Qasr Ibrim (Arab: قصر ابريمcode: ar is deprecated ; Meroitik: Pedeme; Old Nubian: ⲥⲓⲗⲓⲙⲓ, romanized:Silimicode: onw is deprecated ; Koptik: ⲡⲣⲓⲙ Prim; Yunani kuno: Πρῖμις Primis; Latin: Primis) adalah sebuah situs arkeologi di Nubia Hilir, yang kini terletak di negara Mesir. Situs tersebu memiliki sejarah pendudukan yang panjang, terbentang dari awal abad kedelapan SM sampai 1813 Masehi, dan menjadi pusat ekonomi, politik, dan keagamaan.[1] Pada awalnya, kota tersebut menjadi sebuah kota besar yang berada di tebing di atas Sunga Nil, namun mengalami banjir dari Danau Nasser setelah pembangunan Bendungan Tinggi Aswan – dengan Kampanye Internasional Penyelamatan Monumen-monumen Nubia – mengubahnya menjadi sebuah pulau dan membanjiri penggirannya. Qasr Ibrim menjadi satu-satunya situs arkeologi besar di Nubia Hilir yang selamat dari banjir Bendungan Aswan.[2][3] Baik sebelum maupun setelah banjir, tempat tersebut masih menjadi situs besar untuk penyelidikan arkeologi.
Referensi
↑Van Der Vliet, J.; Hagen, J.L. (2013). Qasr Ibrim, Between Egypt and Africa: Studies in Cultural Exchange. Leiden, Nederland: Nederlands Instituut voor het Nabije Oosten. hlm.65.
↑A.J. Clapham; P.A. Rowley-Conwy (2007). "New Discoveries at Qasr Ibrim". Dalam R.T.J. Cappers (ed.). Fields of Change: Progress in African Archaeobotany. Groningen archaeological studies. David Brown Book Company. hlm.157. ISBN978-90-77922-30-9. Diakses tanggal 2022-11-05. ... Qasr Ibrim is the only in situ site left in Lower Nubia since the flooding of the Nile valley
↑Ruffini, G.R. (2012). Medieval Nubia: A Social and Economic History. Oxford University Press. ISBN978-0-19-999620-9. Diakses tanggal 2022-11-05. Qasr Ibrim is critically important in a number of ways. It is the only site in Lower Nubia that remained above water after the completion of the Aswan high dam.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Qasr Ibrim.