Patin kunyit (Pangasius kunyit) adalah salah satu jenis ikan Patin dari genus Pangasius. Ikan ini tercatat menyebar di sungai-sungai besar di Kalimantan dan Sumatra.
Pengenalan
Ikan patin yang dapat mencapai ukuran besar, panjang total tubuh dapat melebihi 100 cm. Ukuran spesimen museum yang terbesar adalah 702 mm SL (standard length, panjang standar; yakni dari moncong hingga akhir batang ekor, tanpa sirip ekor), dengan panjang total sekitar 830mm.[2]
Kepalanya panjang, agak-agak berbentuk spatulata, lebar dan membundar di bagian moncong. Panjang kepala 21,2-25,4 %SL; lebar kepala 15,7-18,9 %SL; tinggi kepala 10,3-13,4 %SL; dan panjang moncong 45,9-53,9 %HL (head length, panjang kepala). Jarak antara ujung moncong dengan isthmus relatif pendek, 78,5-96,1 %SNL (snout length, panjang moncong). Panjang pelat gigi tambahan (kecil, di kanan kiri pelat gigi vomerin di langit-langit mulut) antara 6,9-14,0 %HL. Jumlah sisir saring 24-32 buah pada lengkung insang yang pertama.[2]
Tubuhnya memanjang, dengan jarak predorsal (predorsal length) 32,8-36,1 %SL. Tinggi tubuh, 3½-4 kalinya sebanding dengan panjang standar. Sebuah duri (patil) yang besar dan kokoh terdapat di awal sirip dorsal (punggung), diikuti dengan 6-7 jari-jari lunak. Sisi belakang patil dorsal dengan gerigi besar yang berjumlah hingga 44 buah. Sebuah duri (patil) pada masing-masing sirip pektoral (dada), masing-masing dengan lebih dari 40 gerigi kuat di sisi belakangnya, serta banyak gerigi halus di sisi depannya. Sirip ventral (perut) dengan 6 jari-jari lunak, dan sirip anal dengan 29-35 jari-jari lunak.[2]
Patin kunyit merupakan ikan konsumsi yang digemari orang, dan biasa tersedia dalam keadaan segar di pasar-pasar setempat, khususnya di sekitar sungai-sungai besar di Sumatra dan Kalimantan. Ikan ini ditangkap dengan jaring insang, dan juga dengan pancing.
Pangasius kunyit berkerabat dekat dengan P. mekongensis yang sejauh ini baru tercatat dari wilayah hilir Sungai Mekong, dan P. sabahensis yang juga baru tercatat keberadaannya dari lokasi tipe, yakni Sungai Kinabatangan di wilayah Sabah. Kedua spesies terakhir ini semula dianggap sebagai takson yang sama dengan P. kunyit, dan baru dipisahkan sebagai jenis yang tersendiri pada tahun 2003.[2]
↑Siregar, RPA. 2004. Aspek Biologi Reproduksi lnduk Ikan Patin Kunyit (Pangasiuskunyit) di Perairan Sungai Kampar Propinsi Riau. Tesis pada Sekolah Pascasarjana, IPB, Bogor. (tidak diterbitkan) (abstrak)