Praefectus (jamak: praefecti; secara harfiah “orang yang ditempatkan sebagai pemimpin”), sering diterjemahkan sebagai prefek, adalah gelar umum bagi pejabat yang ditunjuk untuk memimpin suatu tugas, satuan, wilayah, atau cabang administrasi dalam Romawi Kuno. Gelar tersebut digunakan sejak masa Kerajaan Romawi dan Republik Romawi hingga Kekaisaran Romawi dan Abad Kuno Akhir. Kedudukan seorang praefectus sangat beragam: sebagian merupakan pejabat sementara dengan tugas terbatas, sebagian adalah komandan militer menengah, sedangkan beberapa jabatan—seperti praefectus praetorio, praefectus urbi, dan praefectus Aegypti—berkembang menjadi kedudukan tertinggi dalam pemerintahan kekaisaran.[1][2]
Berbeda dari magistrat Republik yang memperoleh kewenangan karena dipilih dalam suatu jabatan publik, seorang praefectus pada dasarnya menjalankan kewenangan yang didelegasikan oleh magistrat, komandan, senat, atau kaisar. Wewenang tersebut tidak melekat pada istilah praefectus sendiri, tetapi ditentukan oleh kata pelengkap dalam gelarnya, pemberi mandat, masa, dan konteks penugasan. Oleh sebab itu, praefectus bukan nama satu jabatan tunggal dan tidak menunjuk satu pangkat yang tetap.[1][3]
Pada masa Kekaisaran, banyak prefektur penting dipercayakan kepada anggota ordo ekuestrian, sehingga jabatan prefek menjadi bagian utama karier pelayanan kekaisaran bagi kelompok tersebut. Namun, tidak semua prefek adalah ekuestrian. Praefectus urbi dan beberapa prefek perbendaharaan berasal dari golongan senator, sementara jabatan lain dapat dipegang oleh mantan centurion, pejabat kota, atau individu yang dipilih khusus untuk suatu keperluan.[3]
Etimologi dan penggunaan istilah
Kata Latin praefectus adalah bentuk partisipel pasif dari kata kerja praeficere, gabungan prae (“di depan”) dan facere (“menempatkan” atau “menjadikan”). Makna dasarnya adalah seseorang yang “ditempatkan di depan” atau “ditugaskan untuk memimpin”. Bentuk feminin Latin adalah praefecta, meskipun jabatan resmi Romawi pada umumnya dipegang laki-laki.[4]
Dalam gelar resmi, praefectus diikuti kata yang menerangkan bidang tanggung jawab. Konstruksinya dapat memakai kasus datif, seperti praefectus praetorio (“prefek bagi markas atau pengawal praetorian”) dan praefectus urbi (“prefek bagi kota”), atau bentuk genitif, seperti praefectus vigilum (“prefek para vigiles”) dan praefectus annonae (“prefek persediaan pangan”). Pemakaian tidak sepenuhnya seragam dan berubah menurut periode serta kebiasaan epigrafis.
Dalam bahasa Indonesia, istilah ini dapat dipertahankan sebagai praefectus apabila merujuk pada kategori gelar Romawi secara umum. Untuk jabatan tertentu, terjemahan “prefek” lazim digunakan, misalnya “prefek kota”, “prefek praetoria”, dan “prefek Mesir”.
Sifat jabatan
Ciri utama suatu prefektur adalah penunjukan dan pendelegasian. Seorang prefek bertindak atas nama pihak yang memiliki otoritas lebih tinggi. Pada Republik, pihak tersebut biasanya seorang magistrat atau komandan dengan imperium. Pada masa Kekaisaran, sebagian besar jabatan penting bergantung langsung pada pengangkatan kaisar.
Konsep ini membedakan prefek dari magistrat biasa, tetapi perbedaannya tidak selalu tetap. Beberapa prefektur yang awalnya bersifat sementara kemudian menjadi lembaga permanen dengan staf, yurisdiksi, dan prosedur sendiri. Praefectus urbi, misalnya, berkembang menjadi pejabat senator yang mengawasi sebagian besar pemerintahan kota Roma. Prefek praetoria berubah dari komandan pengawal menjadi hakim dan pejabat administratif utama, lalu pada Abad Kuno Akhir memimpin wilayah administratif yang sangat luas.
Wewenang prefek dapat mencakup:
komando atas satuan militer, armada, atau garnisun;
pengelolaan kota, wilayah, atau provinsi;
kepolisian dan pemadaman kebakaran;
persediaan pangan dan distribusi gandum;
perbendaharaan serta dana negara;
transportasi dan layanan pos kekaisaran;
yurisdiksi peradilan;
pengawasan masyarakat yang belum sepenuhnya dimasukkan ke dalam struktur provinsi;
pelaksanaan upacara atau tugas kehormatan.
