yang dirancang untuk mendukung para guru di Lebanon melalui pembuatan platform pembelajaran mandiri secara daring. Proyek berdurasi satu tahun dengan estimasi biaya sebesar 887.000 dolar AS ini melatih sekitar 1.000 guru dan 50 penatar secara langsung dari 100 sekolah negeri Lebanon yang terdampak oleh ledakan Beirut.[60]
Pada tahun 2022, KSRelief meneruskan program bantuan kemanusiaannya untuk menjamin ketahanan pangan bagi para pengungsi di Lebanon, Sudan, Bangladesh, dan Yaman.[61]
Pada tahun 2023, KSRelief konsisten menyediakan layanan pengobatan bagi masyarakat di Yaman.[62] Memasuki tahun 2024, KSRelief memperpanjang proyek ketahanan pangan di Sudan yang menyasar lebih dari 4.000 individu,[63] serta merealisasikan berbagai proyek kemanusiaan serupa di Lebanon dan Indonesia.[64]
Hak asasi manusia
Pada bulan Februari 2012, Ali Mohammed Baqir al-Nimr ditangkap karena berpartisipasi dalam dan mendorong unjuk rasa pro-demokrasi saat ia masih berusia 16 atau 17 tahun. Pada bulan Mei 2014, Ali Al-Nimr dijatuhi hukuman mati, meskipun batas usia minimal untuk eksekusi adalah 18 tahun saat kejahatan dilakukan.[65] Ali Al-Nimr melaporkan bahwa dirinya mengalami penyiksaan selama berada di dalam tahanan. Ia kemudian dibebaskan pada tahun 2021.[66]
Pada bulan Februari 2015, seorang pria dari Hafar al-Batin dijatuhi hukuman mati karena murtad atau keluar dari agama Islam.[67] Pada bulan Juni 2015, Mahkamah Agung Arab Saudi menguatkan hukuman 1.000 cambukan dan 10 tahun penjara bagi Raif Badawi, seorang bloger Arab Saudi yang dipenjara pada tahun 2012 setelah didakwa atas tuduhan 'menghina Islam'.[68]
Pada bulan April 2020, Mahkamah Agung Saudi menyatakan di bawah dekret kerajaan yang dikeluarkan oleh Raja Salman bahwa pelaku kejahatan anak di bawah umur tidak akan lagi menghadapi hukuman mati, melainkan akan dihukum penjara di fasilitas penahanan anak dengan masa hukuman maksimal 10 tahun.[69][70][71]
Iran dan Suriah
Pada tahun 2015, Menteri Pertahanan AS Ashton Carter bertemu dengan Raja Salman dan rekan militernya, Wakil Putra Mahkota Mohammed bin Salman, di Jeddah untuk menjawab kekhawatiran keamanan regional di Kerajaan dan negara-negara Teluk terkait pencabutan sanksi ekonomi dan militer konvensional Iran sebagaimana digariskan dalam Rencana Aksi Komprehensif Bersama. Raja memiliki keraguan terhadap kesepakatan tersebut karena dinilai akan meningkatkan kekuatan regional Iran, khususnya dalam konflik proksi di Suriah, Yaman, dan wilayah lainnya.[72] Pada bulan Januari 2016, Arab Saudi mengeksekusi ulama Syi'ah Saudi yang terkemuka, Syekh Nimr.[73] Iran memperingatkan bahwa Wangsa Saud akan membayar harga yang mahal atas eksekusi Syekh Nimr demi kehendak Tuhan.[73]
Arab Saudi telah muncul sebagai kelompok utama yang mendanai dan mempersenjatai para pemberontak yang bertempur melawan pemerintah Suriah.[74] Arab Saudi secara terbuka mendukung Jaisyul Fath (Pasukan Penakluk), sebuah kelompok payung pemberontak yang dilaporkan mencakup Front Al-Nusra yang berafiliasi dengan al-Qaeda serta koalisi Salafi Jihadis lainnya yang dikenal sebagai Ahrarasy Syam.[75][76][77]
Pada bulan Mei 2019, para pemimpin negara-negara Arab dan Teluk mengadakan dua pertemuan puncak darurat di Makkah untuk menunjukkan front persatuan dalam menghadapi Iran.[78] Salman menuduh Iran mengancam pasokan minyak global dan jalur pelayaran maritim dalam pertemuan para pemimpin Arab tersebut, seraya menyerukan kepada komunitas internasional untuk menghadapi Teheran menyusul serangan terhadap kapal-kapal tanker dan meningkatnya ketegangan di wilayah kaya minyak tersebut.[79] Salman mengatakan "apa yang dilakukan rezim Iran, mulai dari mengintervensi urusan negara-negara kawasan, mengembangkan program nuklirnya, hingga mengancam lalu lintas maritim global dan pasokan minyak dunia, merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian dan prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa." Ia mendesak agar komunitas internasional "menggunakan segala cara untuk menjerakan rezim ini."[80]
Normalisasi hubungan dengan Israel
Pada akhir dekade 2010-an dan awal 2020-an di bawah pemerintahan Raja Salman, Arab Saudi terlibat dalam berbagai upaya untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Arab Saudi melakukan langkah-langkah tersebut guna membentuk aliansi pertahanan bersama dalam menghadapi ancaman Iran terhadap Arab Saudi, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui Proksi Iran seperti gerakan Houthi di Yaman.[81][82]
Pengungkapan Panama Papers
Raja Salman telah tersangkut dalam kebocoran Panama Papers, di mana dua perusahaan yang berasal dari Kepulauan Virgin Britania Raya mengambil hipotek melebihi 34 juta dolar AS untuk membeli properti di London Pusat. Peran spesifiknya tidak dijelaskan secara rincian.[83] Putra Mahkota saat itu, Muhammad bin Nayef, juga turut disebut namanya dalam kaitannya dengan dokumen-dokumen tersebut.[84]
Reformasi lanjutan
