Pemompaan bukal adalah "pernapasan dengan pipi", sebuah metode ventilasi yang digunakan pada respirasi yaitu saat hewan menggerakkan bagian dasar mulutnya secara ritmis hingga terlihat dari luar.[1] Hal ini ada cara amfibi mengembangkan paru-paru mereka.
Terdapat dua cara pemompaan bukal, didefinisikan oleh jumlah pergerakan yang diperlukan pada bagian dasar mulut untuk menyelesaikan proses inspirasi dan ekspirasi.
Empat langkah
Pemompaan bukal dalam empat langah digunakan oleh beberapa spesies ikan bersirip kipasbasal dan amfibi air, seperti Xenopus dan Amphiuma.[1] Metode ini memiliki beberapa langkah, yang akan dideskripsikan pada hewan dengan paru-paru dalam keadaan kempes. Pertama, glotis (bukaan pada paru-paru) tertutup, dan lubang hidung terbuka. Bagian dasar mulut lalu terdepresi (diturunkan), memasukkan udara. Lubang hidung lalu tertutup, glotis terbuka, dan mulut mengangkat, memaksa udara masuk ke paru-paru untuk pertukaran gas. Untuk mengempeskan paru-paru, proses dibalikkan.
Ilustrasi pemompaan bukal dalam empat langkah.
Dua langkah
Pemompaan bukal dua langkah menyelesaikan proses dengan lebih cepat, seperti yang terlihat di banyak amfibi.[1] Pada bagian ini, bagian dasar mulut diturunkan, memasukkan udara dari luar dan paru-paru ke kavitas bukal. Ketika bagian dasar mulut dinaikkan, udara didorong keluar dan ke paru-paru; jumlah campurannya biasanya sedikit, sekitar 20%.[2]
Ilustrasi pemompaan bukal dalam dua langkah
Pemompaan gular
Pemompaan gular merujuk pada proses yang sama, tapi tercapai dengan mengembangkan dan menyusutkan keseluruhan tenggorokan untuk memompa udara, alih-alih hanya bergantung pada mulut.
Metode ventilasi ini tidak efisien, tapi digunakan oleh seluruh amfibi yang bernafas dengan udara dan kebanyakan spesies reptil.[3] Secara kontras, mamalia menggunakan diafragma dada untuk mengembangkan dan menyusutkan paru-paru secara langsung. Embrio pari manta juga bernafas dengan pemompaan bukal. Hal ini terjadi karena pari manta melahirkan dan embrio mereka tidak terhubung dengan ibunya oleh tali pusar atau plasenta seperti yang terlihat di beberapa hewan.[4]