Besarnya kekuasaan tidak dapat ditentukan hanya dari gelarnya. Seorang prefek kohor memimpin satu resimen, sedangkan prefek Mesir menguasai provinsi strategis beserta pasukan, keuangan, dan pengadilannya.
Perkembangan sejarah
Masa kerajaan dan Republik awal
Tradisi Romawi menghubungkan asal jabatan praefectus urbi atau pendahulunya, custos urbis, dengan masa kerajaan. Pejabat tersebut ditinggalkan di Roma untuk mewakili raja ketika penguasa berada di luar kota. Pada masa Republik awal, konsul dapat menunjuk seorang prefek kota selama mereka meninggalkan Roma, terutama saat mengikuti perayaan Feriae Latinae di Gunung Albanus.
Sebagian fungsi pengganti konsul kemudian diserap oleh jabatan praetor urbanus. Prefektur kota lama kehilangan arti politiknya dan bertahan sebagai penugasan seremonial yang dikenal sebagai praefectus feriarum Latinarum causa. Augustus kemudian menghidupkan kembali prefektur kota dalam bentuk baru untuk mengatur Roma ketika ia tidak hadir.[5]
Pada masa Republik, istilah praefectus juga digunakan secara luas bagi perwira yang diberi tugas luar biasa. Penunjukan tersebut tidak membentuk satu korps prefek yang seragam. Komandan dapat mengangkat prefek untuk memimpin sekutu, armada, kavaleri, pekerja khusus, atau wilayah pesisir.
Republik pertengahan dan akhir
Perluasan kekuasaan Romawi menghasilkan lebih banyak kebutuhan akan perwakilan dan komandan yang ditunjuk. Di Italia, wilayah tertentu yang belum memperoleh pemerintahan kota penuh dapat dikelola sebagai praefectura. Seorang praefectus iure dicundo dikirim untuk melaksanakan yurisdiksi atas nama Roma.
Dalam angkatan perang Republik, praefecti socium atau sociorum memimpin bagian pasukan sekutu Italia. Praefectus classis memimpin armada, sedangkan praefectus orae maritimae dapat diberi tanggung jawab atas pertahanan sektor pantai. Gelar praefectus equitum atau equitatus digunakan bagi perwira yang memimpin kavaleri dalam konteks tertentu.
Praefectus fabrum secara tradisional sering diterjemahkan sebagai “kepala insinyur”. Meskipun istilah fabri dapat mencakup pengrajin dan teknisi, pada Republik akhir dan Principatus jabatan tersebut kerap berfungsi sebagai perwira staf atau ajudan pribadi seorang magistrat, gubernur, atau komandan. Pemegangnya tidak selalu memimpin korps teknis yang permanen.[6]
Pembentukan sistem kekaisaran
Pemerintahan Augustus mengubah penggunaan prefektur. Kaisar mempertahankan bentuk pendelegasian Republik, tetapi menjadikannya sarana untuk menempatkan pejabat yang bergantung langsung kepadanya. Jabatan prefek sangat penting karena memungkinkan Augustus mengelola tentara, ibu kota, pasokan pangan, dan provinsi strategis tanpa menyerahkan seluruh kewenangan kepada senator yang menjabat magistratur tradisional.
Setelah menaklukkan Mesir pada 30 SM, Augustus mengangkat seorang ekuestrian sebagai praefectus Alexandreae et Aegypti. Pada masa pemerintahannya atau menjelang akhir pemerintahannya dibentuk atau dibakukan pula prefektur praetoria, prefektur annona, prefektur vigiles, dan berbagai komando ekuestrian. Prosesnya bertahap dan tidak seluruh lembaga dapat diberi satu tanggal pendirian yang pasti.[3]
Pada abad pertama dan kedua, karier ekuestrian semakin terstruktur. Seorang ekuestrian dapat menjalani sejumlah komando militer—yang kemudian dikenal sebagai militiae equestres—sebelum mengisi jabatan procurator dan prefektur tinggi. Pola ini tidak selalu wajib atau identik bagi setiap individu, tetapi prefektur membentuk puncak penting karier pelayanan ekuestrian.[3]
Abad ke-3 dan Abad Kuno Akhir
Pada abad ke-3, perwira dan pejabat ekuestrian memperoleh bagian lebih besar dalam pemerintahan serta komando militer. Komando legiun yang sebelumnya biasanya dipegang senator semakin banyak diberikan kepada praefectus legionis berpangkat ekuestrian. Perubahan ini telah dimulai di Mesir, tempat senator tidak diperbolehkan menduduki komando biasa, dan kemudian diperluas ke bagian lain kekaisaran, terutama pada masa Gallienus.[7]
Prefek praetoria juga memperoleh peran peradilan dan administratif yang semakin besar. Perubahan pada masa Diokletianus dan Konstantinus Agung memisahkan jabatan ini dari komando langsung atas Garda Praetoria. Setelah Garda dibubarkan pada 312, prefek praetoria berkembang menjadi kepala sipil tertinggi yang mengawasi perpajakan, peradilan, pemerintahan provinsi, dan berbagai layanan negara dalam prefektur praetoria.
