Petrus Kanisius dilahirkan di Nijmegen, Belanda dengan nama Peter Kanis. Ayahnya adalah seorang wali kota yang cukup berpengaruh di Nijmegen.[2] Sebagai umat yang lahir di awal reformasi gereja, ia menyaksikan pergolakan hebat dalam tubuh pengikut Kristus.[butuh rujukan]
Pendidikan dan menjadi rohaniwan
Kanisius melanjutkan pendidikan tingginya di Köln, Jerman. Pada usia 19 tahun, ia memperoleh gelar magister.[2] Pada masa inilah, ia bertemu dengan Petrus Faber yang menjadi pembimbing rohaninya selama sebulan. Dengan bimbingan ini, Kanisius memiliki pandangan hidup dan pemikiran yang baru. Hal ini juga yang membuatnya untuk memutuskan masuk dalam Serikat Yesus (SJ) pada usia 22 tahun.
Ia menyelesaikan studi teologi dan ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1546.[3]
Karya
Setelah masuk sebagai Yesuit, Kanisius mendirikan rumah ordo SJ pertama di Jerman. Kemudian hari ia menjadi pengkhotbah yang terkenal, aktif dalam Konsili Trente bersama Ignatius Loyola selama enam bulan di Roma, mengajar di KoleseYesuit pertama di Messina dan merintis pembaruan universitas di Ingolstadt, Bavaria. Dari sana ia pindah ke Wina dengan tugas yang sama. Pengaruhnya di Wina sangat besar. Dengan rajin ia mengembalikan daerah dan kota kepada gereja. Maka dari itu banyak pihak yang tidak menyukainya. Ia menunjukkan, bahwa cara terbaik memperjuangkan iman ialah bukan dengan kekerasan, tetapi dengan berdoa dan bekerja keras. Karya-karyanya yang sangat mencolok: mendirikan sekolah, kolese, seminari, mengajar, berkhotbah, dan menguatkan rohaniawan yang mengalami krisis panggilan.
Buku dan penerbitan
St Petrus Canisius
Tentang pewartaan Injil, ia berpendapat: membela gereja di tanah sendiri sama penting dengan melebarkan gereja di tanah misi. Ia berpandangan jauh ke depan sehingga ia menaruh minat besar pada penerbitan. Ia menyadari bahwa buku dan majalah sangat besar pengaruhnya. Maka ia memberikan dorongan kuat pada karya penerbitan.
Pujangga gereja
Petrus Kanisius dihormarti sebagai pujangga gereja karena tulisannya yang banyak dan sangat bermutu. Karyanya yang terkenal adalah buku katekismus. Karya katekismusnya mencapai 200 edisi dan diterjemahkan ke 12 bahasa berbeda.