Propaganda merupakan alat Partai Nazi di Jerman sejak awal berdirinya hingga akhir rezim pada Mei 1945 di akhir Perang Dunia II di Eropa. Seiring bertambahnya kekuasaan partai, cakupan dan efektivitas propagandanya tumbuh dan meresap ke semakin banyak ruang di Jerman dan, akhirnya, di luar negeri.
Kronologi
Dalam oposisi (1919–33)
Pemimpin Nazi Adolf Hitler menjadikan tiga bab dari buku 1925/26-nya, Mein Kampf, sebagai alat propaganda, untuk mempelajari dan mempraktikan propaganda.[1]