Primula veris, cowslip, common cowslip, atau cowslip primrose (sinonim: Primula officinalis Hill), adalah tumbuhan berbungaherbamenahun dalam famili Primulaceae. Spesies ini berasal dari sebagian besar wilayah Eropa beriklim sedang dan Asia barat,[1] dan meskipun tidak ada di daerah yang lebih utara termasuk sebagian besar Skotlandia barat laut, spesies ini muncul kembali di Sutherland dan Orkney paling utara dan di Skandinavia.[2] Spesies ini sering berhibridisasi dengan spesies Primula lain seperti Primula vulgaris untuk membentuk Primula × polyantha yang sering dikelirukan dengan Primula elatior, spesies yang jauh lebih langka.
Nama
Nama umum cowslip mungkin berasal dari bahasa Inggris kuno untuk kotoran sapi, mungkin karena tumbuhan ini sering ditemukan tumbuh di antara kotoran di padang ragut sapi.[3] Turunan alternatifnya hanya merujuk pada tanah yang licin atau berawa; sekali lagi, habitat khas untuk tumbuhan ini.[4] Nama cowslop yang berasal dari bahasa Inggris Kuno masih ada di beberapa dialek, tetapi cowslip yang terdengar lebih sopan menjadi standar pada abad ke-16.[5]
Nama spesies veris ("dari musim semi", merujuk pada musim) adalah bentuk kasus genitif dari kata Latin ver ("musim semi").[6] Namun bunga P. vulgaris mekar lebih awal, yakni dari Desember hingga Mei di Kepulauan Britania.[7]: 240  
Nama umum historis lainnya termasuk cuy lippe, herb peter, paigle atau pagil,[8]Â peggle, key flower, key of heaven, fairy cups, petty mulleins, crewel, buckles, palsywort, dan plumrocks.[9]
Primula veris adalah tumbuhan menahun yang bervariasi, malar hijau atau semi-malar hijau, tumbuh hingga setinggi dan selebar 25 cm (10 inci), dengan rosetdaun sepanjang 5–15 cm dan lebar 2–6 cm. Bunga berwarna kuning tua dihasilkan pada musim semi, dalam kelompok 10–30 kuntum bunga pada satu batang.[10] Setiap bunga berdiameter 9–15 mm. Tumbuhan berbunga merah dan jingga jarang ditemukan tetapi dapat tersebar luas di daerah-daerah di mana hibrida Primula berwarna mekar bersamaan dengan Primula veris asli, sehingga memungkinkan penyerbukan silang.
Persebaran dan habitat
Primula veris di padang rumput.
Primula veris sering ditemukan di lahan yang lebih terbuka daripada Primula vulgaris termasuk ladang terbuka, padang rumput, bukit pasir pantai, dan puncak tebing.
Konservasi
Tumbuhan ini mengalami penurunan populasi akibat perubahan praktik pertanian sepanjang tahun 1970-an dan 1980-an di Britania Raya. Oleh karena itu, mungkin langka di beberapa daerah, meskipun di tempat lain mungkin melimpah. Selain itu, bijinya sekarang sering dimasukkan dalam campuran biji bunga liar yang digunakan untuk memperindah tepi jalan raya dan pekerjaan tanah teknik sipil serupa di mana tumbuhan ini dapat terlihat dalam jumlah yang banyak. Praktik ini telah menyebabkan kebangkitan kembali populasinya.[11][12][13]
Primula veris mungkin dikelirukan dengan Primula elatior yang berkerabat dekat dan memiliki penampilan serta habitat yang serupa, meskipun Primula elatior memiliki bunga kuning pucat yang lebih besar, lebih mirip Primula vulgaris, dan tabung mahkota tanpa lipatan.
Komponen kimia
Akar Primula veris mengandung beberapa glikosida metil ester 5-metoksisalisilat seperti primeverin[16] dan primulaverin.[17] Pada akar kering mentah, aglikon fenoliknya memberi bau khas yang mengingatkan pada metil salisilat atau anetol. Akar kering mengandung sejumlah besar saponintriterpena seperti asam primula I/II; sedangkan pada bunga, konstituen ini terletak di kelopak, dan konstituen yang dominan adalah flavonoid.[18] Efek samping yang jarang terjadi dari saponin dapat berupa mual atau diare, sementara beberapa konstituen fenolik mungkin bertanggung jawab atas reaksi alergi.[19][20]
Subspesies macrocalyx, yang tumbuh di Siberia, mengandung senyawa fenolik riccardin C.[21]
Hidangan
Daun cowslip secara tradisional telah digunakan dalam masakan Spanyol sebagai sayuran salad. Penggunaan dalam masakan Inggris termasuk menggunakan bunga untuk memberi rasa pada wine pedesaan.[22] Kerabat dekat cowslip yakni P. vulgaris, sering dikelirukan dengan cowslip dan penggunaannya dalam masakan serupa, dengan tambahan bunganya yang digunakan sebagai pewarna dalam makanan penutup.
