Kabupaten Pasaman terletak di bagian utara Provinsi Sumatera Barat dan dilintasi oleh garis Khatulistiwa, khususnya di wilayah Kecamatan Bonjol, Simpang Alahan Mati, dan Tigo Nagari. Secara geografis, kabupaten ini berbatasan langsung dengan Provinsi Riau di sebelah timur dan Provinsi Sumatera Utara di sebelah utara, menjadikannya salah satu wilayah strategis yang menghubungkan Sumatera Barat dengan provinsi tetangga.
Seperti wilayah Indonesia lainnya, Sumatera Barat, khususnya Pasaman pernah dikuasai oleh kolonial Belanda. Perang melawan penjajahan Belanda di Pasaman dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol yang dikenal dengan Perang Paderi (1821-1830). Karena terlalu banyak permasalahan di kubu Tuanku Imam Bonjol menyebabkan dia dan pengikutnya mengalami kekalahan melawan Belanda.
Sumber pendapatan utama kabupaten Pasaman berasal dari subsektor tanaman pangan. Mesti demikian, Kabupaten Pasaman lebih dikenal karena produksi kelapa sawitnya. Pada tahun 2000, produksi kelapa sawit di kabupaten Pasaman tercatat sebanyak 788.446 ton. Jumlah tersebut dipanen dari areal seluas 78.387 hektare. Di samping kelapa sawit, kabupaten Pasaman juga dikenal akan produksi minyak nilamnya. Minyak nilam yang dihasilkan Pasaman, selain yang dihasilkan Kepulauan Mentawai, merupakan yang terbaik di dunia.
Kabupaten Pasaman memiliki 12 kecamatan dan 62 nagari. Luas wilayahnya mencapai 3.947,63 km² dan penduduk 315.470 jiwa (2017) dengan sebaran 80 jiwa/km².[23][24]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Pasaman, adalah sebagai berikut:
Hasil Sensus Penduduk Tahun 2010, penduduk Kabupaten Pasaman berjumlah 307.245 jiwa. Di antara 12 Kecamatan di Kabupaten Pasaman penduduk terbanyak berada di Kecamatan Lubuk Sikaping dengan jumlah penduduk 62.746 jiwa sekaligus menjadi Ibu kota Kabupaten Pasaman, maupun Pusat Pemerintahannya.
Mayoritas Penduduk Pasaman berasal suku Minangkabau, dan populasi suku Mandailing yang cukup besar. Ada juga suku Jawa dan Melayu dan lain-lain yang menjadi minoritas di Pasaman.
Tokoh
Salah satu tokoh terkenal yang lahir di Kabupaten Pasaman adalah salah satu Pahlawan Nasional Indonesia, Tuanku Imam Bonjol. Peto Syarif Tuanku Imam Bonjol lahir di desa Tanjung Bungo di Kecamatan Bonjol. Tuanku Imam Bonjol adalah seorang pemuka agama yang berwibawa di desanya.
Selain Tuanku Imam Bonjol, perlawanan terhadap penjajah di Pasaman juga dipimpin oleh Tuanku Rao yang memimpin perlawanan di Rao
↑Husein, Ahmad, 1925-1998; Badan Pemurnian Sejarah Indonesia-Minangkabau (1991), Sejarah Perjuangan Kemerdekaan R.I. di Minangkabau/Riau 1945-1950, vol.2, Badan Pemurnian Sejarah Indonesia, hlm.103 & 425, ISBN9794051284 Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)