Petinju legendaris Indonesia adalah nama-nama dari petinju Indonesia dan kiprahnya yang sudah dimulai sejak tahun 1920-an, pada waktu itu olahraga tinju diperkenalkan oleh bangsa Eropa. Pada mulanya, petinju Indonesia banyak bertanding di pasar malam, baik melawan sesama petinju lokal, maupun melawan petinju dari Eropa.
Nama-nama legendaris dalam sejarah pertinjuan Indonesia
Dari sekian lama sejarah pertinjuan Indonesia, hanya sedikit petinju Indonesia yang berhasil meraih gelar juara yang bergengsi serta layak disebut sebagai petinju legendaris Indonesia, di antaranya:
Petinju Amatir
Dimas anggara Juara Karate Di dunia dan peringkat 1 Olimpiade Dirgantara 1988 Wuhan, China
Syamsul Anwar — meski tidak pernah merebut gelar juara Asia, tetapi kemenangannya atas petinju Amerika SerikatThomas Hearns pada tahun 1976 di final kejuaraan Piala Presiden yang pertama di Jakarta, membuatnya abadi dikenal sebagai salah satu petinju (amatir) Indonesia yang terbaik. Thomas Hearns kemudian melesat kariernya sebagai juara dunia tinju profesional di lima kelas yang berbeda, dan menjadi salah satu petinju legendaris dunia.
Rudy Kairupan - Salah satu petinju amatir Indonesia yang bertanding di kelas welter ringan saat mewakili negara Indonesia di dalam ASIAN Games tahun 1962 di Jakarta bersama Johnny Bolang, Alex Rugebrecht, Masduki, dan Frans Soplanit (kelas bantam)
Johnny Bolang - Merupakan kakak dari promotor tinju legendaris Indonesia, yaitu Boy Bolang. Dan Johnny Bolang sebagai petinju amatir di kelas welter ringan berhasil memberikan medali perunggu untuk Indonesia di dalam ASIAN Games tahun 1962 di Jakarta. Di tahun 1963, Johnny Bolang meraih medali perak untuk kelas welter ringan dalam GANEFO Games di Jakarta. Selain itu, Johnny Bolang juga pernah bertanding tinju mewakili negara Indonesia di Olimpiade XVII tahun 1960 di Roma, Italia.
Petinju Profesional
Wongso Suseno — juara OPBF kelas welter tahun 1975. Ia merupakan petinju profesional Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar bergengsi tingkat internasional.
Thomas Americo — juara OPBF kelas welter yunior, dan petinju Indonesia pertama yang menantang juara dunia, sayang Thomas Americo kalah angka melawan juara kelas welter yunior WBC, Saoul Mamby pada tahun 1981 di Jakarta yang juga merupakan pertandingan perebutan gelar juara dunia yang pertama kali di Indonesia.
Ellyas Pical — juara dunia IBF kelas terbang junior (1985—1989). Petinju Indonesia pertama yang meraih gelar juara dunia.
Chris John — juara dunia kelas bulu WBA (2003—2013). Memegang rekor sebagai petinju Indonesia yang paling lama memegang gelar juara dunia, tanpa pernah kalah, dan sampai Mei 2012, Chris John sudah mempertahankan gelar sebanyak 16 kali.
Hendrik Barongsay — Juara WBC Asian Boxing Council Continental Super Bantam (2012), dan tercatat sebagai salah satu dari sekian petinju Indonesia yang yang merebut gelar dengan kemenangan ko di luar negeri.
Ongen Saknosiwi - juara dunia Kelas bulu (featherweight) versi IBA (2019- ) merupakan petinju profesional Indonesia tercepat yang menjadi juara dunia (8 pertarungan) pada masanya.
Nama-nama petinju profesional Indonesia yang pernah bertanding dalam kejuaraan dunia
Yang berhasil dalam pertandingan perebutan gelar kejuaraan dunia
Ellyas Pical — 3 kali juara dunia kelas bantam yunior versi IBF - menang KO ronde ke-8 atas Ju-do Chun (Korsel) di kejuaraan bantam junior (52,1kg) IBF di Jakarta, 3 Mei 1985. Namun, Pical kalah KO ronde ke-14 saat menantang juara versi WBA, Kaosai Galaxy (Thailand), di Jakarta, 28 Februari 1987.
Yehonya Letluhur — juara dunia kelas terbang. Yehonya meraih gelar pertamanya pada tahun 1984 di Indonesia. Selanjutnya ia dikirim ke Amerika Serikat, Spanyol, Korea, Jepang, Meksiko, dan berbagai negara lainnya untuk bertarung dengan petinju profesional lainnya. Pada tahun 1988, Yehonya berhenti sebagai petinju dan meraih 5 gelar.
Chris John — Juara dunia kelas bulu versi WBA - meraih gelar pertama kali pada tanggal 26 September 2003 saat menundukkan Oscar Leon dari Kolombia di Denpasar, Bali. Sampai kini sudah beberapa kali mempertahankan gelar baik di Indonesia maupun di luar negeri.
Muhammad Rachman — Juara dunia kelas terbang mini versi IBF - merebut gelar pertama kali pada 14 September 2004 setelah mengalahkan Daniel Reyes dari Kolombia. Rachman sudah beberapa kali mempertahankan gelar juaranya, sebelum akhirnya dikalahkan dengan angka oleh Florante Condes (Filipina) di Jakarta, Juli, 2007. Tahun 2010 dia berhasil menjadi juara versi WBA setelah menang KO di ronde 9 atas Kwanthai Sithmorseng di Thailand
Suwito Lagola, meraih gelar juara dunia kelas welter versi WBF dan sempat beberapa kali mempertahankan gelarnya.
Ajib Albarado, meraih gelar juara dunia kelas Super Light weight versi badan Tinju WBF Setelah menang Angka Mutlak Atas Petinju Filipina, Dindo Chanoi pada tahun 1996 di Jakarta. Dia juga sempat mempertahankan Gelar Juara dunia nya beberapa kali.
Daud Yordan, setelah gagal merebut gelar kelas bulu WBA dari Chris John, akhirnya meraih gelar juara dunia versi IBO pada tahun 2012
Yang gagal dalam pertandingan perebutan gelar kejuaraan dunia
Abdi Pohan, dua kali menjajal juara IBF namun semua gagal. Pertama dia kalah angka 12 ronde dari Muangchai Kittikasem (Thailand) dalam upaya merebut gelar kelas terbang junior IBF di Bangkok, 10 April 1990. Satu lagi ia dikalahkan Fahlan Lukmingkwan (Thailand) dalam perebutan gelar kelas jerami IBF di Bangkok, 2 Juli 1991. Abdi juga kalah KO ronde ke-7 dari Jose de Jesus (Puerto Riko) dalam upaya merebut gelar kelas terbang terbang junior WBO di Medan, 10 November 1990.
Husni Ray, kalah angka 12 ronde dari Rafael Torres (Rep. Dominika) dalam upaya merebut gelar kelas terbang mini WBO di Jakarta, 31 Juli 1990.
Said Iskandar, kalah TKO ronde ke-8 dari Fahlan Lukmingkwan dalam perebutan gelar kelas jerami IBF di Bangkok, 14 Juni 1992.
Angky Angkota bertanding dalam kejuaraan dunia versi WBO kelas terbang super (52,2kg) di Mexico melawan Jorge Arce pada tanggal 30 Januari 2010. Dalam pertandingan itu Angky kalah technical decision. Pertandingan dihentikan pada ronde 7 karena benturan kepala yang mengakibatkan pelipis mata Angky pendarahan