Kota mandiri ini dikembangkan sekitaran tahun 1990an, dan pada awalnya mendirikan perumahan Taman Merpati, Taman Walet, Graha Teluk Jakarta dan Graha Batavia dan mengikuti konsep "kota taman" (garden city) yang diikuti oleh pendahulunya, Bintaro Jaya. Sejak tahun 2015, mereka masih melakukan ekspansi dan mulai mendirikan banyak distrik yang berkonsep baru seperti Grand Batavia, Grand Batavia 2 dan Royal Batavia.[3]
Sejarah
Puri Jaya dikembangkan sejak tahun 1990an oleh PT Jaya Real Property Tbk, salah satu anak perusahaan PT Pembangunan Jaya yang sahamnya berkongsi dengan Pemprov DKI Jakarta. Jaya Property selama lebih dari seperempat abad telah dikenal sebagai salah satu perusahaan realestat di ibu kota. PT Pembangunan Jaya melakukan pembangunan dan manajemen proyek perumahan dan properti, antara lain adalah Puri Jaya, Plaza Bintaro Jaya, Plaza Slipi Jaya, dan Pusat Perdagangan Senin blok IV–V. PT Jaya Real Property Tbk telah terdaftar pada Bursa Efek Jakarta sejak tahun 1994.[3]
Perumahan dan Distrik
Perumahan
Kota mandiri ini awalnya dibagi menjadi beberapa perumahan yang dibagi lagi berdasarkan blok.
Mengikuti konsep pendahulunya Bintaro Jaya, mayoritas dari perumahan-perumahan didalam kota mandiri ini dinamai berdasarkan burung, seperti Walet, Nuri, atau Merpati, dan beberapa lagi dinamai mengikuti wilayah-wilayah Jakarta.
Pembagian administratif didalam Perumahan Puri Jaya