Paruh-lengkung belang adalah perandai putih mencolok dengan tanda belang hitam tebal. Burung dewasa mempunyai bulu berwarna putih kecuali topi hitam dan bercak hitam di sayap dan punggung. Mereka memiliki paruh yang panjang dan terbalik serta kaki yang panjang dan berwarna kebiruan. Mereka berukuran mencapai 165–1.775 in (420–4.510 cm) panjangnya dengan paruh kira-kira 295–335 in (750–850 cm) serta panjang kakinya kira-kira 3–4 in (7,6–10,2 cm). Lebar sayapnya kira-kira 30–315 in (76–800 cm). Pejantan dan betina terlihat sama. Burung muda menyerupai burung dewasa tetapi dengan warna lebih keabu-abuan dan sepia.
Suara dari burung ini adalah kluit kluit yang bernada jauh, meliuk dan merdu.
Perilaku
Burung-burung ini mencari makan di air payau yang dangkal atau di dataran berlumpur, sering kali menggerogoti paruh mereka dari sisi ke sisi di dalam air (teknik mencari makan yang unik pada paruh-lengkung). Mereka terutama memakan krustasea dan serangga.
Habitatberkembang biaknya adalah danau dangkal dengan air payau dan lumpur gundul. Mereka bersarang di tanah terbuka, sering kali dalam kelompok kecil, terkadang bersama penyeberang lainnya. Tiga hingga lima telur diletakkan di celah yang dilapisi atau di atas gundukan tumbuh-tumbuhan.
Di Inggris
Paruh-lengkung belang punah sebagai spesies berkembang biak di Inggris Raya pada tahun 1840. Keberhasilan rekolonisasinya di Minsmere, Suffolk, pada tahun 1947 menyebabkan diadopsinya logo tersebut sebagai logo Royal Society for the Protection of Birds. Paruh-lengkung belang telah menyebar ke daratan, utara, dan barat di Inggris sejak saat itu dan telah berkembang biak di Wales[1] dan di Skotlandia pada tahun 2018 di Skinflats .[2] Paruh-lengkung belang terlihat saat musim dingin di Browhouses, Dumfries dan Galloway.