Reformasi pemerintahan lebih lanjut terjadi pada bulan Juni 2018, ketika Salman mengganti menteri tenaga kerja dan menteri urusan Islam.[85] Penunjukan pengusaha Ahmed al-Rajhi sebagai menteri tenaga kerja menandakan peningkatan peran keahlian sektor swasta dalam pemerintahan Saudi.[86] Menteri Urusan Islam yang baru, Abdullatif al-Alsheikh, sebelumnya diakui atas keberhasilannya dalam membatasi wewenang dan kekuasaan polisi syariat.[87] Di saat yang sama, Salman memerintahkan pembentukan Kementerian Kebudayaan, yang bertanggung jawab atas pencapaian target-target budaya dalam Visi Saudi 2030; serta Dewan Cagar Alam Kerajaan yang ditugaskan untuk perlindungan lingkungan hidup.[87][88]
Pada bulan September 2022, Raja mengundurkan diri dari jabatan Perdana Menteri dan menyerahkan posisi ini kepada putranya, Mohammed.[89]
Pengaruh

Salman sering kali bertindak sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik internal keluarga besar Al Saud—yang diperkirakan beranggotakan sekitar 4.000 pangeran. Ia merupakan tokoh terkemuka dalam dewan kerajaan, sebuah posisi yang memungkinkannya untuk memilih pangeran mana saja yang akan didelegasikan untuk mengemban tanggung jawab tertentu di dalam Kerajaan.[11]
Salman beserta keluarganya memiliki sebuah grup media, termasuk surat kabar harian pan-Arab Asharq Al-Awsat dan Al Eqtisadiah.[butuh rujukan][90] Meskipun ia hanya memegang sepuluh persen saham di Saudi Research and Marketing Group (SRMG), ia kerap kali disebut oleh para auditor sebagai pemilik sebenarnya.[butuh rujukan] Ia dilaporkan mengendalikan organisasi tersebut melalui putranya, Pangeran Faisal,[butuh rujukan] yang merupakan mantan pimpinan dari korporasi tersebut. SRMG menerbitkan surat kabar harian seperti Arab News, Asharq Al-Awsat, dan Al Eqtisadiah melalui anak perusahaannya, Saudi Research and Publishing Company (SRPC).[91]
Dalam konteks serupa, Salman dilaporkan memiliki aliansi yang kuat dengan sejumlah jurnalis penting. Ia dinilai dekat dengan direktur TV Al Arabiya sekaligus jurnalis Asharq Al-Awsat, Abdelrahman Al Rashid, serta dengan Othman Al Omeir, pendiri sekaligus pemilik koran elektronik berhaluan liberal Elaph. Raja Salman juga diyakini memiliki koneksi kuat dengan situs web Elaph tersebut.[92]
Pandangan

Salman memegang pandangan tradisional terkait reformasi politik dan perubahan sosial.[93] Pada bulan November 2002, menanggapi tuduhan keterlibatan organisasi kemanusiaan dalam aktivitas terorisme (seperti Yayasan Al-Haramain dan Komisi Tinggi Saudi untuk Bantuan Bosnia dan Herzegovina), ia menyatakan bahwa dirinya secara pribadi pernah ikut serta dalam aktivitas lembaga-lembaga kemanusiaan tersebut,[94] tetapi ia menambahkan, "Saya tahu bantuan tersebut disalurkan untuk kebajikan. Namun, jika ada pihak-ubah yang menyalahgunakan amal tersebut menjadi aktivitas kejahatan, maka itu bukan lagi tanggung jawab Kerajaan maupun rakyatnya, yang niatnya murni membantu saudara-saudara Arab dan Muslim mereka di seluruh dunia."[94]
Kehidupan pribadi
Pernikahan dan keturunan
Salman bin Abdulaziz dilaporkan telah menikah setidaknya sebanyak tiga kali.[95][96] Sumber-sumber tepercaya berbeda pendapat mengenai jumlah anak-anaknya: ketika koran The Telegraph melaporkan bahwa ia memiliki setidaknya 13 anak,[97] CNN menyatakan bahwa jumlah pastinya tidak tersedia untuk publik.[98]
Istri pertama Salman adalah sepupu pertamanya, Sultana bint Turki Al Sudairi,[99][100] putri dari paman dari pihak ibunya, Turki bin Ahmad Al Sudairi,[101] mantan gubernur Provinsi 'Asir.[102] Mereka menikah pada tahun 1954, ketika Salman berusia 18 tahun dan Sultana berusia 13 atau 14 tahun.[103] Ia melahirkan enam anak, termasuk satu-satunya putri Salman yang diketahui. Dua putra mereka yang telah dewasa meninggal dunia selama masa hidup pasangan tersebut. Sultana meninggal dunia pada tanggal 30 Juli 2011.[104] Anak-anak mereka adalah:
- Pangeran Fahd (1955–2001). Salman baru berusia 19 tahun ketika ia menjadi seorang ayah dengan kelahiran Fahd pada tahun 1955.[105] Fahd menikah dengan seorang sepupu dan merupakan ayah dari empat anak. Sebagai seorang pengusaha dan peternak kuda, ia meninggal karena gagal jantung pada usia 47 tahun pada bulan Juli 2001.[106] Setelah kematiannya, ibunya memberikan santunan yang besar untuk mengenangnya kepada lembaga amal yang sedang kesulitan, yang kemudian mengubah namanya menjadi Lembaga Amal Pangeran Fahd bin Salman untuk Perawatan Pasien Ginjal. Saudara laki-laki Fahd, Abdulaziz, mengambil alih pengelolaan lembaga amal tersebut setelah kematian ibu mereka.
- Pangeran Sultan (lahir 1956). Ia menjadi orang keturunan kerajaan pertama, orang Arab pertama, dan Muslim pertama yang terbang ke luar angkasa ketika ia ikut terbang di atas Pesawat Ulang-alik Discovery (STS-51-G) pada bulan Juni 1985.[107] Sultan bin Salman saat ini menjabat sebagai ketua Komisi Luar Angkasa Saudi.[108] Pangeran Sultan bin Salman sebelumnya merupakan ketua Komisi Arab Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Purbakala (SCTA), yang kemudian diubah namanya menjadi Kementerian Pariwisata.[109]
- Pangeran Ahmed (1958–2002), meninggal karena serangan jantung pada bulan Juli 2002 dalam usia 43 tahun.[110]
- Pangeran Abdulaziz (lahir 1960). Ia menjabat sebagai wakil menteri perminyakan sejak tahun 1995, kemudian menjadi Menteri Energi sejak tahun 2019.[111]
- Pangeran Faisal (lahir 1970). Ia menjabat sebagai gubernur Provinsi Madinah dari tahun 2013 hingga 2023.
