Pondok Pesantren Kedunglo adalah pondok pesantren yang berlokasi di Kota Kediri, Jawa Timur, Indonesia. Pesantren ini dikenal sebagai pusat pengembangan dan pengamalan Shalawat Wahidiyah serta menjadi salah satu pesantren penting di wilayah Kediri.[1]
Pesantren Kedunglo memiliki keterkaitan erat dengan tokoh Wahidiyah seperti KH Abdul Madjid Ma’roef sebagai penyusun Shalawat Wahidiyah serta KH Abdul Latif Madjid yang kemudian melanjutkan kepemimpinan pesantren.[2]
Sejarah
Pondok Pesantren Kedunglo berkembang sebagai pusat pendidikan Islam sekaligus pusat kegiatan Wahidiyah di Kediri. Pesantren ini berdiri pada abad ke-20 dan berkembang melalui kepemimpinan keluarga ulama yang terkait dengan penyebaran Shalawat Wahidiyah.[3]
Dalam perjalanan sejarahnya, kepemimpinan pesantren berkaitan dengan KH Abdul Madjid Ma’roef sebagai tokoh penyusun Shalawat Wahidiyah. Setelah wafatnya, kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh putranya, KH Abdul Latif Madjid.
Kegiatan
Pesantren Kedunglo menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan seperti pendidikan pesantren, pengajian, mujahadah, serta kegiatan shalawat yang diikuti jamaah dari berbagai daerah.[4]
Selain kegiatan pendidikan dan keagamaan, pesantren juga terlibat dalam kegiatan sosial masyarakat serta hubungan kelembagaan dengan berbagai pihak.[5]
Hubungan dengan Wahidiyah
Pesantren Kedunglo dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan Perjuangan Wahidiyah di Indonesia. Yayasan Perjuangan Wahidiyah yang berkaitan dengan pesantren aktif dalam kegiatan keagamaan serta organisasi masyarakat.[6]
Perkembangan
Dalam perkembangan modern, pesantren Kedunglo tetap menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan di Kediri dan menerima kunjungan tokoh masyarakat serta pejabat daerah.[7]