Artikel ini kekurangan informasi dan perlu dikembangkan agar memenuhi standar Wikipedia. Tolong kembangkan artikel dengan melengkapi informasi yang relevan. Rincian lebih lanjut mungkin tersedia di halaman pembicaraan.
Persatuan Sepak Bola Boyolali Indonesia (atau biasa disebut dengan Persebi Boyolali atau hanya Persebi saja) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia asal Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia. Persebi Boyolali lahir pada tahun 1975 dan dikenal dengan julukan "Laskar Pandan Arang".[1][2]
Persebi Boyolali yang juga merupakan klub perserikatan[3] ini, kini bermarkas di Stadion Kebogiro, Boyolali, Jawa Tengah. Para suporter klub sering menggunakan seruan Forza Persebi, yang berarti: "Ayo Persebi!" atau "Semangat Persebi!" sebagai bentuk dukungan dan motivasi bagi klub ini. Variasi lainnya seperti Ale Persebi!, Forza Persebi Boyolali Ale 1975!, dan We Always With You! juga kerap dikumandangkan sebagai bentuk loyalitas dan kebanggaan terhadap klub ini.
Sejarah
Persebi Boyolali memiliki julukan Laskar Pandan Arang. Pada tahun 2006 Persebi Boyolali lolos ke Divisi Satu Liga Indonesia, dan tahun 2007 merupakan tahun pertama klub ini berkompetisi di tingkat tersebut.[4]
Babak 8 besar, Persebi tergabung dengan Persab Brebes, Persiku Kudus dan Persip Pekalongan. Meski mengawali laga dengan kekalahan 2-0 atas Persab Brebes, tetapi Persebi mampu mengalahkan lawannya di kandang dengan skor 1-0 vs Persiku, 3-0 vs Persip dan 4-0 vs Persab Brebes di laga pamungkas. Produktivitas gol kandang sangat membantu Persebi Boyolali untuk lolos ke Semifinal Liga 3 Jateng.
Pada Semifinal Liga 3 Jateng, Persebi harus bertemu Persekat Tegal. Leg 1 terjadi di Stadion Pandan Arang, dan Persebi harus puas dengan skor 1-1 atas Persekat. Pada Leg 2, Skor imbang 0-0 dengan Persekat, dan Persebi gagal menuju final karena gol tandang. Meskipun demikian, Persebi berhasil lolos ke Liga 3 Regional Jawa untuk pertama kalinya setelah 11 tahun penantian. Pada saat undian Liga 3 Regional Jawa, Persebi yang berada di plot pertama bertemu bye yang berarti Persebi langsung lolos, dan kemudian lagi-lagi bertemu Persekat.
Pada tahun ini, tidak ada prestasi menonjol dari Persebi Boyolali. Persebi dipaksa tidak lolos dengan berada di Peringkat 3 di bawah PSIP Pemalang dan PSD Demak. Bahkan hanya menang satu kali di laga terakhir melawan Bajak Laut FC 2000 Semarang. Meskipun demikian, tim Persebi U-15 mampu lolos ke Final setelah membungkam dengan skor 6-1 untuk keunggulan Persebi. Pada laga puncak Persebi harus puas tunduk 3-2 atas Persis U-15 di Stadion Gemilang, Kabupaten Magelang.
Persebi Boyolali berhasil menduduki peringkat 4 setelah terpuruk di putaran pertama di Banyumas, akhirnya Persebi bangkit dari juru kunci ke peringkat 4 saat home tournament di Kendal dan lolos dari juru kunci.
Kompetisi 2013
Persebi Boyolali meraih di posisi ketiga putaran pertama Divisi Satu Badan Liga Amatir Indonesia. Pada saat itu Persebi Boyolali satu grup dengan Persinga Ngawi, Persikaba Blora, Persipa Pati, Tunas Jogja dan PSISra Sragen. Persebi meraih kemenangan atas Persikaba Blora 4-0, dan Tunas Jogja 3-0, sementara itu menelan kekalahan 1-0 dari Persipa Pati, 3-1 dari Persinga Ngawi, dan berbagi hasil seri dengan tim satu karesidenan PSISra Sragen 1-1.
Kompetisi 2011-2012
Persebi Boyolali meraih posisi ketiga di putaran pertama Divisi Satu Liga Prima Indonesia. Pada saat itu, Persebi Boyolali satu grup dengan Persik Kendal, Persipur Purwodadi, Persikaba Blora, Persipa Pati dan PSISra Sragen. Pertandingan pertama Persebi ditundukkan Persikaba 1-0, lalu menelan kekalahan kedua melawan Persipur Purwodadi. Pada laga selanjutnya Persebi menahan imbang Persik Kendal 1-1 dan Persipa Pati 2-2. Kemenangan didapat saat melawan PSISra Sragen dengan skor 1-0 di putaran kedua. Persebi juga mampu membalas kekalahan saat melawan Persikaba dengan menang 1-0. Partai selanjutnya Persebi juga mampu membalas kekalahan saat melawan Persipur dengan skor 2-0. Kemudian Persebi mampu menahan imbang Persipa 1-1 dan Persik kendal 0-0, tetapi menelan kekalahan 2-0 dari PSISra Sragen.