Pada Abad Kuno Akhir, prefek kota Roma dan Konstantinopel termasuk pejabat berpangkat tertinggi. Administrasi mereka memiliki kantor, arsip, staf hukum, petugas keuangan, dan bawahan dalam jumlah besar. Penelitian modern memandang praefectura urbana bukan sekadar satu jabatan individual, melainkan organisasi birokrasi yang menggunakan berbagai bangunan dan ruang pemerintahan di kota.[8]
Prefektur senator
Meskipun sistem prefektur kekaisaran sering dihubungkan dengan ordo ekuestrian, beberapa jabatan penting secara normal dipercayakan kepada senator.
Praefectus urbi
Praefectus urbi atau praefectus urbanus adalah prefek kota Roma. Dalam bentuk kekaisarannya, jabatan tersebut dihidupkan kembali oleh Augustus dan menjadi permanen pada masa Tiberius. Prefek kota dipilih dari senator senior, sering kali mantan konsul.
Ia mengawasi ketertiban kota, memimpin cohortes urbanae, dan menjalankan yurisdiksi pidana serta sipil yang berkembang dari waktu ke waktu. Dalam Abad Kuno Akhir, kewenangannya mencakup Roma dan kawasan di sekitarnya, pengawasan perkumpulan profesi, pasar, pertunjukan, distribusi, dan sejumlah pejabat kota. Prefek kota juga memiliki kedudukan penting dalam hubungan antara senat dan kaisar.[8]
Setelah Konstantinopel menjadi ibu kota kekaisaran, kota tersebut memperoleh praefectus urbi Constantinopolitanae dengan fungsi yang sebanding, meskipun struktur dan perkembangannya tidak identik dengan Roma.
Prefek perbendaharaan
Beberapa prefek senator mengelola dana publik:
praefectus aerarii Saturni mengawasi aerarium Saturni, perbendaharaan negara tradisional yang berada di Kuil Saturnus;
praefectus aerarii militaris mengelola perbendaharaan militer yang dibentuk Augustus pada 6 M untuk membiayai tunjangan veteran;
pejabat perbendaharaan tersebut biasanya dipilih dari senator yang telah memegang magistratur tertentu, tetapi susunan, jumlah, dan persyaratannya berubah sepanjang Principatus.
Istilah “prefek” dalam jabatan ini menunjukkan bahwa mereka ditugaskan mengelola lembaga tertentu, bukan bahwa mereka menduduki pangkat yang sama dengan prefek praetoria atau prefek Mesir.
Prefek distribusi dan kesejahteraan
Praefectus frumenti dandi mengawasi pembagian gandum gratis kepada warga yang berhak di Roma. Augustus mengangkat beberapa mantan praetor untuk tugas tersebut. Fungsi pengadaan pangan yang lebih luas kemudian berada di bawah praefectus annonae, sedangkan distribusi kepada penerima tetap melibatkan pejabat dan organisasi lain.
Praefectus alimentorum berkaitan dengan pengawasan program alimenta, sistem pembiayaan dan bantuan untuk anak-anak di Italia yang terutama dikaitkan dengan masa Trajanus. Pelaksanaan program melibatkan pejabat pusat dan lokal serta tidak selalu sama di setiap wilayah.
Prefek Feriae Latinae
Praefectus feriarum Latinarum causa merupakan wakil nominal yang ditinggalkan di Roma ketika magistrat utama mengikuti Feriae Latinae. Pada masa Kekaisaran, penugasan singkat ini sering diberikan kepada pemuda dari keluarga senator dan memiliki nilai seremonial serta sosial lebih besar daripada kekuasaan pemerintahan nyata.
Prefektur ekuestrian utama
Praefectus praetorio
Praefectus praetorio atau prefek praetoria pada mulanya memimpin pasukan pengawal yang terkait dengan markas seorang komandan. Di bawah Augustus, jabatan tersebut menjadi komando atas Garda Praetoria, pengawal kaisar. Biasanya terdapat dua prefek, tetapi jumlahnya berubah menurut masa dan keputusan penguasa.
