Quercus cuneata Wangenh. * Quercus dilatata Raf. * Quercus ferruginea F.Michx. * Quercus marilandica var. ashei Sudw. * Quercus neoashei Bush * Quercus nigra var. integrifolia Marshall * Quercus nigra var. marilandica L. * Quercus nigra var. quinqueloba A.DC. * Quercus nobilis Mast.
Quercus marilandica merupakan pohon ek berukuran kecil dari kelompok ek merah dalam Quercus sekt. Lobatae. Spesies ini berasal dari wilayah timur dan tengah Amerika Serikat. Kayunya terkenal sangat padat dan mampu menghasilkan panas tinggi ketika dibakar, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk barbeku atau kompor kayu. Namun, karena nyala apinya cenderung meletup akibat panas yang kuat, kayu ini kurang cocok digunakan di perapian rumah karena dapat meningkatkan risiko percikan dan kebakaran.[6]
Deskripsi
Quercus marilandica adalah pohon gugur berukuran kecil yang umumnya mencapai tinggi sekitar 15 meter. Kulit batangnya tampak khas, terbelah menjadi lempengan-lempengan hitam berbentuk persegi panjang dengan celah sempit berwarna oranye. Daunnya berukuran 7–20 sentimeter, melebar dari pangkal yang meruncing hingga membentuk tiga lobus besar dengan lekukan yang tidak terlalu dalam. Permukaan atas daun berwarna hijau tua dan mengilap, sementara bagian bawahnya berambut halus. Daun ini sering bertahan di ranting selama musim dingin, berubah warna dari merah menjadi coklat ketika memasuki musim gugur. Biji ek berukuran kecil, panjangnya 12–20 milimeter dan lebarnya 10–18 milimeter, dengan waktu pematangan sekitar 18 bulan sebagaimana pada kelompok ek merah lainnya. Di kawasan Cross Timbers, spesies ini dapat mencapai tinggi 15–18 meter, meskipun umumnya tidak melebihi 12 meter, dengan diameter batang sekitar 41 sentimeter. Daunnya cenderung berukuran lebih besar di wilayah ini, yakni sekitar 10–25 sentimeter baik panjang maupun lebarnya.[7]
Persebaran
Pohon ini tersebar luas dari Long Island di New York hingga Florida, dan ke arah barat mencapai Texas, Oklahoma, serta Nebraska. Ada juga laporan mengenai populasi kecil yang terisolasi di Michigan selatan, meskipun kemungkinan besar populasi tersebut merupakan hasil introduksi, bukan asli.[8]
Spesies ini umumnya tumbuh pada tanah yang miskin nutrisi, kering, berbatu, atau berpasir, sebuah tempat yang hanya sedikit tanaman berkayu lain yang mampu bertahan. Ia biasanya ditemukan di dataran rendah, mulai dari wilayah pesisir hingga ketinggian sekitar 850 meter. Meski beberapa sumber menyebut bahwa bentuknya tidak seindah banyak jenis ek lainnya, pohon ini tetap bernilai untuk ditanam di lokasi yang memiliki kondisi tanah sulit. Ada juga yang menggambarkannya sebagai pohon yang tangguh namun kurang menarik, sehingga sering kali kurang dihargai.[9] Dalam beberapa kasus, pohon ini bahkan sengaja disingkirkan untuk memberi ruang bagi jenis pohon yang dianggap memiliki nilai komersial lebih tinggi.[10]