Identitas klub
Logo
Logo lama Persebi (kiri) digunakan sebelum 2017, dan logo baru (kanan) resmi digunakan sejak 2017.
Logo atau lambang dari klub sepak bola Persebi Boyolali pada awalnya menggunakan logo Pemerintah Kota Boyolali, atau dalam beberapa versi terdapat kata PERSEBI di bagian atas logo tersebut.
Pada tanggal 17 Februari 2017 diadakan sayembara desain logo baru untuk Persebi Boyolali. Kemudian pada 27 Februari 2017 terpilihlah salah satu desain logo, yang langsung digunakan Persebi untuk mengarungi Liga 3 2017. Logo terpilih tersebut sampai kini (2025) masih terus digunakan dan menjadi kebanggaan klub sepak bola asal Boyolali ini.
Logo baru ini memiliki beberapa elemen dan makna, seperti yang dijelaskan oleh pemenang sayembara:
Lagu dengan judul "Boyolali Sepenuh Hati Tak Terganti" dirilis melalui platform Youtube oleh channel ARIVONANDA PWH pada 8 Februari 2025. Berdasarkan deskripsi video, besar kemungkinan anggota Serdadu Kota Tersenyum Boyolali ikut turun tangan dalam produksi. Lagu ini mulai terdengar di tribun Stadion Kebo Giro pada Liga 4 2024–2025 Jawa Tengah, dan kemudian sering dinyanyikan setelah tim Persebi Boyolali menyelesaikan laga. Lagu ini juga menjadi saksi saat Persebi Boyolali berhasil menjuarai Liga 4 2024–2025 Jawa Tengah, setelah mengalahkan Persika Karanganyar di partai final yang terjadi di Stadion Jatidiri Semarang.
Bahasa Indonesia
Di sini, kami ada, karena cinta Mendukungmu, penuh rasa bangga Inilah caraku mencintaimu Pahlawanku, tunjukkanlah semangatmu
Bersama Laskar Pandan Arang Kita pasti akan rayakan Lelah kita, pasti terbayarkan
Aku janji, Boyolali, mendukung sampai nanti Boyolali, sepenuh hati, tak terganti Boyolali, sepenuh hati, tak terganti
Persebi Boyolali akhirnya resmi memiliki homebase baru yaitu Stadion Kebo Giro, yang terletak di Desa Paras, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia. Stadion yang mulai dibangun pada tahun 2019 oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali ini dalam perencanaannya akan menghabiskan dana sebesar 22 miliar rupiah.[9] Sayangnya, Pandemi Covid-19 menyebabkan pembangunan terhambat serta kemerosotan ekonomi beberapa daerah, yang menyebabkan biaya total pembangunan stadion mencapai lebih dari 53 miliar rupiah.[10]
Stadion Kebo Giro memiliki total kapasitas penonton berjumlah 12.000 kursi sesuai dengan standar minimal yang ditetapkan FIFA. Pembagian tribun stadion terdiri dari kelas Ekonomi I yang mampu menampung sebanyak 6.000 penonton, kelas Ekonomi II dapat menampung 3.000 penonton, dan kelas VIP untuk 3.000 penonton yang terletak di sisi timur.[10]
Stadion ini juga memiliki fasilitas lain seperti ruang ganti yang dilengkapi dengan kolam jacuzzi, ruang konferensi pers, hingga ruang pemanasan indoor. Lapangan sepak bola juga dilengkapi dengan sistem resapan air, sehingga air hujan yang mengguyur lapangan bisa langsung meresap ke drainase dan tidak mengganggu jalannya pertandingan.[10]
Rumput yang digunakan untuk lapangan ini adalah jenis Zoysia matrella,[10] rumput berkualitas tinggi yang juga digunakan untuk Stadion Utama Gelora Bung Karno. Untuk pengerjaan dan perawatan rumput lapangan, pengelola stadion mempercayakannya kepada PT Harapan Jaya Lestarindo (Lestarindo Soccerfield).
Suporter
Pada awal berdirinya, mayoritas suporter Persebi Boyolali masih terdiri dari pendukung independen atau kelompok-kelompok kecil tanpa nama. Mulai tahun 2000-an, suporter Persebi Boyolali juga merupakan pendukung klub besar lainnya. Contohnya adalah Pasoepati Boyolali (Pasboy), yang merupakan bagian dari Pasoepati, kelompok suporter Persis Solo.
