Sebuah konflik kekerasan yang terjadi antara faksi Barat dan Tengah dari para simpanse Ngogo dimulai pada 2015 di Taman Nasional Kibale, Uganda.[1] Karena ada jeda damai di antara faksi simpanse Ngogo, konflik tersebut seringkali disebut sebagai 'perang saudara'.[2] Konflik tersebut disebut oleh The New York Times sebagai peristiwa paling berdarah di kalangan para simpanse dalam catatan sejarah.[3]
Ini menandai konflik besar kedua antara para simpanse yang teramati dalam primatologi, setelah Perang Simpanse Gombe pada 1970an di Tanzania. Sumber-sumber menyebut peran tersebut sebagai peristiwa "berdarah" dengan serangan mematikan dan mutilasi menjadi bagian dari konflik tersebut.[4]