Kedekatan dengan kaisar memberi pemegang jabatan pengaruh yang jauh melampaui tugas militernya. Prefek seperti Sejanus, Sextus Afranius Burrus, Papinianus, dan Ulpianus berperan dalam politik istana, pemerintahan, atau hukum. Kewenangan peradilan prefek berkembang, dan pada masa tertentu putusannya diperlakukan sebagai perwakilan pengadilan kaisar.[9]
Pada abad ke-4, jabatan tersebut diubah menjadi kepala pemerintahan sipil wilayah. Prefek praetoria mengawasi gubernur provinsi, perpajakan, pasokan, layanan pos negara, dan pengadilan. Mereka tidak lagi menjadi komandan Garda Praetoria. Beberapa prefektur teritorial berkembang, antara lain prefektur Galia, Italia-Afrika-Ilirikum dalam susunan yang berubah, Ilirikum, dan Timur. Pembentukan serta pembagiannya berlangsung bertahap dan tidak seluruhnya berasal dari satu reformasi.[10]
Praefectus Aegypti
Praefectus Aegypti, dengan gelar lengkap praefectus Alexandreae et Aegypti, adalah gubernur Mesir setelah wilayah itu dianeksasi Augustus pada 30 SM. Jabatan tersebut dipegang ekuestrian dan merupakan salah satu kedudukan tertinggi yang terbuka bagi kelompok itu. Pemegang pertamanya adalah Cornelius Gallus.
Mesir dianggap sangat strategis karena kekayaan, penduduk, letak, dan pasokan gandumnya. Prefek memegang kewenangan administratif, yudisial, keuangan, dan militer atas provinsi. Senator tidak diperbolehkan memasuki Mesir tanpa izin kaisar, yang mengurangi kemungkinan seorang aristokrat senator menggunakan sumber daya provinsi untuk menantang penguasa.[11]
Prefek didukung oleh pejabat keuangan, ahli hukum, komandan, dan birokrasi yang sebagian meneruskan praktik administratif Ptolemaik. Reformasi pada akhir abad ke-3 mengubah pembagian wilayah dan struktur komandonya. Dalam periode kemudian, gelar praefectus Augustalis digunakan bagi pejabat tinggi di wilayah Mesir, tetapi lingkup dan kedudukannya berubah menurut reorganisasi administratif.[12]
Praefectus annonae
Praefectus annonae bertanggung jawab atas sistem persediaan pangan Roma, terutama pengadaan dan distribusi gandum dari provinsi serta pengawasan jaringan pengangkutan dan penyimpanan. Jabatan ekuestrian tersebut terbentuk pada masa Augustus, kemungkinan antara 7 dan 14 M.[3]
Prefek annona tidak menghasilkan seluruh pangan kota sendiri dan tidak menggantikan semua pejabat distribusi. Ia mengoordinasikan sistem yang melibatkan gubernur, procurator, pemilik kapal, pedagang, gudang, pelabuhan Ostia dan Portus, serta pejabat kota. Pada masa berikutnya, jabatan serupa juga ditemukan di kota-kota penting lain.
Praefectus vigilum
Praefectus vigilum memimpin Vigiles, korps yang dibentuk Augustus pada 6 M untuk pemadaman kebakaran dan penjagaan malam di Roma. Korps tersebut dibagi dalam kohor dan memiliki fungsi kepolisian, penyelidikan kebakaran, pengawasan bangunan, serta penanganan pelanggaran tertentu.
Prefek vigiles adalah pejabat ekuestrian dan memiliki yurisdiksi atas perkara yang berkaitan dengan tugas korpsnya. Jabatan ini sering menjadi salah satu tahap tinggi karier ekuestrian, meskipun urutan karier tidak selalu tetap.
Praefectus vehiculorum
Praefectus vehiculorum mengawasi unsur penting cursus publicus, sistem angkutan dan komunikasi resmi kekaisaran. Tanggung jawabnya berkaitan dengan kendaraan, hewan, stasiun pergantian, izin perjalanan, dan kewajiban masyarakat dalam mendukung layanan tersebut. Struktur pengelolaannya berubah sepanjang masa Kekaisaran dan sebagian fungsi kemudian ditempatkan di bawah pejabat lain.
Prefek sebagai gubernur dan administrator wilayah
Praefectus civitatis
Praefectus civitatis memerintah suatu komunitas atau wilayah yang belum sepenuhnya dimasukkan ke dalam struktur pemerintahan provinsi biasa. Ia dapat bertindak sebagai wakil gubernur atau kaisar dalam tahap peralihan menuju administrasi Romawi yang lebih rutin.
Contoh terkenal adalah para prefek Yudea antara 6 dan 41 M. Pontius Pilatus pernah lama disebut “procurator” berdasarkan tradisi sastra kemudian, tetapi prasasti dari Kaisarea menyebutnya praefectus Iudaeae. Setelah perubahan pemerintahan pada pertengahan abad pertama, pejabat Yudea lebih sering memakai gelar procurator.
Praefectus gentis
Praefectus gentis bertugas mengawasi suatu kelompok etnis, konfederasi, atau masyarakat yang belum sepenuhnya terintegrasi dalam struktur kota Romawi. Jabatan ini terutama dikenal dari Afrika Utara dan wilayah perbatasan. Pemegangnya berhubungan dengan pemimpin lokal, pajak, keamanan, mobilitas kelompok, dan penyelesaian sengketa.
