Provitamin adalah zat yang dapat diubah di dalam tubuh menjadi vitamin.[1] Istilah "previtamin" kadang-kadang digunakan sebagai sinonim,[2][3] meskipun memiliki penggunaan tersendiri untuk vitamin D.
Contoh
Beberapa provitamin adalah:
"Provitamin A" merupakan nama untuk beta-karoten,[1] yang hanya memiliki sekitar 1/6 aktivitas biologisretinol (vitamin A); tubuh menggunakan enzim untuk mengubah beta-karoten menjadi retinol. Dalam konteks lain, baik beta-karoten maupun retinol dianggap sebagai bentuk berbeda (vitamer) dari vitamin A.
"Provitamin B5" merupakan nama untuk pantenol, yang dapat diubah dalam tubuh menjadi vitamin B5 (asam pantotenat).
Provitamin D2 adalah ergosterol, dan provitamin D3 adalah 7-dehidrokolesterol. Keduanya diubah oleh sinar UV menjadi previtamin D2 dan previtamin D3, yang kemudian secara spontan berubah menjadi vitamin D2 dan vitamin D3.[4][5]
Tubuh manusia memproduksi provitamin D3 secara alami; kekurangan biasanya disebabkan oleh kurangnya paparan sinar matahari, bukan karena kekurangan provitamin.[6]
↑Björn, Lars Olof (6 December 2012). Photobiology: The Science of Light and Life. Springer Science & Business Media. hlm. 265–266. ISBN 978-94-010-0581-4. Diakses tanggal 27 February 2026. Ultraviolet-B radiation can photoisomerize the provitamins to the corresponding previtamins ... The previtamins are slowly converted by a non-enzymatic and non-photochemical reaction to the vitamins.