Pemberontakan Bani Najiyah merupakan pemberontakan Khawarij terhadap kekuasaan Khalifah Ali yang dipimpin oleh Al-Khirrit bin Rasyid. Al-Khirrit berhasil mengumpulkan dukungan dari berbagai kelompok yang menolak membayar zakat dan secara umum menentang Ali di tengah kekacauan Fitnah Pertama. Ia juga mendapat bantuan dari warga Kristen setempat dan terlibat pertempuran dengan pasukan Ali di kawasan pantai Teluk Persia, hingga akhirnya dikalahkan.[9][10]
Latar belakang
Pada tahun 658–659, Al-Khirrit bin Rashid, yang sebelumnya ikut bertempur bersama Ali dalam PertempuranJamal dan Pertempuran Shiffin, menyatakan penentangannya terhadap Khalifah. Ia mendatangi Ali bersama 30 penunggang kuda dan berkata, "Demi Allah, aku tidak akan taat padamu, tidak akan salat di belakangmu, dan besok aku akan berpisah darimu." Ali mengajak Khirrit untuk berdiskusi berdasarkan dalil Al-Qur’an. Mendengar hal itu, Abdallah bin Fuqaim menyarankan Khirrit agar tidak meninggalkan Ali, tetapi Khirrit tetap ingin mengambil keputusan setelah berdebat. Kemudian, Mudrik bin al-Rayyan menyatakan kepada Abdallah bahwa ia akan mengikuti Khirrit jika ia benar-benar membelot. Abdallah melaporkan situasi ini kepada Ali dan menyarankan untuk menahan Khirrit, tetapi Ali menolak menahannya sebelum ada tindakan pemberontakan yang nyata.[11][12]
Konflik
Pertempuran al-Madhr
Ziyad bin Khasafah memperingatkan Ali bahwa pembelotan kecil Khawarij dapat memicu lebih banyak pengikutnya. Ali memerintahkan Ziyad mengejar mereka hingga Dair Abi Musa dengan 120–130 tentara. Di Niffah, Khawarij membunuh seorang Muslim dari Kufah hanya karena memuji Ali. Ali mengutuk tindakan itu dan memerintahkan Ziyad tetap di Dair Abi Musa untuk tugas memungut pajak, lalu mengirim surat agar mengejar Khawarij yang telah pindah ke Niffar dan membunuh seorang Muslim. Ziyad diminta mendesak mereka kembali. Jika mereka menolak, Ziyad diminta untuk memerangi mereka dengan memohon pertolongan Allah.[13][14]
Ziyad mengejar Khirrit hingga Jarjarāyā, lalu ke al-Madhr. Khirrit menuduh pasukan Ali mendukung pelaku kejahatan, tetapi Ziyad menegaskan berdiri di pihak Allah, Nabi, dan Sunnah. Negosiasi gagal setelah Khirrit menolak tuntutan keadilan atas pembunuhan seorang Muslim. Pertempuran sengit terjadi, kedua pemimpin terluka, dan malam menghentikan pertempuran. Khirrit mundur ke Ahwaz dengan tambahan 200 pendukung dari Kufah serta dukungan lokal. Ziyad melapor ke Ali, yang kemudian mengirim Ma'qil bin Qais dengan 2.000 prajurit. Ali memuji Ziyad atas tindakannya.[15]
Akibat
Masqalah bin Hubairah asy-Syaibani, gubernur Ali di Ardashirkhurrah, setuju membeli 500 tawanan perang dari Ma'qil seharga satu juta dirham dengan pembayaran cicilan. Akan tetapi, Masqalah membebaskan mereka tanpa sepengetahuan Ali. Ali mengirim surat untuk menegur Masqalah dan menuntut sisa 500.000 dirham. Masqalah datang membayar 200.000 dirham, lalu melarikan diri ke Muawiyah karena tidak mampu melunasi sisanya.[16]
Masqalah mengutus Hulwan untuk membujuk Nuaim bin Hubairah (seorang Syiah dan penasihat setia Ali) agar bergabung dengan Muawiyah. Malik bin Ka'ab al-Arhabi menangkap Hulwan dan membawanya ke hadapan Ali, yang memerintahkan pemotongan tangannya. Hulwan kemudian meninggal. Nuaim mengirim surat kepada Masqalah yang mencela pengkhianatannya. Suku Hulwan dari Bani Taghlib menyalahkan Masqalah atas kematiannya dan menuntut ganti rugi, yang akhirnya disetujui Masqalah untuk dibayar.[17]
al-Ṭabarī, Abū Jaʿfar Muḥammad ibn Jarīr (1996). The History of al-Ṭabarī Vol. 17: The First Civil War: From the Battle of Siffin to the Death of ʿAlī A.D. 656-661/A.H. 36-40. SUNY Press. ISBN978-0-7914-2393-6.