Prefek penguasa klien
Dalam beberapa kasus, Roma memberi gelar praefectus kepada penguasa lokal yang sebelumnya memiliki kedudukan raja atau dinasti. Gelar tersebut dapat menyatakan bahwa kekuasaan mereka kini berasal dari delegasi Romawi. Kasus Marcus Julius Cottius di Alpen Cottia menunjukkan bagaimana gelar prefek digunakan untuk menata ulang hubungan antara dinasti setempat dan negara Romawi tanpa segera menghapus seluruh struktur kekuasaan lokal.[13]
Praefectus Mesopotamiae
Setelah pembentukan provinsi Mesopotamia oleh Septimius Severus, wilayah tersebut diperintah oleh prefek ekuestrian yang juga memiliki komando militer. Susunan ini sering dibandingkan dengan Mesir, meskipun kondisi politik dan struktur administrasinya berbeda.
Prefek militer
Praefectus cohortis
Praefectus cohortis biasanya memimpin satu kohor auxilia. Kohor dapat berupa infanteri atau cohors equitata yang memiliki unsur berkuda. Komando kohor merupakan tahap awal yang umum dalam militiae equestres pada Principatus.
Pada masa awal, beberapa komando dapat diberikan kepada mantan centurion. Sejak abad pertama, khususnya sesudah masa Klaudius, jabatan tersebut semakin teratur sebagai kedudukan ekuestrian. Kekuatan nominal kohor berbeda antara unit quingenaria dan milliaria, tetapi jumlah nyata prajurit tidak selalu sesuai dengan sebutan nominal.[14]
Praefectus alae
Praefectus alae memimpin satu ala, resimen kavaleri auxilia. Komando ala quingenaria menjadi salah satu tahap tinggi dalam karier militer ekuestrian. Prefektur ala milliaria, unit kavaleri besar dengan kekuatan nominal sekitar seribu orang, sangat bergengsi dan hanya tersedia dalam jumlah terbatas.
Prefek ala bertanggung jawab atas pelatihan, disiplin, administrasi, kuda, perlengkapan, dan penggunaan operasional unit. Ia didukung para decuriones, petugas staf, dan personel khusus.
Praefectus castrorum
Praefectus castrorum adalah prefek perkemahan legiun. Jabatan ini umumnya dipegang perwira berpengalaman yang telah mencapai pangkat primus pilus. Ia sering dianggap sebagai perwira ketiga dalam hierarki legiun setelah legatus dan tribune senator, meskipun pembagian tugas berubah menurut keadaan.
Prefek perkemahan mengawasi benteng, bangunan, persediaan, peralatan, bengkel, pekerjaan konstruksi, dan sebagian kegiatan pelatihan. Dalam ketidakhadiran komandan lain, ia dapat memperoleh komando lebih luas. Jabatan serupa juga dapat ditemukan dalam pasukan atau kamp yang menampung lebih dari satu legiun.[15]
Praefectus legionis
Praefectus legionis adalah komandan legiun berpangkat ekuestrian. Pada Principatus awal, legiun di sebagian besar provinsi dipimpin senator dengan gelar legatus legionis, tetapi legiun di Mesir dipimpin prefek karena kebijakan yang membatasi senator di provinsi tersebut.
Pada abad ke-3, penggunaan prefek ekuestrian untuk memimpin legiun semakin luas. Gelar praefectus legionis agens vice legati menegaskan bahwa pejabat tersebut bertindak menggantikan legatus. Perkembangan ini berkaitan dengan meningkatnya peran perwira karier dan berkurangnya monopoli senator atas komando tinggi.[7]
Praefectus classis
Praefectus classis memimpin salah satu armada Romawi. Prefek armada utama di Misenum dan Ravenna merupakan pejabat ekuestrian, sedangkan armada provinsi memiliki kedudukan yang dapat berbeda. Tugasnya mencakup personel, kapal, pangkalan, pengangkutan pasukan, patroli, dan operasi laut atau sungai.
Status jabatan berubah sepanjang Principatus. Beberapa prefek armada berasal dari mantan perwira militer atau procurator. Di bawah mereka terdapat perwira kapal dan personel administratif yang mengurus pelaut, pendayung, marinir, dan perlengkapan.
Prefek pantai, sungai, dan kavaleri
Praefectus orae maritimae diberi pengawasan atas sektor pesisir yang memerlukan pertahanan, patroli, atau koordinasi angkatan laut. Jabatan ini sering bersifat khusus dan tidak merupakan komando standar yang sama di seluruh kekaisaran.
Gelar praefectus ripae digunakan bagi pejabat yang bertanggung jawab atas bagian tepi sungai, jalur air, atau daerah perbatasan, misalnya di sepanjang Danube. Lingkupnya dapat mencakup keamanan, kapal, pos, dan komunitas sekitar.
