RS Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi
RS Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi
RSGM Universitas Sam Ratulangi adalah institusi medis di bawah naungan Universitas Sam Ratulangi yang operasionalnya diselenggarakan oleh Program Studi Kedokteran Gigi[1]
Sejarah
Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Sam Ratulangi didirikan sebagai wujud nyata komitmen universitas dalam menyediakan layanan kesehatan gigi bagi masyarakat Manado, sekaligus menjadi jantung praktik klinis (teaching hospital) bagi mahasiswa profesi kedokteran gigi.[1]
Perjalanan RSGM bermula pada 23 September 2010, saat gedung berlantai empat yang berlokasi di Jalan Dr. Soetomo No. 3 Manado diresmikan oleh Rektor Prof. Dr. Donald A. Rumokoy. Di masa awal, institusi ini masih berstatus sebagai klinik dengan nama Balai Pengobatan RSGM (BP-RSGM).Seiring peningkatan kualitas layanan dan pemenuhan regulasi, BP-RSGM resmi bertransformasi menjadi RSGM pada akhir 2013. Perubahan status ini didukung oleh izin dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara serta pendaftaran resmi di Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kemenkes RI. Untuk memperluas jangkauan layanan, RSGM juga membangun jejaring kerja sama dengan berbagai rumah sakit di Manado dan Bitung.[1]
Pada awal 2014, RSGM menghadapi tantangan besar akibat bencana banjir bandang yang menerjang Manado. Lantai satu rumah sakit terendam lumpur, merusak berbagai peralatan medis seperti dental unit dan genset, serta menghancurkan dokumen-dokumen penting. Namun, berkat semangat gotong royong para pegawai dan mahasiswa, RSGM berhasil bangkit dan kembali beroperasi hanya dalam waktu satu minggu setelah bencana.[1]
Salah satu tonggak penting dalam pengembangan kualitas ini terjadi pada September 2022, ketika tim RSGM UNSRAT yang dipimpin oleh Dekan FK Dr. dr. Billy J. Kepel melakukan studi banding ke RSGM Universitas Jember (UNEJ). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari tata kelola rumah sakit demi mengejar target akreditasi paripurna dan predikat rumah sakit pendidikan utama, sebagai langkah nyata untuk membenahi diri meskipun Program Studi Pendidikan Dokter Gigi UNSRAT tergolong masih muda.[1][2]