Porto-Novo terletak di koordinat 6°28' Utara, 2°36' Timur (6.46667, 2.6). Diarsipkan 2012-08-23 di Wayback Machine.
Sejarah
Porto-Novo diperkirakan didirikan pada akhir abad ke-16 oleh Raja (legendaris) Te-Agdanlin saka Allada. Kota ini mendapatkan namanya dari Bahasa Portugis yang artinya "Pelabuhan Baru". Kota ini awalnya didirikan sebagai pelabuhan untuk perdaganagan budak.
Pada tahun 1863, Inggris, yang aktif di negara sekitarnya yakni di Nigeria, membom kota ini, yang akhirnya meyakinkan Kerajaan Porto-Novo untuk menerima perlindungan Prancis. Kerajaan tetangganya yaitu Kerajaan Abomey keberatan atas keterlibatan Prancis di wilayah tersebut, dan pecahlah perang antara kedua negara tersebut. Pada tahun 1883, Porto-Novo digabungkan dengan Koloni Prancis Dahomey, dan pada tahun 1900 kota ini menjadi ibu kota Dahomey.
Banyak penduduk Afro-Brazilian tinggal di Porto-Novo setelah kembali ke Afrika setelah berkembangnya emansiipasi dari perbudakan di Brazil. Arsitektur Brazil dan makanan menjadi penting dalam kehidupan budaya kota.
Demografi
Porto Novo memilki populasi 234,168 (2005 perkiraan).
Perkembangan populasi:
1979: 133.168 (Sensus)
1992: 179.138 (Sensus)
2000: 210.400 (Perkiraan)
2002: 223.552 (Perkiraan)
2005: 234.168 (Perkiraan)
Adjogan
Musik Adjogan mewabah di Porto-Novo. Musik ini dimainkan dengan peralatan alounloun, suatu tongkat dengan cincin logam dan lonceng yang berbubyi saat tongkat dihentakkan. Konon tongkat tersebut merupakan warisan dari pegawai kantor Raja Te-Agdanlin. Musik ini dimainkan guna menghormati Raja dan para menterinya. Musik ini juga dimainkan di gereja-gereja Katolik di kota, tetapi simbul burung diganti dengan salib.