Praefectus equitum atau equitatus menunjuk komandan kavaleri dalam berbagai konteks. Gelar tersebut harus dibedakan dari magister equitum, jabatan Republik yang berhubungan dengan seorang diktator.
Praefectus socium
Pada masa Republik, praefectus socium atau sociorum memimpin pasukan yang direkrut dari sekutu Italia. Para prefek tersebut merupakan perwira Romawi yang membantu mengatur alae sociorum. Sistem ini kehilangan dasar lamanya setelah Perang Sosial dan pemberian kewarganegaraan kepada sebagian besar penduduk Italia.
Prefek kelompok militer Abad Kuno Akhir
Sumber Abad Kuno Akhir mencatat gelar seperti praefectus Laetorum dan praefectus Sarmatarum gentilium. Pejabat ini berhubungan dengan kelompok pemukim atau komunitas militer yang ditempatkan di wilayah tertentu. Fungsi mereka tidak sepenuhnya seragam dan harus ditafsirkan berdasarkan daftar jabatan, hukum, serta konteks regional.
Prefek sipil dan jabatan lain
Praefectus collegii
Praefectus collegii adalah pemimpin atau pengawas suatu collegium, yakni perkumpulan profesi, keagamaan, pemakaman, atau sosial. Jabatan tersebut bukan prefektur negara yang seragam. Gelar dapat dipakai dalam organisasi lokal sesuai aturan dan tradisinya.
Praefectus iure dicundo
Praefectus iure dicundo ditugaskan melaksanakan peradilan. Pada Republik, pejabat yang dikirim dari Roma dapat mengadili di komunitas Italia yang berstatus praefectura. Dalam pemerintahan kota masa Kekaisaran, gelar yang mirip dapat digunakan bagi wakil yang menjalankan fungsi magistrat lokal.
Praefectus Caesaris
Istilah praefectus Caesaris dapat menunjuk seorang wakil atau pengelola yang bertindak atas nama kaisar. Pemakaian gelar bergantung pada prasasti dan konteks, termasuk dalam lembaga kota atau pengelolaan kepentingan kekaisaran. Gelar ini tidak selalu menunjuk satu kantor pusat yang permanen.
Praefectus fabrum
Praefectus fabrum telah ada sejak Republik dan bertahan hingga sekitar akhir abad ke-2 M. Meskipun namanya berhubungan dengan fabri, pemegang jabatan pada Republik akhir sering merupakan pendamping dan perwira staf pilihan seorang magistrat atau gubernur. Jabatan dapat membantu membangun jaringan patronase dan menjadi awal karier publik, bukan semata-mata komando insinyur.[6]
Kedudukan sosial dan pola karier
Tidak terdapat satu jenjang yang mencakup seluruh praefecti. Kedudukan ditentukan oleh jabatan khusus:
prefek kota biasanya senator senior;
prefek praetoria, Mesir, annona, dan vigiles pada Principatus umumnya ekuestrian;
prefek kohor dan ala merupakan komandan ekuestrian dalam karier militer;
prefek perkemahan biasanya mantan centurion senior;
prefek yurisdiksi atau perkumpulan dapat berasal dari elite lokal;
prefek seremonial Feriae Latinae biasanya pemuda senator.
Karier ekuestrian masa Kekaisaran sering digambarkan sebagai rangkaian komando militer, procuratela, lalu prefektur tinggi. Dalam bentuk yang berkembang, tahapan militernya dapat meliputi:
prefek kohor auxilia;
tribune militer;
prefek ala;
pada sejumlah karier, prefek ala milliaria sebagai tahap keempat.
Setelah pengalaman militer, seorang ekuestrian dapat mengisi jabatan procurator dengan tingkat gaji dan tanggung jawab berbeda. Prefektur vigiles, annona, Mesir, dan praetoria sering digambarkan sebagai rangkaian kenaikan menuju puncak. Namun, bukti epigrafis memperlihatkan variasi besar: tidak semua pejabat melewati seluruh tahap dan faktor patronase, kepercayaan kaisar, keahlian, usia, serta situasi politik sangat menentukan.[3]
Abad ke-3 memperluas peluang bagi prajurit dan keluarga militer untuk memperoleh status ekuestrian. Perubahan tersebut membantu menciptakan elite pejabat yang lebih erat terhubung dengan dinas tentara dan istana.[16]
Wewenang hukum dan administrasi
Prefek memperoleh kewenangan karena mandat, bukan karena gelarnya saja. Surat pengangkatan, keputusan kaisar, hukum, kebiasaan, dan perkembangan kantor menentukan apa yang boleh dilakukan oleh pemegang jabatan.