- Putri Hassa (lahir 1974), satu-satunya putri Salman yang diketahui. Pada tanggal 28 Mei 2021, ia menikah dengan seorang sepupu, Fahd bin Saad Al Saud, di Istana Laut Kerajaan di Jeddah.[112][104]
Istri kedua Salman adalah Sarah bint Faisal Al Subai'ai, yang kemudian ia ceraikan. Pernikahan yang relatif singkat ini menghasilkan satu putra:
- Pangeran Saud (lahir 1986).
Istri ketiga Salman adalah Fahda bint Falah Al Hithlain, cucu perempuan dari Rakan bin Hithlain dan cicit dari Dhaydan bin Hithlain, para pemimpin suku Al Ajman.[113] Pejabat intelijen AS percaya bahwa Raja Salman telah dipisahkan dari Putri Fahda selama beberapa tahun, atas perintah putra mereka, Pangeran Mohammed bin Salman.[114] Ia memiliki enam putra bersama Salman:[115]
- Pangeran Mohammed (lahir 1985), Putra Mahkota dan Perdana Menteri Arab Saudi. Ia pernah menjadi penasihat pribadi Salman di Kementerian Pertahanan dan di Pengadilan Putra Mahkota.[116] Setelah Salman naik takhta pada bulan Januari 2015, ia diangkat sebagai menteri pertahanan dan kepala pengadilan kerajaan.[117] Belakangan, ia dinobatkan sebagai putra mahkota.
- Pangeran Turki (lahir 1987). Ia menjadi ketua Saudi Research and Marketing Group pada bulan Februari 2013, menggantikan kakak tirinya, Faisal.[118]
- Pangeran Khalid (lahir 1988), Menteri Pertahanan Arab Saudi sejak tahun 2022.
- Pangeran Nayef
- Pangeran Bandar
- Pangeran Rakan
Kepribadian
Salman merupakan saudara yang paling dekat dengan Putra Mahkota Sultan, setelah terus mendampinginya selama masa sakit dan pemulihan di New York City dan Maroko, dari tahun 2008 hingga 2011.[23] Pangeran Sultan menggambarkannya sebagai "pangeran kesetiaan" dalam sebuah surat yang dikirimkan kepadanya.[119] Salman juga merupakan penasihat Raja Fahd yang paling tepercaya selama masa pemerintahannya.[120][121]
Penasihat hukumnya adalah William Jeffress Jr., dari firma hukum yang berbasis di AS, Baker Botts LLP, dalam sebuah gugatan hukum yang diajukan oleh keluarga korban Serangan 11 September dari tahun 2002 hingga 2010.[122]
Salman menerima Penghargaan Pencapaian Seumur Hidup dari Yayasan Amal Al-Turath di bidang warisan sejarah perkotaan pada tahun 2013.[7] Pada tahun 2017, Salman menjanjikan bantuan sebesar US$15.000.000 untuk pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh.[123]
Kesehatan
Pada bulan Agustus 2010, Salman menjalani bedah tulang belakang di Amerika Serikat dan tetap berada di luar kerajaan untuk masa pemulihan.[124] Ia pernah mengalami satu kali stroke dan, meskipun telah menerima fisioterapi, lengan kirinya tidak berfungsi sebaik lengan kanannya.[125][126][127] Telah dilaporkan pula bahwa Salman mengidap demensia vaskular ringan,[128] di samping laporan mengenai demensia Alzheimer.[129]
Pada bulan Juli 2020, Raja Salman menjalani operasi pengangkatan kantung empedu yang berhasil.[130]
Pada bulan Mei 2024, dilaporkan bahwa Raja Salman mengalami infeksi paru-paru dan harus mengonsumsi antibiotik.[131]
Penghargaan
Silsilah
| Silsilah dari Salman dari Arab Saudi[115] | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Lihat pula
Referensi
- ↑ "The power, politics and possessions of the 'world's richest royals'". www.9news.com.au. 3 Maret 2021. Diakses tanggal 27 Oktober 2023.
- ↑ "King Salman's illness raises concerns and speculations". 16 Mei 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 September 2022. Diakses tanggal 15 Februari 2023.
- ↑ "9/11 Commission interview with Saudi Prince Bandar released". www.aljazeera.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 Oktober 2023.
- 1 2 3 4 5 "Profile: New Saudi Defense Minister Prince Salman bin Abdulaziz". Asharq Alawsat. Diarsipkan dari asli tanggal 14 Februari 2015. Diakses tanggal 14 Februari 2015.
- ↑ "An Heir to the Kingdom: New Crown Prince Salman" (PDF). The Diplomat. 35: 8–11. Juli–Agustus 2012. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 24 Oktober 2013. Diakses tanggal 18 Oktober 2022.
- ↑ Alexander Bligh. From Prince to King; Succession to the throne in Saudi Arabia. New York, New York University Press (1984). Edisi bahasa Arab: Alexander Bligh. Min amir ila malik. London, D.A. Publications (1989).
- 1 2 "Putra Mahkota Menerima Penghargaan Pencapaian Seumur Hidup di Bidang Warisan Sejarah Perkotaan". National Built Heritage Forum. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Juni 2016. Diakses tanggal 17 Juli 2013.
- ↑ "Arab Rulers' Academic Degrees, Majors at a Glance". 11 Juni 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Januari 2019. Diakses tanggal 20 Januari 2019.
- 1 2 "His royal highness Prince Salman bin Abdulaziz". Ministry of Interior. Diarsipkan dari asli tanggal 30 September 2013. Diakses tanggal 12 Mei 2012.
- 1 2 "Ministers with portfolio". Saudi Embassy, Washington DC. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Juni 2012. Diakses tanggal 19 Juni 2012.
- 1 2 3 "Pangeran Salman bin Abdulaziz". PBS. 7 Oktober 2004. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Januari 2015. Diakses tanggal 26 Mei 2012.