Pasoepati Boyolali sendiri berstatus sebagai koordinator wilayah (Korwil) Pasoepati. Kelompok ini didirikan pada 16 Oktober 2000 oleh Wakil Presiden Pasoepati pertama, Babe Anwar Sanusi, bersama beberapa kelompok suporter Persis Solo yang juga berbasis di Boyolali. Kelompok-kelompok tersebut antara lain: Suku Zombi Manahan, Suku Java, Setan Panasan, Elbilex, New Boy, Bebece, Merah Delima, dan Wong Jie. Pembentukan Pasoepati Boyolali berlangsung dalam sebuah pertemuan yang diadakan di rumah saudara Joko Riyanto di Ngemplak, Boyolali.
Pendirian Pasoepati Boyolali, bersama keberadaan berbagai kelompok suporter lintas klub di Boyolali seperti Jak Mania Kota Susu (Jakotsu), Aremania Kota Susu (AKS), Viking Boyolali (Vikboy), dan Bonek Liar Boyolali, menjadi cikal bakal terbentuknya basis suporter setia Persebi Boyolali di era selanjutnya.
Pada tahun 2007 Persebi untuk pertama kalinya bermain di Divisi Satu Liga Indonesia, kemudian pada tanggal 10 Maret 2007 beberapa suporter Persebi Boyolali bersatu dan mendeklarasikan kelompok suporter bernama "Pasukan Suporter Boyolali" demi menyatukan dukungan.[2]Pasukan Suporter Boyolali ini terkadang disingkat atau disebut sebagai Pasboy, sama persis seperti singkatan dari Pasoepati Boyolali. Penggunaan singkatan "Pasboy" ini tidak menjadi masalah, karena baik Pasukan Suporter Boyolali maupun Pasoepati Boyolali juga diisi oleh orang-orang dari Boyolali.
Tahun silih berganti dan mulai terbentuk kelompok suporter Persebi Boyolali baru. Pada tanggal 14 Februari 2015 berdiri kelompok suporter baru bernama Suporters Persebi Boyolali yang disingkat Superboy, atau terkadang menggunakan nama Superboy Mania. Pada 24 April 2016 di tengah surutnya dukungan untuk Persebi Boyolali, sekumpulan pemuda Boyolali membentuk kelompok suporter bernama Brigade Boys Boyolali (B.B.B) yang pada waktu itu berada di tribun timur bagian tengah Stadion Pandan Arang.
Jumlah suporter Persebi Boyolali terus bertambah seiring waktu. Banyak kelompok suporter baru bermunculan, sementara itu ada beberapa kelompok yang melakukan reorganisasi. Reorganisasi ini dilakukan dengan berbagai cara, seperti bergabung dengan kelompok lain untuk membuat kelompok baru yang lebih besar, memecah anggotanya menjadi beberapa kelompok kecil, atau membentuk kelompok baru di dalam komunitas induk mereka. Pemecahan ini biasanya disebabkan oleh jumlah anggota yang terlalu banyak, serta untuk mempermudah komando atau koordinasi.
Penyebutan sub-kelompok atau unit di dalam komunitas besar ini pun beragam, tergantung pada identitas dan karakter masing-masing. Beberapa istilah yang digunakan antara lain: suku, distric, crew, family, familia, alliance dan lainnya. Contoh dari reorganisasi dapat terlihat pada Brigade Boys Boyolali (B.B.B.) yang menaungi beberapa kelompok seperti Brigadis Boyolali, Serdadu Kota Tersenyum (SKOTS), B.B.B. distric Militance Da Ovest, B.B.B. distric Squadra Eastern Boys (S.E.B.), B.B.B. distric 9, B.B.B. distric North Side Squad (N.S.S.), serta beberapa kelompok lainnya.
Kelompok suporter Persebi Boyolali juga tak luput dari kultur-kultur atau aliran suporter sepak bola. Masing-masing kelompok menerapkan kultur yang berbeda di kelompoknya, seperti Citizenssmile dengan gaya kasual (aliran Casual), Pasboy dengan aliran Mania, dan kultur Ultras yang diterapkan oleh Brigade Boys Boyolali. Ketiga kelompok suporter ini juga menempati tribun yang berbeda ketika Persebi Boyolali berpindah homebase ke Stadion Kebogiro, Citizenssmile berada di tribun barat sisi utara, Pasboy di tribun utara, dan Brigade Boys Boyolali di tribun selatan.
Catatan: Penulisan tahun mengikuti sistem tunggal (2007) atau ganda (2008/2009), sesuai dengan sistem yang digunakan saat masing-masing kompetisi berlangsung. Bagian ini hanya mencantumkan tahun kompetisi yang hasil akhirnya diketahui atau sedang berlangsung.
2004 - Peringkat 7 Divisi Dua A Zona Jawa Tengah Liga Indonesia.
Berikut komposisi skuad untuk Liga 4 Nasional 2025–2026.
Dimana pemain belum menyatakan kewarganegaraannya, kewarganegaraan ditentukan oleh tempat lahir.