Muir, William (2025). Annals of the Early Caliphate. From Original Sources (dalam bahasa Inggris). BoD – Books on Demand. ISBN978-3-563-93721-1.
الشرقاوي, عبد الرحمن (2012). علي إمام المتقين (dalam bahasa Arab). دار الشروق. ISBN978-977-09-2506-5.
IslamKotob (n.d.). أنوار الفجر في فضائل أهل بدر - ج 1 (dalam bahasa Arab). IslamKotob.
Curtis, Edward E. IV (2012). Islam in Black America: Identity, Liberation, and Difference in African-American Islamic Thought (dalam bahasa Inggris). State University of New York Press. ISBN978-0-7914-8859-1.
Gibb, Sir H. A. R. (1960). The Encyclopaedia of Islam (dalam bahasa Inggris). Brill Archive.
al-Bajuri, Muhammad al-Khudari Bak (2012). The History of the Four Caliphs: ‘Itmām al-Wafā fī Sīrat al-Khulafā (dalam bahasa Inggris). Turath Publishing. ISBN978-1-906949-76-1.
al-Ya'qūbī (1883). Tārīkh Aḥman ibn Abī Yaʻqūb ibn Jaʻfar ibn Wahb ibn Wāḍiḥ al-kātib al-ʻAbbāsī almaʻrūf al-Taʻqūbī (dalam bahasa Arab). Batavorum, E.J. Brill.
Yahya, Hashim al-Mallāḥ (2013). الوسيط في السيرة النبوية والخلافة الراشدة (dalam bahasa Arab). Dar Al Kotob Al Ilmiyah دار الكتب العلمية. ISBN978-2-7451-5673-0.
Sizar (n.d.). Sermons from Imam Ali, Nahj Ul Balagha (dalam bahasa Inggris). Sohale Sizar.
Bukhari, Saiyed BadreAlam A. (2017). The Lineage of Prophet Muhammad pbuh: The Reality of Islam (dalam bahasa Inggris). Saiyed BadreAlam A. Bukhari.
al-Raḍī, Muḥammad ibn al-Ḥusayn Sharīf; Ṭālib, ʻAlī ibn Abī (2000). Imaam Ali Bn Abi-Taalib's Sermons, Letters & Sayings as Compiled by Sayyid Shareef Ar-Razi in Nahjol-Balaagha, Peak of Eloquence (dalam bahasa Inggris). Ansariyan Publications. ISBN978-964-438-073-0.
Sardar, Mhamad (n.d.). KURD AND KURDISTAN (dalam bahasa Inggris). Vevin.
Williams, Jamaal (2024). Muhammad: the Demon Possessed False Prophet of Islam (dalam bahasa Inggris). Jesus Truth Deliverance Ministries. ISBN978-1-304-50377-0.
صفوت, أحمد زكي (2019). جمهرة رسائل العرب في عصور العربية الزاهرة 1-4 ج1 (dalam bahasa Arab). DMC.
الحسين, شريف الرضي، محمد بن (1999). نهج البلاغة: Selection from Sermons, Letters and Sayings of Amir Al-mu'minin ʻAli Ibn Abi Talib (dalam bahasa Inggris). Ansariyan Publications.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.