- ↑ Joseph A. Kechichian. Succession in Saudi Arabia. New York: Palgrave, 2001. Cetak.
- ↑ Here's Everything We Know About The New Saudi King Business Insider. 23 January 2015. Diakses tanggal 27 Januari 2015.
- ↑ Sharif M. Taha (5 Mei 2012). "Sharjah ruler among 18 to be honored by Prince Salyman". Arab News. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Mei 2012. Diakses tanggal 12 Mei 2012.
- ↑ "In-Depth Study of King Faisal's Life Urged". Arab News. 11 Mei 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 16 Juni 2012. Diakses tanggal 8 Juni 2012.
- ↑ Giorgio Cafiero; Theodore Karasik (2017). "King Salman's Return to Brunei Two Decades Later". IndraStra Global (3): 5.
- ↑ "الجولات الخارجية لسلمان.. دعم للعلاقات وتعزيز للرؤية السعودية". Al Madina. 26 Juni 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 April 2016. Diakses tanggal 14 Februari 2015.
- ↑ "Jamal Khashoggi's long road to the doors of the Saudi Consulate". The Washington Post. 12 Oktober 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 Juli 2020. Diakses tanggal 15 Februari 2023.
- ↑ "Saudi Arabia names Prince Salman as new defense minister". BBC News. 5 November 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Februari 2020. Diakses tanggal 26 Mei 2012.
- ↑ "The Allegiance Council". APS Diplomat News Service. 27 Oktober 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 April 2013. Diakses tanggal 16 Maret 2013.
- ↑ Talal Kapoor (2 Juli 2012). "Nayif's Passing – The Family Regroups". Datarabia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Agustus 2016. Diakses tanggal 7 Juli 2012.
- ↑ Amir Taheri (2012). "Saudi Arabia: Change Begins within the Family". The Journal of the National Committee on American Foreign Policy. 34 (3): 138–143. doi:10.1080/10803920.2012.686725. S2CID 154850947.
- 1 2 Basheer al Baker (3 November 2011). "Pangeran Sulayman Mencari Keseimbangan dalam Masa Transisi Saudi". Al Akhbar. Diakses tanggal 23 April 2012.[pranala nonaktif permanen]
- ↑ "Saudi Prince dead, Salman likely successor". Trade Arabia. 16 Juni 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Juni 2012. Diakses tanggal 17 Juni 2012.
- ↑ "Al Saud move with speed to reconfigure top team after Nayef's death" (PDF). Gulf States Newsletter. 36 (926). 21 Juni 2012. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 18 Oktober 2017. Diakses tanggal 23 Februari 2013.
- ↑ "Saudis lead Middle East military spending". 14 April 2014. Al Jazeera. Retrieved 14 April 2014.
- ↑ "Islamic State: Where key countries stand". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 5 September 2014. Diakses tanggal 4 Juni 2024.
- ↑ Patrick, Neil (17 Juni 2012). "Saudi Arabia: Crown Prince's death raises succession questions". BBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Februari 2020. Diakses tanggal 17 Juni 2012.
- ↑ Roberts, David (19 Juni 2012). "Saudi Succession after the Death of Crown Prince Nayef". RUSI Analysis. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Juni 2013.
- 1 2 Angus McDowall (18 Juni 2012). "Saudi appoints Prince Salman as crown prince". Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Juni 2016. Diakses tanggal 18 Juni 2012.
- 1 2
- ↑ "Crown prince in charge as Saudi king leaves on holiday". Reuters. Riyadh. 27 Agustus 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Maret 2016. Diakses tanggal 27 Agustus 2012.
- ↑ "Saudi Crown Prince Salman launches Twitter account". Al Arabiya. 26 Februari 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 26 Februari 2013. Diakses tanggal 3 Maret 2013.
- ↑ "Saudi- Authority to monitor audiovisual media". MEFAFN. Arab News. 4 September 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 14 Agustus 2014. Diakses tanggal 4 September 2012.
- ↑ McDowall, Angus (22 Januari 2015). "Saudi King Abdullah dies, new ruler is Salman". Reuters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 September 2015. Diakses tanggal 15 Februari 2023.
- ↑ "Saudi Arabia's King Salman unveils cabinet reshuffle". BBC News. 30 Januari 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 April 2019. Diakses tanggal 3 Februari 2015.
- ↑ "King Salman receives Prince Charles in Riyadh". Al Arabiya. 10 Februari 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Februari 2015. Diakses tanggal 14 Februari 2015.
- ↑ "Who's Who: Prince Mishaal bin Majed bin Abdul Aziz, adviser to King Salman". Arab News. 16 April 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Februari 2023. Diakses tanggal 16 April 2021.
- ↑ Mohammad bin Nayef takes leading role in Saudi Arabia Diarsipkan 18 October 2017 di Wayback Machine. Gulf News. 17 February 2015. Retrieved 13 March 2015.
- ↑ "Saudi-led coalition strikes rebels in Yemen, inflaming tensions in region ". CNN. 27 March 2015.
- ↑ Laura Kasinof (4 Mei 2015). "How Yemen's Civil Conflict Turned Into a Regional Proxy War". The Nation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Mei 2015. Diakses tanggal 15 Februari 2023.
- ↑ "Yemen: Saudi-Led Airstrikes Used Cluster Munitions". Human Rights Watch. 3 Mei 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Mei 2019. Diakses tanggal 15 Februari 2023.
- ↑ Fanack. "A New Wind in Saudi Arabia". Fanack.com. Diarsipkan dari asli tanggal 14 Juli 2015. Diakses tanggal 14 Juli 2015.
- ↑ Yee, Vivian (21 Januari 2022). "Saudi-Led Airstrikes Kill Scores at a Prison in Yemen". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 April 2022. Diakses tanggal 1 Februari 2022.
- ↑ "Yemen war deaths will reach 377,000 by end of the year: UN". www.aljazeera.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 Februari 2022. Diakses tanggal 1 Februari 2022.
- ↑ Angus McDowall; Sami Aboudi (29 April 2015). "Saudi king resets succession to cope with turbulent times". Reuters. Riyadh. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 Mei 2017. Diakses tanggal 23 April 2016.
