Purna Paskibraka Indonesia (disingkat PPI) adalah organisasi resmi yang menghimpun para alumni anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Indonesia. Organisasi ini dibentuk sebagai wadah bagi mantan anggota Paskibraka untuk melanjutkan peran serta mereka dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme, disiplin, dan pengabdian kepada bangsa.
PPI biasanya dibentuk setelah anggota Paskibraka menyelesaikan masa tugasnya dalam pengibaran bendera pada upacara kenegaraan, terutama Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus. Tujuan pembentukan organisasi ini adalah untuk menjaga semangat kebangsaan, membina anggota baru, serta menyalurkan pengalaman dan keterampilan yang diperoleh selama menjadi anggota Paskibraka kepada masyarakat luas.
Sejarah
Sejarah organisasi ini bermula pada tahun 1975, ketika sejumlah alumni Paskibraka tingkat nasional menyampaikan keinginan untuk membentuk sebuah organisasi alumni. Keinginan ini kemudian disampaikan kepada para pembina di Jakarta. Para pembina menawarkan nama Reka Purna Paskibraka (RPP), yang bermakna persahabatan di antara alumni Paskibraka. Nama tersebut kemudian dikembangkan menjadi Purna Eka Paskibraka (PEP), yang berarti wadah berhimpun dan pengabdian para alumni Paskibraka. PEP Daerah Istimewa Yogyakarta resmi dikukuhkan pada 28 Oktober 1976.
Gagasan pendirian RPP juga diteruskan oleh para alumni di Jakarta, sementara di Bandung berdiri Eka Purna Paskibraka (EPP). Ketiga organisasi ini hanya terkoordinasi di bawah bidang Pembinaan Muda Kanwil Depdikbud dan belum membentuk forum komunikasi di tingkat pusat. Pada tahun 1980, Direktorat Pembinaan Generasi Muda (PGM) mengambil inisiatif untuk memanfaatkan potensi alumni dari berbagai program, termasuk program pertukaran pemuda Indonesia-Kanada dan Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP). Organisasi hasil penggabungan tersebut bernama Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI). Selain Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, seluruh Purna Paskibraka di Indonesia digabungkan ke dalam PCMI hingga tahun 1985.
Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Diklusepora No. Kep.091/E/O/1985 tanggal 10 Juli 1985, alumni Paskibraka dipisahkan dari alumni program pertukaran pemuda. Selanjutnya, ditetapkan bahwa Purna Paskibraka Indonesia (PPI) merupakan organisasi binaan berskala regional dan provinsial, sehingga organisasi PPI hadir di setiap provinsi di Indonesia.
Purna Paskibraka Indonesia secara resmi didirikan pada 21 Desember 1989 di Cipayung, Bogor melalui Musyawarah Nasional I. Organisasi ini berfungsi sebagai wadah sosial kemasyarakatan bagi alumni Paskibraka di seluruh Indonesia.
Syarat keikutsertaan
Berdasar Peraturan Presiden Nomor 51 tahun 2022 tentang program Paskibraka, untuk keanggotaan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) terbuka bagi individu yang memenuhi kriteria tertentu.[1] Kriteria tersebut meliputi:
Pernah menjadi anggota Paskibraka: Calon anggota harus telah terpilih dan bertugas sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka, baik di tingkat nasional ataupun lokal (provinsi, kota, dan kabupaten).
Telah menyelesaikan masa tugas Paskibraka: Anggota yang bersangkutan harus telah menyelesaikan seluruh kewajiban dan tugas pengibaran bendera, termasuk pada upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia atau upacara kenegaraan resmi lainnya.
Memiliki integritas dan semangat nasionalisme: Calon anggota diharuskan memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, dan komitmen untuk menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan serta berperan aktif dalam kegiatan sosial atau pembinaan generasi muda.
Partisipasi dalam kegiatan organisasi (disarankan): Meskipun bukan syarat mutlak, anggota PPI diharapkan dapat aktif mengikuti kegiatan organisasi, seperti pembinaan calon Paskibraka, kegiatan sosial, dan upacara kenegaraan.
Paskibraka sebagai Duta Pancasila
Purnapaskibraka Duta Pancasila adalah alumni Paskibraka yang ditetapkan sebagai duta Pancasila oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan tergabung dalam organisasi Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI). DPPI berperan menanamkan nilai-nilai Pancasila, kebangsaan, persatuan, cinta tanah air, serta semangat rela berkorban, sekaligus membina aktivitas kepaskibrakaan bagi para alumni. Organisasi ini membantu BPIP dalam pembinaan ideologi Pancasila melalui program-program yang diatur berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 dan Peraturan BPIP Nomor 3 Tahun 2022.[2]
Tokoh terkenal
Dibawah ini adalah tokoh-tokoh masyarakat (public figure) yang menjadi anggota Purna Paskibraka baik di tingkat nasional maupun lokal (provinsi, kota, dan kabupaten)