Pada tahun 1809, jumlah pasukan Prancis di wilayah Jerman berkurang karena mereka dikirim ke medan perang di Spanyol. Austria mencoba memanfaatkan kesempatan ini dan menyerbu Kerajaan Bayern yang merupakan sekutu Prancis. Walaupun mereka dikejutkan oleh serangan ini, Napoleon berhasil mengalahkan pasukan Austria dan menduduki kota Wina pada awal Mei 1809. Adipati Agung Karl mencoba menghimpun angkatan bersenjata dan kemudian mereka mundur ke sebelah utara Sungai Donau. Maka dari itu, Austria dapat meneruskan perang, tetapi Napoleon meneruskan serangan menjelang akhir Mei.
Pada malam 6 Juli, pasukan Austria, yang masih mampu bertindak, telah memutuskan kontak dengan para pengejar mereka dan Charles berhasil membangun kembali garis depan yang kohesif, meskipun tidak teratur. Keberanian tempur yang luar biasa yang ditunjukkan selama pertempuran malam itu membuat Napoleon bertanya-tanya apakah pasukan Austria akan benar-benar melanjutkan pertempuran keesokan harinya. Kaisar bangun pagi-pagi pada tanggal 7 Juli dan melakukan pengintaian medan perang secara langsung, mencatat kerugian besar dalam jumlah prajurit di kedua belah pihak dan melihat bahwa pasukan Austria telah mundur. Sang Kaisar kemudian kembali ke kemahnya untuk mengurus laporan. Ketika Napoleon membaca laporan dari Étienne Macdonald, ia memanggil Macdonald dan tiba-tiba memeluknya. Pelukan tersebut kemudian disusul dengan pemberian pangkat Marsekal Kekaisaran kepada Macdonald. Macdonald adalah satu-satunya Marsekal Kekaisaran yang diberikan gelar ini di tengah medan pertempuran. Kaisar Napoleon juga mengkritik Auguste de Marmont karena telat sampai ke pertempuran dan memarahi Nicolas Oudinot yang menyerang tanpa perintah Kaisar. Pasukan Prancis melanjutkan pengejaran mereka sekitar pukul 14:00, karena kelelahan ekstrem yang dialami tentara mencegah dimulainya pengejaran lebih awal. Artileri mereka telah menembakkan sekitar 90.000 hingga 100.000 peluru selama pertempuran, yang menyebabkan kereta amunisi kosong dan membutuhkan waktu sebelum dapat diisi kembali.[3]