- ↑ "Mohammed bin Salman named Saudi Arabia's crown prince". Al Jazeera. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Juni 2017.
- ↑ Nicole Chavez; Tamara Qiblawi; James Griffiths (21 Juni 2017). "Saudi Arabia's king replaces nephew with son as heir to throne". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Maret 2020. Diakses tanggal 15 Februari 2023.
- ↑ Transcript: Interview with Muhammad bin Salman Diarsipkan 9 January 2016 di Wayback Machine. The Economist, 6 January 2016.
- ↑ "King Salman relief center implements 428 projects worth $1.7 bln". Al Arabiya. 26 Juni 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Juli 2018. Diakses tanggal 24 September 2018.
- ↑ "King Salman Humanitarian aid agency treats 180,000 Syrian patients in Jordan". Arab News. 4 Januari 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Januari 2019. Diakses tanggal 4 Januari 2019.
- ↑ "KSRelief inks cooperation deal with UNICEF". Arab News. 13 Februari 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Februari 2019. Diakses tanggal 18 Februari 2019.
- ↑ "Saudi Arabia's relief center prosthetic limbs project benefits 1,839 Yemenis". Arab News. 24 Februari 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Februari 2019. Diakses tanggal 25 Februari 2019.
- ↑ "KSRelief launches pilot project for female breadwinners in Yemen". Arab News. 7 Maret 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Maret 2019. Diakses tanggal 7 Maret 2019.
- ↑ "Saudi Arabia's aid agency takes steps to improve rehab projects". Arab News. 6 Maret 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Maret 2019. Diakses tanggal 7 Maret 2019.
- ↑ "KSrelief Holds Seminar on Children, Humanitarian Crisis, in Yemen, in Geneva". www.spa.gov.sa. The official Saudi Press Agency. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Agustus 2020. Diakses tanggal 13 Maret 2019.
- ↑ "Saudi Arabia's KSRelief team discusses Yemen livelihood project". Arab News. 7 April 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 April 2019. Diakses tanggal 7 April 2019.
- ↑ "KSRelief signs agreements for relief to Lebanese, Syrians and Palestinians". Arab News. 25 April 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 Mei 2019. Diakses tanggal 1 Mei 2019.
- ↑ "Saudi Arabia's KSRelief to rebuild Syrian refugee camp burned down in Lebanon". Al Arabiya News. 27 Desember 2020. Diakses tanggal 21 Desember 2024.
- ↑ "As COVID-19 tightens its grip on Lebanon, UNESCO and KSRelief step up to support distance learning". 15 Januari 2021. Diakses tanggal 21 Desember 2024.
- ↑ "KSRelief donates aid, medical services to Lebanon, Sudan, Bangladesh, Yemen". 6 Oktober 2022. Diakses tanggal 21 Desember 2024.
- ↑ "KSrelief Continues to Launch Humanitarian Aid Operations in Lebanon, Yemen". Asharq Al-Awsat. 14 Januari 2024. Diakses tanggal 21 Desember 2024.
- ↑ "KSRelief extends humanitarian aid with food distributions across Yemen, Lebanon, and Sudan". Saudi Gazette. 15 September 2024. Diakses tanggal 21 Desember 2024.
- ↑ "KSrelief carries out humanitarian projects in Lebanon, Indonesia". Arab News. 7 Juli 2024. Diakses tanggal 21 Desember 2024.
- ↑ "Ayah Ali, Remaja Saudi yang Dijadwalkan Dieksekusi di Muka Umum, Angkat Bicara". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Maret 2016. Diakses tanggal 15 Februari 2023.
- ↑ Zafar Gondal, "Analisis Putusan Pengadilan dan Pemidanaan Ali bin Mohammad bin Baqir Al-Nimr – Arab Saudi" Diarsipkan 14 March 2017 di Wayback Machine., London, 15 Desember 2015. Diakses tanggal 20 Februari 2015
- ↑ "Pengadilan Arab Saudi Menjatuhkan Hukuman Mati kepada Pria yang Meninggalkan Iman Muslimnya". The Daily Telegraph. 24 Februari 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Januari 2022.
- ↑ "Pengadilan Saudi Kuatkan Hukuman 10 Tahun Penjara dan 1.000 Cambukan bagi Bloger". BBC. 7 Juni 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Februari 2019. Diakses tanggal 15 Februari 2023.
- ↑ "Arab Saudi Menghapus Hukuman Mati bagi Pelaku Kejahatan di Bawah Umur: Komisi". Reuters (dalam bahasa Inggris). 26 April 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 April 2020. Diakses tanggal 27 April 2020.
- ↑ "Arab Saudi Mengakhiri Hukuman Mati untuk Kejahatan yang Dilakukan oleh Anak di Bawah Umur". The Guardian. 27 April 2020. ISSN 0261-3077. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 April 2020. Diakses tanggal 27 April 2020.
- ↑ Perper, Rosie. "Arab Saudi Mengakhiri Eksekusi bagi Individu yang Melakukan Kejahatan Saat Minor demi Memperbaiki Catatan Hak Asasi Manusianya yang Bermasalah". Business Insider. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 April 2020. Diakses tanggal 27 April 2020.
- ↑ Robert Tait dan Peter Foster. (22 Juli 2015) "Raja Salman dari Arab Saudi Mendukung Israel Terkait Kekhawatiran Kesepakatan Nuklir Iran". The Telegraph. Diakses tanggal 22 Juli 2015. Situs web The Telegraph Diarsipkan 18 October 2017 di Wayback Machine.
- 1 2 Slawson, Nicola (2 Januari 2016). "Eksekusi Ulama Syi'ah oleh Saudi Memicu Kemarahan di Timur Tengah". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Januari 2016.
- ↑ Karouny, Mariam (31 Mei 2013). "Saudi Mengungguli Qatar dalam Mengendalikan Dukungan Pemberontak Suriah". Reuters (dalam bahasa Inggris).
- ↑ Kim Sengupta (12 Mei 2015). "Turki dan Arab Saudi Meresahkan Barat dengan Mendukung Ekstrimis Islam yang Dibom Amerika di Suriah". The Independent. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Mei 2015.
