Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Leningrad (Ленинградская атомная электростанция; Ленинградская АЭСcode: ru is deprecated ; Leningradskaya atomnaya elektrostantsiya; Leningradskaya AES ( pengucapanⓘ )) adalah pembangkit listrik tenaga nuklir yang terletak di kota Sosnovy Bor, Oblast Leningrad, Rusia, di pantai selatan Teluk Finlandia, sekitar 70 kilometer (43mi) di sebelah barat pusat kota Saint Petersburg .
PLTN Leningrad adalah pembangkit listrik pertama di Uni Soviet yang mengoperasikan reaktor berjenis RBMK. Meskipun usianya sudah tua, pada tahun 2012 dan 2013 PLTN Leningrad menempati posisi ketiga dalam kontes tahunan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terbaik.[1] PLTN ini memiliki empat reaktor nuklir tipe RBMK-1000, dengan unit 1 dan 2 merupakan unit generasi pertama yang mirip dengan unit 1 dan 2 PLTN Kursk dan PLTN Chernobyl, sedangkan unit 3 dan 4 merupakan generasi kedua yang mirip dengan reaktor yang digunakan pada PLTN Chernobyl 3 dan 4. Setiap unit memiliki gedung reaktor terpisah, dengan penggunaan ruang turbin digunakan secara bersama-sama oleh 2 reaktor.[2] Pada tahun 2008, PLTN Leningrad II memulai kontruksinya dengan penggunaan 2 reaktor berjenis VVER-1200. Pada akhirnya unit tersebut menggantikan reaktor berjenis RBMK yang dinonaktifkan karena faktor usia.
Kecelakaan pertama terjadi pada 7 Januari 1975, tak lama setelah PLTN ini beroperasi. Sebuah tangki beton dari unit 1 yang berisi gas radioaktif meledak. Tidak ada laporan korban kecelakaan maupun pelepasan zat radiasi.[5][6]
Dalam waktu kurang dari satu bulan kemudian, pada 6 Februari 1975, terjadi insiden pecahnya sirkuit pendingin dari unit 1 dan melepaskan air yang terkontaminasi ke lingkungan sekitar. Insiden ini menewaskan tiga orang dan kecelakaan ini tidak dilaporkan ke media.[5][6]
Pada 28 November 1975, saluran bahan bakar di unit 1 mengalami kehilangan pendinginan sehingga mengakibatkan degradasi (peluruhan sebagian) dari rangkaian bahan bakar nuklir. Terjadi pelepasan radiasi signifikan yang berlangsung selama satu bulan. Penduduk yang terpapar di wilayah Baltik, tidak diberikan pengumuman tentang pelepasan radiasi dan hal ini tidak dilaporkan ke media. Untuk menutupi adanya insiden tersebut, Kementerian Bangunan Mesin Ringan menyalahkan kecelakaan terjadi karena kontruksi yang buruk, bukan pada ketidakstabilan pada rancangan reaktor.[7] Komisi yang ditugaskan untuk menyelidiki insiden tersebut membuat beberapa rekomendasi untuk meningkatkan keselamatan pada reaktor-reaktor RBMK, tetapi rekomendasi tersebut tidak dijalankan.[7] Kecelakaan yang sama kembali terjadi pada unit 1 PLTN Chernolbyl tahun 1982.[5][6][8]
Pada Juli 1976 dan September 1979, kembali terjadi insiden kebakaran di ruang penyimpanan beton yang berisi limbah radioaktif. Hal ini disebabkan karena budaya keselamatan operasional yang buruk. Terdapat kontaminasi terhadap air yang digunakan untuk memadamkan api hingga bocor ke lingkungan sekitar dan masuk ke permukaan air tanah. Insiden ini juga tidak dilaporkan ke media.[8][6]
Insiden berikutnya yang tidak dilaporkan ke media terjadi pada 28 Desember 1990 ketika renovasi terhadap unit 1, yang ditemukan bahwa terjadi pelebaran jarak terhadap saluran bahan bakar dengan cerobong grafit (terkontaminasi pada insiden kecelakaan tahun 1975). Grafit yang telah terkontaminasi tumpah dan terjadi peningkatan radiasi di ruang bawah reaktor. Radiasi terdeteksi dalam radius 6km dari unit tersebut.[8][6]
Pada 3 Desember 1991, karena kurangnya faktor kepatuhan terhadap peraturan keselamatan, terjadi insiden jatuhnya 10 batang bahan bakar yang baru, sehingga menyebabkan kerusakan. Para staf menyembunyikan insiden tersebut dari manajemen PLTN.[6]
Pada Maret 1992, terjadi insiden kecelakaan di PLTN tersebut yang mengakibatkan kebocoran gas radioaktif dan iodin ke udara melalui saluran bahan bakar yang pecah. Insiden ini merupakan kecelakaan pertama yang dilaporkan ke media.[9]
Pada 19 Desember 2015, unit 2 PLTN dihentikan operasionalnya, karena adanya pipa uap yang pecah. Tidak ada pelepasan material terkontaminasi radioaktif.[10]
Pada Desember 2019, PLTN Leningrad II-1 diintegrasikan ke dalam sistem pemanas distrik dan kawasan industri di Sosnovy Bor untuk menggantikan kapasitas pemanas unit RBMK-1000 yang telah dinonaktifkan. Output termal PLTN yang diintegrasikan tersebut sebesar 3,200 MW.[17]
Pada 25 Oktober 2008, Badan usaha milik negara, perusahaan induk yang berbasis di Saint Petersburg Atomenergoproekt, mulai melakukan pengecoran pelat fondasi untuk konstruksi bangunan PLTN Leningrad II unit 1. Proyek ini diperkirakan menelan biaya hampir 70 miliar rubel Rusia (kira-kira 3 miliar dolar Amerika Serikat pada saat itu).[18] Izin konstruksi atas proyek ini diterbitkan pada 22 Juli 2009.[19]
Referensi
↑"Leningrad NPP". rosenergoatom.ru (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 17 Mei 2023.
123Melnikov, N.B.; Malevannaya (Mei 1999), Radiological Safety During the Operation of Nuclear Complex in Sosnovy Bor: Presentation at the international conference ENERGY. ECOLOGY. SAFETY, 25–27 May 1999 (dalam bahasa Inggris){{citation}}:
↑Peachey, Caroline (26 Oktober 2020). "Grid connection for Leningrad-II 2". Nuclear Engineering International (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 26 Oktober 2020.
↑"Construction starts at Leningrad II". World Nuclear News (dalam bahasa Inggris). 27 Oktober 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Februari 2012. Diakses tanggal 28 Juli 2025.