Pada 1557, sebuah jenis pandemi influenza muncul di Asia, kemudian menyebar ke Afrika, Eropa, dan kemudian Amerika. Flu tersebut sangat meular dan diperhatikan secara mendalam, terkadang dengan gejala-gejala mematikan. Para sejarawan medis seperti Thomas Short, Lazare Rivière dan Charles Creighton mengumpulkan deskripsi-deskripsi demam kataral yang dianggap sebagai influenza oleh para dokter modern[1][2][3][4][5] yang menyerang populasi dengan intensitas terbesar antara 1557 dan 1559.[6][7] Mungkin untuk pertama kalinya, flu tahun 1557 membuat memerintah mengundang para dokter untuk menghimpun organisasi birokratik sebagai tanggapan terhadap epidemi.[4] Peristiwa tersebut juga merupakan pandemi pertama di mana secara patologi berhubungan dengan keguguran[8] dan tercatat secara jelas karena tersebar secara global. Influenza menyebabkan tingkat penguruan yang lebih tinggi, infeksi yang nyaris universal, dan dampak ekonomi ketika pandemi tersebut kembali dalam gelombang-gelombang berulang.
↑Eichel, Otto R. (December 1922). "The Long-Time Cycles of Pandemic Influenza". Journal of the American Statistical Association. 18 (140). Taylor & Francis: 451. doi:10.1080/01621459.1922.10502488. JSTOR2276917.
12Alibrandi, Rosemarie (2018). "When early modern Europe caught the flu. A scientific account of pandemic influenza in sixteenth century Sicily". Medicina Historica. 2: 19–26.
↑Institute of Medicine (US) Forum on Microbial Threats; Knobler, Stacey L.; Mack, Alison; Mahmoud, Adel; Lemon, Stanley M. (2005). The Story of Influenza (dalam bahasa Inggris). National Academies Press (US).