Penulis buku anak-anak Inggris, yakni Alison Uttley, dalam ceritanya The Country Child (1931) tentang kehidupan keluarga di sebuah pertanian Inggris dari sudut pandang seorang anak perempuan petani berusia 9 tahun yaini Susan, menggambarkan cowslip sebagai salah satu bunga favorit tokoh utamanya dan menyebutkan partisipasinya dalam mempersiapkannya untuk membuat wine cowslip, sebuah proses yang penting secara lokal. Setelah persiapan awalnya, wine cowslip "akan berubah menjadi wine kuning berkilauan" yang disajikan dalam "gelas kecil berlekuk" dengan biskuit kepada "pengunjung pagi" penting di pertanian: seperti pendeta pratama yang datang untuk berlangganan, tuan tanah setempat (pemilik tanah) dan pedagang sesekali (hasil pertanian mereka). Wine ini "lebih berharga daripada wine elderberi, yang merupakan minuman untuk cuaca dingin, untuk salju dan hujan es".[22]
Di wilayah tengah dan selatan Inggris, wine manis dan menyenangkan yang menyerupai muscadel dibuat dari bunga cowslip, dan merupakan salah satu wine buatan rumah yang paling sehat dan menyenangkan, dan sedikit bersifat narkotik. Pada masa ketika wine Inggris lebih banyak digunakan, setiap ibu rumah tangga di Warwickshire dapat menghasilkan wine cowslip yang jernih… bunga cowslip masih dijual di banyak pasar untuk tujuan ini, dan gadis-gadis kecil di pedesaan masih berkeliaran di padang rumput selama bulan April dan Mei untuk mencarinya… penduduk desa menggunakannya sebagai salad atau merebusnya untuk dimakan.[23]
Tanaman ini telah disebutkan oleh Plinius Tua karena khasiatnya yang mempercepat pembungaan. Spesies dari genus Primula, bersama dengan tumbuhan ritual lainnya, memainkan peran penting dalam farmasi dan mitologi para druidKeltik, kemungkinan sebagai bahan ramuan magis untuk meningkatkan penyerapan konstituen herbal lainnya. Pada Abad Pertengahan, tumbuhan ini juga dikenal sebagai herba St. Peter atau Petrella dan dicari oleh apoteker Florentina. Hildegardis dari Bingen merekomendasikan bagian obatnya hanya untuk penggunaan topikal, tetapi daunnya juga dikonsumsi sebagai makanan. Nama umum lainnya pada saat itu adalah Herba paralysis, Verbascum, primrose, atau daun mullein. Tumbuhan ini sering salah diidentifikasi atau dikacaukan dengan spesies serupa dari genus Primula.[24]
Referensi
↑"Primula veris L."Plants of the World Online. Royal Botanic Gardens Kew. Diakses tanggal 19 March 2023.
↑Preston, Pearman & Dines (2002). New Atlas of the British Flora. Oxford University Press.
↑Anon. "Cowslip". Word-Origins. Word-Origins.com. Diarsipkan dari asli tanggal 18 July 2011. Diakses tanggal 8 May 2010.
↑Shorter Oxford English dictionary, 6th ed. United Kingdom: Oxford University Press. 2007. hlm. 3804. ISBN 978-0199206872.
↑Grigson G. 1974. A Dictionary of English Plant Names. Allen Lane. ISBN0-71-390442-9
↑Wichtl, Max, ed. (2004). Herbal Drugs and Phytopharmaceuticals: A Handbook for Practice on a Scientific Basis. CRC Press. hlm. 473. ISBN 978-0-8493-1961-7.
↑Howard, Michael (1987). Traditional Folk Remedies: A Comprehensive Herbal. Century. hlm. 128–129. ISBN 978-0-7126-1731-4.
↑Kosenkova, Yu. S.; Polovinka, M. P.; Koarova, N. I.; Korchagina, D. V.; Kurochkina, N. Yu.; Cheremushkina, V. A.; Salakhutdinov, N. F. (2009). "Seasonal Dynamics of Riccardin C Accumulation in Primula macrocalyx Bge". Chemistry for Sustainable Development. 17: 507–511. CiteSeerX 10.1.1.1052.8459.
12Uttley, Alison (1952). The Country Child. London: Faber and Faber. hlm. 156.