Pada Februari 1916, Jenderal Nikolai Yudenich berhasil merebut kota Erzurum dan Trabzon. Kota pelabuhan Trabzon memberi keuntungan strategis bagi Rusia karena memungkinkan mereka menerima bala bantuan melalui jalur laut menuju Kaukasus. Menanggapi hal ini, Enver Pasha memerintahkan Tentara Ketiga Utsmaniyah yang saat itu berada di bawah komando Wehib Pasha untuk merebut kembali Trabzon.[3] Namun, serangan yang dipimpin Wehib gagal, dan pada 2 Juli Yudenich melancarkan serangan balasan.[3]
Serangan Rusia menghantam pusat komunikasi Utsmaniyah di Erzincan,[3] memaksa pasukan Wehib mundur serta kehilangan sekitar 34.000 orang,[3] separuhnya jatuh sebagai tawanan perang. Akibatnya, Tentara Ketiga kehilangan kemampuan tempur sepanjang sisa tahun itu, sementara Erzincan jatuh ke tangan Rusia.[4]
Referensi
↑Allen W. E. D., Muratoff Paul. Caucasian Battlefields: A History of the Wars on the Turco-Caucasian Border 1828–1921. Cambridge University Press. 2011. p. 411.