- ↑ "Sekutu Teluk dan 'Pasukan Penakluk' Diarsipkan 17 April 2019 di Wayback Machine.". Al Ahram Weekly. 28 Mei 2015.
- ↑ Hussein, Sarah (28 April 2015). "Aliansi Pemberontak 'Pasukan Penakluk' Menekan Rezim Suriah". Yahoo! News (dalam bahasa Inggris).
- ↑ "Raja Saudi Memperingatkan Bahwa Serangan terhadap Stasiun Minyak Mengancam Pasokan Global". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). 1 Juni 2019.
- ↑ Al-Atrush, Samer (30 Mei 2019). "Raja Saudi Menuduh Iran Mengancam Pasokan Minyak Global". Bloomberg News (dalam bahasa Inggris).
- ↑ "Raja Saudi: Kelompok yang Didukung Iran Mengancam Minyak Global". Deutsche Welle (dalam bahasa Inggris). 6 Januari 2019.
- ↑ "Bagaimana Normalisasi Hubungan antara Arab Saudi dan Israel Dapat Mengubah Timur Tengah". PBS NewsHour (dalam bahasa American English). 5 September 2023. Diakses tanggal 24 April 2024.
- ↑ "Normalisasi Israel-Saudi: Pro dan Kontra". Globes (dalam bahasa Inggris). 10 Februari 2023. Diakses tanggal 24 April 2024.
- ↑ "Siapa Saja Pemimpin Timur Tengah dan Miliaran Dana Rahasia Mereka". Middle East Eye (dalam bahasa Inggris). 5 April 2016.
- ↑ "Tur Dunia Para Politisi yang Disebutkan dalam Panama Papers". France 24 (dalam bahasa Inggris). 4 April 2016.
- ↑ "Masa Pemerintahan Raja Salman Menjadi Saksi Reformasi Struktural Terbesar dalam Sejarah Arab Saudi". Al Arabiya English. 2 Juni 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Oktober 2018.
- ↑ "Profil Tokoh: Ahmed bin Suleiman Al-Rajhi, Menteri Baru Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial". Arab News. 4 Juni 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Oktober 2018.
- 1 2 Ahmed Al Omran (2 Juni 2018). "Arab Saudi Membentuk Departemen Baru dalam Perombakan Kabinet". Financial Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Oktober 2018.
- ↑ "Arab Saudi Berupaya Meningkatkan Ekowisata dengan Melindungi Lingkungan dan Satwa Liar". Arab News. 3 Juni 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Oktober 2018.
- ↑ "Dekret Kerajaan: Putra Mahkota Arab Saudi Menjadi Perdana Menteri Kerajaan". Al Arabiya English. 27 September 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 September 2022.
- ↑ "9 Tantangan yang Dihadapi Putra Mahkota Baru Arab Saudi". Alifarabia. 30 Oktober 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 22 November 2011. Diakses tanggal 26 Mei 2012.
- ↑ "Al-Faiz Menjadi Pemimpin Redaksi Baru Arab News". SRPC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Mei 2012. Diakses tanggal 30 April 2012.
- ↑ "Masalah Suksesi Saudi" (PDF). GSN (Gulf States Newsletter). 16 Januari 2009. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 13 April 2012.
- ↑ Sullivan, Kevin (23 Januari 2015). "Sebelum Menjadi Raja, Salman Merupakan Penegak Disiplin Keluarga yang Menjebloskan Para Pangeran ke Balik Jeruji Besi". The Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Januari 2015.
- 1 2 Jean Charles Brisard (19 Desember 2002). "Pendanaan Terorisme: Akar dan Tren Pendanaan Terorisme Saudi" (PDF). Dewan Keamanan, Perserikatan Bangsa-Bangsa. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 21 Maret 2012. Diakses tanggal 15 April 2012.
- ↑ "Pangeran Sulayman Ditunjuk Sebagai 'Putra Mahkota' Saudi". Arab Times. Riyadh. 18 Juni 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Desember 2013. Diakses tanggal 26 Februari 2013.
- ↑ "Salman dari Arab Saudi | Sejarah | Riset Pemula | Riset EBSCO". EBSCO (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 16 Maret 2026.
- ↑ Raf Sanchez (21 Juni 2017). "Siapakah Mohammed bin Salman, Calon Raja Arab Saudi Berusia 31 Tahun?". The Telegraph. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Januari 2022. Diakses tanggal 12 Januari 2018.
- ↑ "Fakta Cepat Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud". CNN (dalam bahasa Inggris). 27 Februari 2015. Diakses tanggal 16 Maret 2026.
- ↑ "Putri Sultana". Eugene Register Guard. 19 Juni 1983. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Juni 2022. Diakses tanggal 9 Februari 2013.
- ↑ Kirkpatrick, David D. (6 Juni 2015). "Tokoh Saudi yang Mengejutkan Bangkit Sebagai Pangeran di Antara Para Pangeran". The New York Times. Riyadh. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 September 2015. Diakses tanggal 29 Oktober 2015.
- ↑ "Sultana, Istri Emir Riyadh, Meninggal Dunia". Saudi Gazette. 3 Agustus 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 28 Desember 2013. Diakses tanggal 26 Mei 2012.
- ↑ "Sultana bint Ahmad bin Muhammad al Sudairi". Datarabia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Februari 2023. Diakses tanggal 8 Mei 2012.
- ↑ "بالفيديو: الأمير "سلطان بن سلمان" يروي قصة زواج والده الملك سلمان من سلطانة بنت تركي السديري". Al Marsad (dalam bahasa Arabic). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 Mei 2021. Diakses tanggal 27 April 2021. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- 1 2 "Kerajaan Berduka Atas Kehilangan Sang Putri". The Siasat Daily. 3 Agustus 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Juli 2015. Diakses tanggal 26 Mei 2012.
- ↑ Bradley Hope; Justin Scheck (1 September 2020). Darah dan Minyak: Upaya Kejam Mohammed bin Salman Meraih Kekuasaan Global. Hachette Books. hlm. 33. ISBN 978-0-306-84665-6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Februari 2023. Diakses tanggal 15 Februari 2023.