Beberapa prefek memiliki imperium atau kewenangan yang menyerupai imperium dalam praktik, terutama gubernur Mesir dan komandan militer. Prefek lain memiliki potestas administratif atau yurisdiksi terbatas. Prefek praetoria dan prefek kota memperoleh kekuasaan kehakiman besar pada masa Kekaisaran.
Kantor prefek tinggi dikenal sebagai officium. Kantor tersebut dihuni pejabat pembantu, penasihat hukum, akuntan, juru tulis, arsiparis, kurir, dan pegawai lain. Pada Abad Kuno Akhir, staf secara administratif dapat menggunakan pangkat dan terminologi militer meskipun menjalankan pekerjaan sipil. Hal ini mencerminkan bahasa organisasi negara Romawi, bukan berarti seluruh pegawai merupakan prajurit tempur.[17]
Hubungan antarpejabat tidak selalu berbentuk hierarki sederhana. Prefek, procurator, gubernur senator, komandan militer, pejabat istana, dan lembaga kota dapat memiliki kewenangan yang saling berpotongan. Konflik yurisdiksi dan persaingan pengaruh merupakan bagian dari pemerintahan Romawi.
Perbedaan dengan jabatan lain
Magistrat
Magistrat Republik seperti konsul, praetor, aedile, dan quaestor biasanya dipilih serta memiliki masa jabatan dan kewenangan yang ditentukan hukum publik. Prefek ditunjuk untuk mewakili pihak lain. Namun, prefektur permanen masa Kekaisaran dapat memiliki struktur yang menyerupai magistratur dan kekuasaan yang jauh lebih besar daripada banyak magistrat.
Legatus
Legatus merupakan utusan, wakil, atau komandan yang ditunjuk. Dalam angkatan darat Principatus, legatus legionis biasanya adalah senator yang memimpin legiun, sedangkan praefectus legionis adalah komandan ekuestrian. Keduanya bertindak melalui pendelegasian, tetapi gelar dan jalur sosialnya berbeda.
Procurator
Procurator pada awalnya berkaitan dengan pengelolaan urusan atau harta atas nama pihak lain. Dalam pemerintahan kekaisaran, procurator mengelola keuangan, tanah, kantor, atau provinsi tertentu. Prefek biasanya memegang komando atau tanggung jawab yang dipandang lebih menyeluruh, tetapi batas antara keduanya berubah dan tidak selalu konsisten.
Jabatan gubernur Yudea memperlihatkan perubahan gelar dari prefek menjadi procurator. Di tempat lain, procurator dapat berada di bawah atau sejajar dengan prefek sesuai struktur provinsi.
Praepositus
Praepositus berarti seseorang yang “ditempatkan di depan” dan juga digunakan bagi komandan atau pengawas. Pada Abad Kuno Akhir, istilah ini banyak dipakai untuk penugasan militer sementara atau komando unit. Praepositus dan praefectus dapat memiliki makna yang berdekatan, tetapi tidak dapat selalu dipertukarkan.
Dux, comes, dan magister
Pada Abad Kuno Akhir, komando militer tinggi semakin dinyatakan melalui gelar dux, comes, dan magister militum. Prefek praetoria menjadi pejabat sipil, sementara komando lapangan beralih kepada para magistri militum. Pergeseran tersebut menunjukkan bahwa arti kelembagaan gelar Romawi dapat berubah meskipun nama lama tetap bertahan.
Sumber sejarah
Pengetahuan mengenai prefek berasal dari:
karya sastra dan sejarah, termasuk Tacitus, Cassius Dio, Suetonius, Ammianus Marcellinus, dan penulis hukum;
prasasti karier atau cursus honorum;
diploma militer;
papirus dan ostrakon, terutama dari Mesir;
hukum dalam Codex Theodosianus, Codex Justinianus, dan kompilasi lain;
dokumen dan artefak dari kamp militer, pelabuhan, kantor, dan bangunan pemerintahan.
Prasasti sangat penting karena mencatat gelar resmi dan urutan karier yang tidak selalu muncul dalam karya sastra. Temuan yang dikenal sebagai Batu Pilatus, misalnya, memastikan gelar Pontius Pilatus sebagai praefectus Iudaeae.
Sumber tidak selalu menggunakan istilah secara konsisten. Penulis kemudian dapat menyebut pejabat lama dengan gelar yang lebih dikenal pada masa mereka. Singkatan prasasti juga dapat menimbulkan perdebatan mengenai perluasan gelar. Karena itu, identifikasi jabatan harus mempertimbangkan tanggal, provinsi, kelas sosial, dan karier pemegangnya.
Warisan istilah
Kata “prefek” dan “prefektur” bertahan setelah dunia Romawi. Di Kekaisaran Romawi Timur, beberapa gelar prefek tetap digunakan atau diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani. Kerajaan pasca-Romawi mempertahankan unsur administrasi prefektural, terutama di Italia dan Galia.
