Pohon yang dapat mencapai tinggi 50 m, gemang batangnya hingga 200 cm garis tengah, dengan batang yang bagai pilar tegak, lurus, dan hampir bulat torak (silindris); banir (akar papan) besar, mencapai tinggi 4 m dan panjang bentangan 5 m.[5]: 111  Tajuknya bulat, lebat, berwarna hijau tua dan mengkilat; pada musim kering daunnya berguguran dan sebelum gugur daun-daun berwarna merah.[7]: 93 
Pepagan (kulit batang) berwarna cokelat keabu-abuan sampai cokelat tua di bagian luar, tebalnya 2–6 mm, mengelupas dalam bentuk kepingan-kepingan kecil tak beraturan. Lapisan pepagan yang hidup di sebelah dalam setebal 10–15 mm; tak berbau; merah daging di bagian luar dan putih di bagian dalam.[5]: 111,  [7]: 93 Kayu gubalnya berwarna putih kotor.[5]: 111 
Ranting-ranting yang muda persegi penampangnya. Daun-daun penumpu lekas rontok, melekat di pangkal tangkai daun yang masih sangat muda, seperti duri, sangat kecil, lk. 0,4 × 0,1 mm.[5]: 111 Daun-daunnya tunggal, jorong hingga bundar telur terbalik, (3–)6–25(–35) × (2.5–)4.5–13 cm, tipis seperti kertas, mengkilat, dengan tepi bergerigi dan ujung meluncip; ujung penetesnya hingga 1,5 cm panjangnya, menumpul.[5]: 112,  [7]: 93  Ibu tulang daun menonjol di sisi bawah, dengan 12-22 pasang tulang daun sekunder yang menyudut lk. 60–70° terhadap ibu tulang daun.[5]: 112 
Perbungaan berbentuk tandan, berambut balig hingga lokos, panjangnya hingga 13,5 cm, umumnya dengan banyak bunga, dengan poros tandan setebal 2–5(–7) mm. Kelopak bunga membentuk tabung serupa genta, berusuk, berambut balig hingga lokos; taju kelopak bundar telur, 7–10 × 4–8 mm, bertepi rata, serupa jangat, hijau pucat. Mahkota bunga berjumlah helai; helaian bentuk bundar telur sungsang hingga melonjong, 15–35 × 7–10 mm, tipis bagai selaput, kehijauan, menekuk ke arah luar, pangkalnya menyempit, ujungnya menumpul. Benang sari berjumlah banyak, pangkalnya berlekatan membentuk tabung setinggi lk. 1 cm, merah jambu hingga merah; tangkai sari yang bebas 25–45 mm, ke arah ujung berwarna putih kekuningan.[5]: 112,  [7]: 93  Tangkai putik ramping, 3–6 cm panjangnya.[5]: 112 
Buahnya berbentuk bulat telur atau lonjong (elipsoid), 3–4 × 1.5–2.5 cm, hijau pucat. Perikarp (lapisan dalam buah) serupa sabut, tebalnya 7 mm. Biji berjumlah 1–15, bulat telur (ovoid), bersudut 3–4.[5]: 112 
Habitat pohon ini terutama adalah hutan primerdataran rendah, pada tanah dengan drainase baik, meskipun kadang-kadang tumbuh pula di tanah kapur.[7]: 93  Umumnya hidup di hutan hujan yang sangat lembab, adakalanya putat kerbau ini tumbuh di wilayah berawa-rawa. Juga didapati di hutan gugur daun seperti halnya hutan jati, di dekat air, dan menggugurkan daunnya untuk jangka waktu singkat.[5]: 112 
Di alam jenis ini berbunga dan berbuah sepanjang tahun, tetapi masa puncak berbunga dan berbuah adalah pada bulan Oktober hingga Desember.[5]: 112  Permudaan alami jenis ini baik sekali di hutan. Pada akhir musim buah, kecambah dan semai putat kerbau bisa dijumpai dalam jumlah banyak di sekitar induknya.[7]: 93 
Manfaat
Kayu putat
Jenis ini menghasilkan kayu yang berkualitas baik, dan dapat diperoleh dalam ukuran besar.[4]: 1479  Dalam perdagangan, kayunya dikenal sebagai kayu putat. Tergolong sebagai kayu yang keras dan berat, kayu putat mempunyai berat jenis 0,8 (0,60 - 0,93), kelas kekuatan I - II, kelas keawetan II - III dan keterawetan kelas III.[6]: 100  Kayunya mudah dikerjakan, tetapi dapat melengkung kalau pengeringannya kurang hati-hati.[7]: 93 
Kayu putat banyak digunakan untuk ramuan rumah (tiang, balok, penyangga, usuk), lantai, dinding, kusen, dan gagang perkakas.[6]: 100  Juga digunakan dalam konstruksi berat, perabot rumah tangga, panel-panel kayu, kerangka kapal, dan sumbu kendaraan.[5]: 112  Kayu ini baik pula untuk dimanfaatkan sebagai kayu bakar, tetapi kurang bagus sebagai bahan pulp dan kertas.[6]: 101 
Manfaat lain
Daun muda dan pucuknya yang kemerahan dimakan sebagai lalap (sayuran mentah), atau dimasak dengan ikan dan bumbu-bumbunya. Sebagaimana jenis-jenis Barringtonia, putat ini secara tradisi dimanfaatkan pula sebagai racun ikan.[5]: 112,  [7]: 93 
Jenis ini disarankan untuk ditanam sebagai pohon pengganti di tempat-tempat yang terlalu basah untuk jati.[5]: 112,  [6]: 101,  [7]: 93 
Catatan kaki
12"Planchonia valida". POWO - Royal Botanic Gardens, Kew. Diakses tanggal 11 Jan 2026.
12Blume, CL. (1826). Bijdragen tot de flora van Nederlandsch Indië, vol. 17: 1096. Batavia: Ter Lands Drukkerij, 1825-1826.
12Clercq, FSA. & M. Greshoff (1909). Nieuw plantkundig woordenboek voor Nederlandsch Indië. Met korte aanwijzingen van het nuttig gebruik der planten en hare beteekenis in het volksleven, en met registers der inlandsche en wetenschappelijke benamingen. p. 308 (no. 2770). Amsterdam: JH. de Bussy.
12Heyne, K. (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 3: 1479. Jakarta: Balitbang Kehutanan. (versi berbahasa Belanda (1917) De nuttige planten van Nederlandsch-Indië, vol. III: 341. Batavia: Ruygrok & Co.)