Pesanggaran adalah kecamatan di Kabupaten Banyuwangi yang terletak di ujung barat daya. Kecamatan ini berpusat di Desa Pesanggaran yang terdapat Pasar Pesanggaran.[1] 5 desa di Pesanggaran bagian timur dimekarkan menjadi Kecamatan Siliragung pada tahun 2004.[2] Pesanggaran dikenal dengan berbagai pantainya yang indah dan menjadi ikon pariwisata Banyuwangi seperti Pantai Rajegwesi, Pantai Pulau Merah, Teluk Hijau, dan lainnya. Pantai lainnya yaitu Pantai Mustika Pancer memiliki kampung nelayan dengan pelabuhan perikanan yang produktif.[3] Selain itu, juga terdapat Pantai Lampon yang menjadi lokasi Puslatpurmar 07/Lampon yaitu pusat pelatihan MarinirTNI-AL.[4] Pantai di Pesanggaran menjadi saksi terjadinya bencana tsunami tahun 1994 yang menewaskan lebih dari 200 jiwa. Terdapat tugu peringatan di Pancer untuk mengenang tragedi tersebut.[5]
Pesanggaran bagian barat terdapat Taman Nasional Meru Betiri yang sekaligus menjadi pembatas dengan Kabupaten Jember. Meru Betiri adalah kawasan konservasi dataran rendah yang terletak di dua kabupaten. Wilayahnya hijau dan masih asri, serta memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Terdapat fauna seperti lutung jawa, merak, macan tutul, dan elang jawa. Di Banyuwangi, taman nasional ini berada di Desa Sarongan.[6] Desa ini memiliki salah satu kampung terpencil di Banyuwangi, yaitu Dusun Sukamade yang berada di tengah taman nasional.[7] Sukamade memiliki pantai yang indah dan merupakan lokasi yang banyak didatangi penyu untuk bertelur.[8]
Pesanggaran juga memiliki salah satu tambang emas dan tembaga terbesar di Indonesia yaitu Tambang Emas Tujuh Bukit atau Gunung Tumpang Pitu di Desa Sumberagung. Tambang ini dikelola oleh PT Bumi Suksesindo (BSI) di bawah Merdeka Copper Gold Group sejak tahun 2012. Tambang ini dianggap menimbulkan dampak negatif berupa kerusakan lingkungan serta konflik dengan warga lokal yang mengalami kerugian akibat banjir dan menurunnya produksi pertanian dan perikanan.[9][10]
Geografi
Peta lokasi Kecamatan Pesanggaran
Pesanggaran adalah kecamatan yang terletak di barat daya Banyuwangi. Pesanggaran dengan kecamatan lainnya dipisahkan oleh sungai besar bernama Sungai Kalibaru yang bermuara di Laut Selatan, tepatnya di kawasan Pantai Lampon. Geografi Pesanggaran didominasi oleh kawasan perbukitan, tetapi juga banyak areal dataran rendah terutama di bagian timur serta dekat pantai. Bagian dataran rendah di kecamatan ini banyak dimanfaatkan untuk lahan pertanian dengan komoditas utamanya antara lain padi dan buah naga. Selain itu juga terdapat areal perkebunan seperti PTPN XII Kebun Sungailembu dan Sumberjambe yang banyak ditanami komoditas seperti tebu dan karet. Di tengah-tengah perkebunan tersebut terdapat kampung-kampung terpencil seperti Kampung Paal Empat, Paal Enam, dan Sumbergandeng.[11]
Batas wilayah Kecamatan Pesanggaran adalah sebagai berikut:[12]
↑Kandangan merupakan pemekaran dari Desa Sarongan pada tahun 1997.[13]
↑Sumbermulyo merupakan pemekaran dari Desa Sumberagung pada tahun 1997.[14]
Daftar desa persiapan
Desa persiapan berikut ini direncanakan akan menjadi desa definitif beberapa tahun ke depan. Desa ini adalah satu dari 6 desa baru di Banyuwangi yang dimekarkan tahun 2025.
Petik laut dan larung sesaji adalah tradisi yang dilaksanakan di berbagai wilayah pesisir Banyuwangi, salah satunya di kawasan Pantai Lampon di Kecamatan Pesanggaran. Ritual ini digelar setiap tanggal 1 Suro dalam penanggalan Jawa dan bertujuan agar nelayan diberi keselamatan dan hasil tangkapan yang melimpah. Prosesi dimulai dengan arak-arakan sesaji sejauh satu kilometer menuju Pantai Lampon. Sesaji yang dibawa berupa kepala sapi, berbagai hasil bumi, dan hasil laut. Sesajen kemudian dilarung ke tengah laut menggunakan perahu setelah doa bersama. Setelah ritual dilakukan, acara juga dimeriahkan dengan pertunjukkan seni seperti wayang kulit.[16]