Perkecambahan hipogeal (dari bahasa Yunani Kuno ὑπόγειος [hupógeios] 'di bawah tanah', dari ὑπό [hupó] 'di bawah' dan γῆ [gê] 'tanah, tanah') adalah istilah botani yang menunjukkan bahwa perkecambahan tanaman terjadi di bawah tanah. Contoh perkecambahan hipogeal adalah pada tumbuhan seperti jagung, padi, gandum, kelapa, kacang polong, kacang tanah, dan mangga. Kebalikan dari hipogeal adalah epigeal (perkecambahan di atas tanah).[1]