Kitab Papañcasūdanī, juga dikenal sebagai Majjhimanikāya-aṭṭhakathā, adalah kitab komentar (ulasan atau penjelas makna) yang menjelaskan isi Majjhimanikāya dalam Suttapiṭaka. Kitab ini disusun oleh Buddhaghosa berdasarkan kitab komentar kuno berbahasa Sinhala pada sekitar tahun 1000 kalender buddhis (sekitar abad ke-5 M).[1] Karya ini bersumber dari kitab komentar kuno berbahasa Sinhala yang pada awalnya diterjemahkan dari bahasa Magadhi atau Pali. Oleh karena naskah aslinya hilang, Buddhaghosa melakukan perjalanan ke Sri Lanka (Pali: Laṅkadīpa) untuk menerjemahkan kembali kitab-kitab komentar tersebut ke dalam bahasa Pali. Nama "Papañcasūdanī" sendiri memiliki arti menertibkan (sūdanī) perkembangbiakan pikiran (papañca).[2][3] Berdasarkan kolofon (nigamanakathā) di akhir kitab, penyusunannya diminta oleh seorang biku bernama Buddhamitta, sesama penghuni wihara Buddhaghosa di Mayūradūtapaṭṭana.[4]
Latar belakang
Buddhaghosa menyusun atau menggubah kitab ini atas permintaan Bhikkhu Buddhamitta Thera.[5] Pada bagian awal karyanya, Buddhaghosa menjabarkan asal usul penyusunan Papañcasūdanī, yakni bahwa kitab ini bertolak dari kitab komentar awal yang dikumpulkan oleh 500 arahat ahli ke dalam bahasa Magadhi atau bahasa Pali pada masa Persamuhan Buddhis Pertama (Pali: Paṭhamasaṅgāyanā). Naskah ini juga mencakup tambahan-tambahan dari ahli dewan persamuhan (saṅgītikāra) di kemudian hari yang memperjelas makna sutta-sutta dalam Majjhimanikāya.
Selanjutnya, Mahinda Thera membawa kitab-kitab komentar ini untuk disebarkan di Sri Lanka dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Sinhala demi memberikan manfaat bagi masyarakat di sana. Oleh karena naskah asli dalam bahasa Magadhi akhirnya hilang seiring waktu, Buddhaghosa datang ke Sri Lanka untuk menerjemahkan berbagai kitab komentar—termasuk tafsir atas Majjhimanikāya—kembali ke dalam bahasa Pali. Dalam proses penerjemahan tersebut, Buddhaghosa juga menyatakan bahwa kandungan naskah telah diselaraskan agar sejalan dengan ajaran para tetua di Mahāvihāra, yang melestarikan ajaran Theravāda secara utuh.[6]
Sumber langsung Papañcasūdanī adalah kitab komentar Sinhala yang disebut Sīhaḷa-Majjhimanikāya-aṭṭhakathā (SMA), yang pada gilirannya berpijak pada Majjhima-mahā-aṭṭhakathā, semacam "komentar besar" hasil pengembangan tradisi Mahāvihāra dari abad ke-1 SM hingga awal abad ke-4 M.[7] Selain kedua sumber utama tersebut, Buddhaghosa turut merujuk pandangan para Porāṇā (guru-guru dahulu), Aṭṭhakathācariyā (guru penyusun komentar), serta beberapa kelompok bhāṇaka (penghafal/pembaca naskah), termasuk perbedaan pendapat di antara sesama Majjhimabhāṇaka sendiri.[8]
Gambaran umum
Papañcasūdanī memiliki karakteristik yang sejalan dengan kitab-kitab komentar lainnya. Penulis menuturkan latar belakang peristiwa di balik disampaikannya suatu sutta, menjelaskan kosakata penting di dalamnya, serta memberikan penjabaran tambahan untuk merincikan doktrin Dhamma yang diajarkan oleh Sang Buddha dalam sutta tersebut. Berdasarkan pembagian strukturnya, kandungan Papañcasūdanī disusun mengikuti pengelompokan bab dalam Majjhimanikāya sebagai berikut:
Komentar Bagian Mūlapaṇṇāsaka
Mūlapariyāyavagga (10 sutta)
Sīhanādavagga (10 sutta)
Opammavagga (10 sutta)
Mahāyamakavagga (10 sutta)
Cūḷayamakavagga (10 sutta)
Komentar Bagian Majjhimapaṇṇāsaka
Gahapativagga (10 sutta)
Bhikkhuvagga (10 sutta)
Paribbājakavagga (10 sutta)
Rājavagga (10 sutta)
Brāhmaṇavagga (10 sutta)
Komentar Bagian Uparipaṇṇāsaka
Devadahavagga (10 sutta)
Anupadavagga (10 sutta)
Suññatavagga (10 sutta)
Vibhaṅgavagga (10 sutta)
Saḷāyatanavagga (10 sutta)
Papañcasūdanī juga mengutip pandangan sejumlah individu atau kelompok anonim (keci, apare, ekacce) yang menurut subkomentarnya (ṭīkā) umumnya dapat diidentifikasi sebagai pandangan sekte Abhayagirivihāra atau kelompok non-Mahāvihāra lainnya, sementara pandangan para sesepuh Mahāvihāra sendiri jarang dirujuk dengan sebutan anonim semacam itu.[9]
Subkomentar
Papañcasūdanī hadir bersama subkomentar (ṭīkā) berjudul Līnatthappakāsana (juga disebut Līnatthapakāsinī), yang secara tradisional diatribusikan kepada Dhammapāla, seorang pengomentar (penafsir) dari India Selatan yang aktif setelah masa Buddhaghosa, kemungkinan pada abad ke-6 M.[10] Sejalan dengan pembagian Papañcasūdanī sendiri, subkomentar ini diterbitkan dalam tiga jilid yang mengikuti struktur tiga paṇṇāsaka Majjhimanikāya: Mūlapaṇṇāsa-ṭīkā, Majjhimapaṇṇāsa-ṭīkā, dan Uparipaṇṇāsa-ṭīkā. Keabsahan atribusi karya ini terhadap Dhammapāla yang sama dengan penulis Paramatthadīpanī masih diperdebatkan di kalangan sarjana.[11]
Edisi dan terjemahan
Naskah Pali Papañcasūdanī diterbitkan secara kritis oleh Pali Text Society dalam lima jilid: Jilid I (1922), Jilid II (1928, disunting J. H. Woods dan D. Kosambi), Jilid III (1933), serta Jilid IV/V (1937–1938, disunting I. B. Horner).[12][13] Terjemahan bahasa Inggris atas bagian awal kitab ini (ulasan Mūlapariyāya Sutta, Sabbāsava Sutta, dan Dhammadāyāda Sutta) dirintis oleh N. A. Jayawickrama dan diselesaikan serta diterbitkan oleh Toshiichi Endo pada 2022 melalui Centre of Buddhist Studies, Universitas Hong Kong.[14]
Phra Brahmagunabhorn, P. A. Payutto (2007) [2550 BE]. พจนานุกรมพุทธศาสน์ ฉบับประมวลศัพท์[Kamus Buddhisme Edisi Kosakata] (dalam bahasa Thai). Bangkok.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)