Pemilihan umum diadakan di Ceylon (sekarang Sri Lanka) pada 1956. Setelah kematian Perdana Menteri pertama D. S. Senanayake, mantan pemimpin Dewan S.W.R.D. Bandaranaike berpindah ke oposisi untuk membentuk Partai Kebebasan Sri Lanka agar menjadikannya Perdana Menteri.
Latar belakang
Partai-partai Tamil mengkampanyekan untuk mempertahankan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi.