Pemaknaan atau pengambilanmakna (sensemaking) adalah proses ketika orang memberikan makna pada pengalaman kolektif mereka. Hal ini diartikan sebagai "pengembangan retrospektif berkelanjutan dari gambaran yang masuk akal yang merasionalisasi apa yang dilakukan orang" ( Weick, Sutcliffe, & Obstfeld, 2005, hlm. 409 ). Konsep ini diperkenalkan ke studi organisasi oleh Karl E. Weick pada akhir tahun 1960-an dan telah memengaruhi baik teori maupun praktik. Weick bermaksud untuk mendorong pergeseran dari fokus tradisional para ahli teori organisasi pada pengambilan keputusan menuju proses yang membentuk makna dari keputusan yang diwujudkan dalam perilaku.
Definisi
Tidak ada definisi tunggal yang disepakati mengenai pemaknaan, namun terdapat konsensus bahwa hal tersebut merupakan suatu proses yang memungkinkan orang untuk memahami isu atau peristiwa yang ambigu, tidak jelas, atau membingungkan. [1] : 266 Terdapat perbedaan pendapat mengenai makna pemaknaan seputar apakah pemaknaan merupakan proses mental dalam individu, proses sosial, atau proses yang terjadi sebagai bagian dari diskusi; apakah merupakan proses harian yang berkelanjutan atau hanya terjadi sebagai respons terhadap peristiwa langka; dan apakah pemaknaan menggambarkan peristiwa masa lalu atau mempertimbangkan masa depan. [1] : 268 Pembermkanaan lebih lanjut tidak hanya merujuk pada suatu proses, baik mental maupun sosial, yang terjadi dalam organisasi tetapi juga perspektif yang lebih luas tentang apa itu organisasi dan apa artinya bagi orang-orang untuk terorganisasi. [2] Secara keseluruhan, lima aliran pemaknaan yang berbeda telah diidentifikasi. [3]
Referensi
12Brown, Andrew D.; Colville, Ian; Pye, Annie (February 2015). "Making Sense of Sensemaking in Organization Studies". Organization Studies (dalam bahasa Inggris). 36 (2): 265–277. doi:10.1177/0170840614559259. ISSN 0170-8406.