Pengujian Geser Langsung dikenal juga dengan Direct Shear Test adalah uji laboratorium atau lapangan yang digunakan oleh insinyur geoteknik untuk mengukur sifat kekuatan geser dari tanah,[1][2] batuan, atau diskontinuitas dalam massa tanah atau batuan.[3] Uji ini digunakan untuk menentukan parameter kekuatan geser tanah seperti kohesi (c) dan sudut geser dalam (φ) yang menjadi dasar perancangan fondasi, talud, dan konstruksi geoteknik lainnya.[4][5][6] Standar yang umum digunakan antara lain ASTM D3080 di Amerika Serikat, AASHTO T236, dan BS 1377-7:1990 di Inggris. Untuk batuan, pengujian biasanya diterapkan pada batuan dengan kekuatan geser yang rendah, atau untuk menguji diskontinuitas dalam batuan.[7][8]
Uji laboratorium
Prosedur
Pengujian dilakukan pada tiga atau lebih spesimen yang diambil dari sampel tanah yang relatif tidak terganggu. Spesimen ditempatkan dalam shear box, yaitu kotak dengan dua bagian atas dan bawah, dengan bidang geser di tengah. Tegangan normal diterapkan secara vertikal pada spesimen, kemudian bagian atas kotak digeser secara lateral hingga spesimen mengalami kegagalan atau mencapai regangan tertentu. Selama pengujian, beban geser dan pergeseran dicatat untuk membentuk kurva tegangan‑regangan. Beberapa spesimen diuji pada berbagai tegangan normal untuk menentukan parameter kekuatan geser. Hasil pengujian diplot pada grafik dengan sumbu Y menunjukkan tegangan puncak atau residual, dan sumbu X menunjukkan tegangan normal. Intersep garis pada sumbu Y adalah nilai kohesi, sedangkan kemiringan garis menunjukkan sudut geser dalam.[9][10][11]
Kondisi
Spesimen biasanya disaturasi atau dijenuhkan sebelum pengujian, meskipun pengujian juga dapat dilakukan pada kadar air in-situ. Laju geser dapat diatur untuk menciptakan kondisi undrained atau drained, tergantung pada apakah air dalam spesimen dapat mengalir untuk mencegah penumpukan tekanan air pori. Mesin direct shear digunakan untuk mengontrol proses geser dan menghasilkan data konsolidasi-terdrainase dari materialtanah. Prosedur serupa diterapkan pada diskontinuitas batuan, meskipun peralatan dan cara pengujian sedikit berbeda.[12]
Kelebihan dan keterbatasan
Kelebihan pengujian geser langsung antara lain kesederhanaan peralatan dan pengaturan, serta fleksibilitas untuk menguji spesimen pada berbagai kondisi jenuh, drainase, dan konsolidasi. Pengujian ini memiliki keterbatasan antara lain sulit mengukur tekanan air pori secara akurat pada kondisi undrained. Hasil pengujian dapat dipengaruhi oleh posisi bidang kegagalan yang ditentukan oleh konfigurasi shear box. Pada pengujian batuan atau diskontinuitas, skala dan geometri material juga dapat memengaruhi hasil pengujian.[13][14]