- ↑ "Kematian Seorang Pria yang Dermawan". The Telegraph. 25 Juli 2001. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Januari 2022. Diakses tanggal 3 Maret 2013.
- ↑ "Astronot Arab Pertama Melakukan Perjalanan Kerajaan di Luar Angkasa". The Windsor Star. New York. 20 Juni 1985. hlm. B12. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Juni 2022. Diakses tanggal 3 Maret 2013.
- ↑ "Komisi Luar Angkasa Saudi". ssc.gov.sa. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Agustus 2020. Diakses tanggal 13 Maret 2020.
- ↑ "Daftar Riwayat Hidup". mt.gov.sa. Diarsipkan dari asli tanggal 28 Juni 2020. Diakses tanggal 13 Maret 2020.
- ↑ John R. Bradley (23 Juli 2002). "Sepupu Pangeran Ahmed Tewas dalam Perjalanan Menuju Pemakaman". USA Today. Diakses tanggal 26 Mei 2012.
- ↑ Faucon, Benoit; Said, Summer; Malsin, Jared (8 September 2019). "Arab Saudi Menunjuk Menteri Energi yang Baru". The Wall Street Journal. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 November 2019. Diakses tanggal 25 November 2019.
- ↑ Maria Naguib (4 Juni 2020). "Melihat Lebih Dekat Gaun Pengantin Impian Putri Hassa bint Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi". Harper's Bazaaar Arabia. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Juni 2021. Diakses tanggal 6 Juni 2021.
- ↑ Hugh Miles (23 Oktober 2015). "Arab Saudi: Delapan dari 11 Saudara Kandung Raja Salman yang Masih Hidup Ingin Menggulingkannya". Independent. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 April 2020. Diakses tanggal 22 April 2016.
- ↑ "Pejabat AS: Putra Mahkota Saudi Telah Menyembunyikan Ibunya dari Ayahnya, Sang Raja". NBC news. 15 Maret 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Mei 2020. Diakses tanggal 27 Juni 2018.
- 1 2 "Silsilah Keluarga Salman bin Abdulaziz bin Abdul Rahman Al Saud". Datarabia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Juni 2013. Diakses tanggal 1 Mei 2012.
- ↑ "Pangeran Sultan Tiba di Bahrain untuk Menghadiri Grand Prix Bahrain". Bahrain News Agency. 22 April 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 September 2013. Diakses tanggal 23 April 2012.
- ↑ "Pangeran Saudi Mohammad bin Salman Ditunjuk Sebagai Menteri Pertahanan". Al Arabiya. 23 Januari 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 Januari 2015. Diakses tanggal 23 Januari 2015.
- ↑ "Pangeran Turki Menggantikan Pangeran Faisal Sebagai Ketua SRMG". Arab News. 9 Februari 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Februari 2013. Diakses tanggal 9 Februari 2013.
- ↑ "Surat Mendiang Putra Mahkota Menunjukkan Kasih Sayangnya yang Mendalam terhadap Sulayman". Arab News. 26 Desember 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Juli 2012. Diakses tanggal 29 Juli 2012.
- ↑ Paul Michael Wihbey (1997). "Suksesi di Arab Saudi: Perjuangan yang Tidak Begitu Senyap". IASPS Research Papers in Strategy (4). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Mei 2012. Diakses tanggal 15 Februari 2023.
- ↑ Milton Viorst (Januari–Februari 1996). "Badai dan Benteng". Foreign Affairs. 75 (1): 93–107. doi:10.2307/20047470. JSTOR 20047470. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Mei 2012. Diakses tanggal 15 Februari 2023.
- ↑ "Keterlibatan Representatif". Baker Botts L.L.P. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Agustus 2012. Diakses tanggal 7 Juni 2012.
- ↑ "Arab Saudi Menjanjikan $15 Juta untuk Membantu Muslim Rohingya di Myanmar". einnews.com. 20 September 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Maret 2021. Diakses tanggal 15 Februari 2023.
- ↑ "Raja Sulayman bin Abdulaziz Telah Menjalani Operasi yang Sukses, Demikian Pernyataan Pengadilan Kerajaan". Gulf in the Media. 17 Agustus 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Februari 2021. Diakses tanggal 26 Mei 2012.
- ↑ Simon Henderson (10 April 2012). "Pria yang Akan Menjadi Raja". Foreign Policy. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Oktober 2014. Diakses tanggal 12 April 2012.
- ↑ Simon Henderson (10 Januari 2013). "Untuk Menghentikan Iran, Cari Raja Saudi yang Baru". The Atlantic. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Februari 2020. Diakses tanggal 19 April 2013.
- ↑ Urutan setelah berikutnya… Diarsipkan 27 August 2017 di Wayback Machine. The Economist (Kairo). 5 April 2014. Diakses tanggal 4 August 2014.
- ↑ Chulov, Martin (15 Desember 2021). "Saat Para Pemimpin Arab Berkumpul di Arab Saudi, Ketidakhadiran Raja Salman Menjadi Sorotan Besar". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Maret 2022. Diakses tanggal 21 Maret 2022.
- ↑ Miles, Hugh (23 Oktober 2015). "Pemberontakan Keluarga Dapat Menjatuhkan Monarki Saudi". The Independent. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 April 2020. Diakses tanggal 21 September 2016.
- ↑ "Raja Salman dari Arab Saudi Menjalani Operasi Kantung Empedu yang Sukses". Al Jazeera. 7 Juli 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Agustus 2020. Diakses tanggal 15 Februari 2023.
- ↑ "Raja Salman dari Arab Saudi yang Berusia 88 Tahun Mengalami Infeksi Paru-Paru dan Akan Mengonsumsi Antibiotik, Kata Dokter". AP News (dalam bahasa Inggris). 19 Mei 2024. Diakses tanggal 20 Mei 2024.
- ↑ "Dalam Foto: Raja Salman dari Saudi Memulai Kunjungan Resmi ke Bahrain". GDN Online. 8 Desember 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Mei 2021. Diakses tanggal 21 Februari 2022.
- ↑ "Berkenan menerima kunjungan muhibah Kebawah DYMM Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud". Pelita Brunei (dalam bahasa Melayu). 4 Maret 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Februari 2019. Diakses tanggal 23 Februari 2019.