Dalam penggunaan modern, “prefek” dapat berarti kepala wilayah administratif, pejabat kepolisian, pimpinan departemen, pejabat gerejawi, atau pengawas sekolah. Sistem prefektur modern di Prancis, Italia, Jepang, dan negara lain tidak merupakan kelanjutan kelembagaan langsung yang seragam, tetapi istilahnya berasal dari tradisi Latin Romawi.
12Berger, Adolf (1953). Encyclopedic Dictionary of Roman Law. Transactions of the American Philosophical Society. Vol.43. Philadelphia: American Philosophical Society. hlm.333–809. ISBN978-0-87169-287-0.{{cite book}}: ISBN / Tanggal tidak kompatibel
↑Eck, Werner (2001). "Praefectus". Der Neue Pauly. Vol.10. Stuttgart: Metzler. hlm.241–246. ISBN3-476-01480-0.
↑Glare, P. G. W., ed. (2012). Oxford Latin Dictionary (Edisi 2). Oxford: Oxford University Press. s.v. “praeficio” dan “praefectus”. ISBN978-0-19-958031-6.
↑Lintott, Andrew (1999). The Constitution of the Roman Republic. Oxford: Oxford University Press. ISBN978-0-19-815068-8.
12Davenport, Caillan (2019). "Cursus and Vita (I): Officers". A History of the Roman Equestrian Order. Cambridge University Press. hlm.238–298. doi:10.1017/9781139506403.007.
12Davenport, Caillan (2019). "Governors and Generals". A History of the Roman Equestrian Order. Cambridge University Press. hlm.433–482. doi:10.1017/9781139506403.012.
12López García, Antonio (2024). "The Rise and Consolidation of a Bureaucratic System: New Data on the Praefectura Urbana and Its Spaces in Rome". Dalam López García, Antonio (ed.). Running Rome and Its Empire: The Places of Roman Governance. Abingdon: Routledge. doi:10.4324/9781003320869. ISBN978-1-032-34178-1.
↑Kelly, Christopher (2004). Ruling the Later Roman Empire. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press. ISBN978-0-674-01564-7.
↑Brunt, P. A. (1975). "The Administrators of Roman Egypt". Journal of Roman Studies. 65: 124–147. doi:10.2307/370067. JSTOR370067.
↑Bowman, Alan K.; Rathbone, Dominic (1992). "Cities and Administration in Roman Egypt". Journal of Roman Studies. 82: 107–127. doi:10.2307/301287. JSTOR301287.
↑Cornwell, Hannah (2015). "The King Who Would Be Prefect: Authority and Identity in the Cottian Alps". Journal of Roman Studies. 105: 41–72. doi:10.1017/S0075435815000952.
↑Southern, Pat (2007). The Roman Army: A Social and Institutional History. Oxford: Oxford University Press. ISBN978-0-19-532878-3.
↑Davenport, Caillan (2012). "Soldiers and Equestrian Rank in the Third Century AD". Papers of the British School at Rome. 80: 89–123. doi:10.1017/S0068246212000062.
↑Terpstra, Taco (2024). "Power and Its Trappings in the Han and Roman Bureaucracies". Dalam Beck, Hans; Vankeerberghen, Griet (ed.). Place and Performance in Ancient Greece, Rome, and China. Cambridge: Cambridge University Press. doi:10.1017/9781009389983.006. ISBN978-1-009-39002-6.
Bacaan lebih lanjut
Berger, Adolf (1953). Encyclopedic Dictionary of Roman Law. Philadelphia: American Philosophical Society. ISBN978-0-87169-287-0.{{cite book}}: ISBN / Tanggal tidak kompatibel
Davenport, Caillan (2019). A History of the Roman Equestrian Order. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN978-1-107-03253-8.
Eck, Werner (2001). "Praefectus". Der Neue Pauly. Vol.10. Stuttgart: Metzler. hlm.241–246. ISBN3-476-01480-0.
Fuhrmann, Christopher J. (2012). Policing the Roman Empire: Soldiers, Administration, and Public Order. Oxford: Oxford University Press. ISBN978-0-19-973784-0.
Kelly, Christopher (2004). Ruling the Later Roman Empire. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press. ISBN978-0-674-01564-7.
Lintott, Andrew (1999). The Constitution of the Roman Republic. Oxford: Oxford University Press. ISBN978-0-19-815068-8.
López García, Antonio, ed. (2024). Running Rome and Its Empire: The Places of Roman Governance. Abingdon: Routledge. ISBN978-1-032-34178-1.
Southern, Pat (2007). The Roman Army: A Social and Institutional History. Oxford: Oxford University Press. ISBN978-0-19-532878-3.
Volkmann, Hans (1972). "Praefectus, praefectura". Der Kleine Pauly. Vol.4. Stuttgart: Metzler. hlm.1097–1102.