Abang Abdoellah bin Abang Oenang (Abang Unang) saat mencapai usia dewasa (18 tahun), ditunjuk sebagai penerus dalam administrasi landschap Djongkong (residentie Westerafdeeling van Borneo) dengan nama dan gelar Pangeran Moeda Goesti Alam pada 11 Desember 1899 yang disahkan melalui akta van verban tanggal 11 Desember1899 yang selanjutnya disahkan oleh yang mulia seri paduka government general van netherland indie pada tanggal 19 Februari1900, bergelar Pangeran Moeda Goesti Alam.[7]
Pangeran Muda Gusti Alam, pangeran terakhir Jongkong (1886-1925) menikah dengan puteri raja Kerajaan Selimbau pada tahun 1905.