- ↑ "Raja Salman Mengadakan Pembicaraan dengan Pemimpin Djibouti". Arab News. 18 Oktober 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Desember 2015. Diakses tanggal 17 Februari 2022.
- ↑ Ali, Mostafa (8 April 2016). "Sisi dari Mesir Menganugerahkan Penghargaan 'Tanda Kehormatan Nil' kepada Raja Salman dari Saudi". Ahram Online. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 Februari 2021. Diakses tanggal 17 Februari 2022.
- ↑ "Medali Tertinggi Guinea untuk Raja". Arab News. 21 Maret 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Februari 2021. Diakses tanggal 17 Februari 2022.
- ↑ "Raja Salman dari Saudi Meningkatkan Kuota Haji Indonesia". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Agustus 2020. Diakses tanggal 15 Februari 2023.
- ↑ "Raja Salman Melakukan Pembicaraan dengan Perdana Menteri Jepang Hari Ini". Arab News. 13 Maret 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Februari 2021. Diakses tanggal 18 Februari 2022.
- ↑ "Raja Salman dari Arab Saudi Menerima Penghargaan Tertinggi Yordania". Al Arabiya. 28 Maret 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 September 2020. Diakses tanggal 21 Februari 2022.
- ↑ "Presiden Kassym-Jomart Tokayev Menganugerahkan Tanda Kehormatan Altyn Kyran kepada Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud". dknews.kz. 24 Juli 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 November 2022. Diakses tanggal 15 Februari 2023.
- 1 2 "Putra Mahkota Kuwait Mengadakan Perjamuan untuk Menghormati Raja Salman". Saudi Gazette. 10 Desember 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Februari 2021. Diakses tanggal 20 Februari 2022.
- 1 2 "Semakan Penerima Darjah Kebesaran, Bintang dan Pingat". Diarsipkan dari asli tanggal 19 Juli 2019. Diakses tanggal 14 Desember 2021.
- ↑ "Meksiko Melirik Dana Investasi Teluk". Arab News. 27 Januari 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 April 2021. Diakses tanggal 20 Februari 2022.
- 1 2 3 "Raja Baru untuk Arab Saudi: Yang Mulia Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud". Diarsipkan dari asli tanggal 10 Maret 2021. Diakses tanggal 15 Februari 2023.
- ↑ "Raja Salman dan Presiden Niger Membahas Hubungan Bilateral". 11 Mei 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 Maret 2019. Diakses tanggal 15 Februari 2023.
Presiden yang berkunjung menganugerahkan Medali Jasa Nasional, medali tertinggi di negaranya, kepada Raja Salman.
- ↑ Haider, Mateen (4 Maret 2015). "Nawaz Sharif Mengadakan Pembicaraan dengan Raja Salman dari Saudi". Dawn. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Mei 2021. Diakses tanggal 20 Februari 2022.
- ↑ "Sultan Haitham dan Raja Salman Mengadakan Pembicaraan di NEOM Selama Kunjungan ke Arab Saudi". Arab News (dalam bahasa Inggris). 11 Juli 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Februari 2023. Diakses tanggal 11 Juli 2021.
- ↑ "Mahmoud Abbas dan Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 September 2020. Diakses tanggal 15 Februari 2023.
- ↑ "Raja Salman Dianugerahi Medali Kehormatan". Diarsipkan dari versi asli pada 15 Mei 2021. Diakses tanggal 15 Februari 2023.
- ↑ "Ketentuan Lainnya" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 9 Desember 2022. Diakses tanggal 15 Februari 2023.
- ↑ "Raja Salman dan Presiden Tunisia Melakukan Pembicaraan, Menyaksikan Penandatanganan Dua Perjanjian & Saling Menganugerahkan Medali". Saudi Gazette. 29 Maret 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Maret 2019. Diakses tanggal 18 Februari 2022.
- ↑ "Pembicaraan Resmi antara Penjaga Dua Masjid Suci dan Presiden Erdogan, Selama Kunjungan Kenegaraan Raja Salman ke Turki". Diarsipkan dari asli tanggal 24 Februari 2021. Diakses tanggal 18 Oktober 2022.
- ↑ "Raja Memulai Tur Teluk dengan Kunjungan ke UEA". Arab News. 3 Desember 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Februari 2021. Diakses tanggal 17 Februari 2022.
- ↑ "Riyadh dan Kiev Memperkuat Hubungan Bilateral Melalui Kunjungan Presiden Poroshenko ke Saudi". Arab News. 2 November 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 Februari 2021. Diakses tanggal 17 Februari 2022.
Pranala luar
Media terkait Salman of Saudi Arabia di Wikimedia Commons- "Shifting Sands and the Gulf" mengenai transisi Sulayman sebagai Raja
- "Profil Kerajaan Raja Salman" oleh Keluarga Kerajaan di Dunia
- Kemunculan di C-SPAN
Salman Lahir: 31 Desember 1935 | ||
| Gelar kebangsawanan | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Abdullah |
Raja Arab Saudi 2015–sekarang |
Petahana Putra mahkota: Mohammed bin Salman |
| Arab Saudi | ||
| Didahului oleh: Nayef bin Abdulaziz |
Putra Mahkota Arab Saudi 2012–2015 |
Diteruskan oleh: Muqrin bin Abdulaziz |
| Jabatan politik | ||
| Didahului oleh: Abdullah |
Perdana Menteri Arab Saudi 2015–2022 |
Diteruskan oleh: Mohammed bin Salman |
| Didahului oleh: Badr bin Saud |
Gubernur Provinsi Riyadh 1963–2011 |
Diteruskan oleh: Sattam bin Abdulaziz |
| Didahului oleh: Sultan bin Abdulaziz |
Menteri Pertahanan 2011–2015 |
Diteruskan oleh: Mohammed bin Salman |
Templat:SaudiKings Templat:Current sovereigns Templat:Saudi Crown Princes Templat:Sons of Ibn Saud Templat:Arab country leaders Templat:List of Current Heads of State of G20 Templat:Current G20 Leaders Templat:Current OPEC leaders

