Ia bekerja sebagai buruh di pabrik Ford di Blanquefort, Gironde.[2] Di situ ia menjadi salah satu penanggung jawab sindikat CGT. Ia dikenal karena keterlibatannya dalam pergerakan yang menentang penutupan pabrik di Blanquefort yang berhasil menyelamatkan 955 lapangan kerja.[3]
Aktivisme politik
Philippe Poutou mulai menjadi aktivis saat masih SMA pada tahun 1984. Pada saat itu ia menyatakan diri sebagai seorang "anarkis, anti-Pinochet, pendukung Mandela, penentang apartheid, anti nuklir, baba-cool." Bersama dengan beberapa temannya, ia bergabung dengan Lutte ouvrière dan menjadi aktivis kelompok tersebut hingga tahun 1996-1997.[4]
Bersama dengan aktivis-aktivis lainnya, ia dikeluarkan dari Lutte ouvrière akibat krisis internal terkait keberhasilan kampanye Arlette Laguiller pada tahun 1995 dan pembatalan proyek pendirian partai buruh yang besar. Mereka yang dikeluarkan membentuk Voix des travailleurs yang bergabung dengan Liga Komunis Revolusioner (LCR) pada tahun 2000.
Pada Oktober 2021, Philippe Poutou ambil bagian dalam pertemuan puncak kontra Afrika-Prancis yang diselenggarakan di Prancis dari 6 hingga 10 Oktober 2021.[7]