Celepuk mentawai adalah satau satu jenis burung hantu bertubuh kecil yaitu panjang dewasanya adalah 20 cm.[3] Burung ini memiliki bulu berwarna dominan cokelat dengan bintik-bintik. Sementara itu ia memiliki mata berwarna kuning kecoklatan, kaki berwarna abu-abu dan paruh berwarna seperti kuku atau gading.[3] Celepuk mentawai memiliki suara berupa teriakan mirip gonggongan yang berakhir tiba-tiba, seringkali dalam sepasang atau serangkaian nada dengan jarak tertentu.[5] Sama dengan jenis burung hantu lainnya, celepuk mentawai juga merupakan hewan yang nokturnal atau aktif pada malam hari.[6] Makanan utama celepuk mentawai adalah serangga.[3]
Celepuk mentawai adalah burung endemik hanya ditemukan di beberapa pulau di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat.[3] Burung ini tinggal di hutan dataran rendah yaitu antara 0-450 meter di atas permukaan laut.[4] Tempat hidup burung ini adalah mulai dari hutan hujan yang masih asli dan juga di perkebunan masyarakat serta hutan di sekitar tempat tinggal manusia.[7] Burung ini ditemukan di pulau-pulau utama atau pulau-pulau besar di Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat yaitu antara lain Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Pulau Pagai Selatan.[7] Di Pulau Siberut terdapat Taman Nasional Siberut yang terdiri dari Kawasan Suaka Alam ± 132.900 (seratus tiga puluh dua ribu sembilan ratus) hektar, Hutan Lindung seluas ± 3.500 (tiga ribu lima ratus) hektar yang didiami oleh 134 spesies burung.[8] Celepuk mentawai menjadi satu-satunya spesies burung endemik di taman nasional tersebut.[8]
12Kehutanan, Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian. "Profil TN Siberut". ksdae.kehutanan.go.id. Diakses tanggal 2026-02-28. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)