Okarina adalah alat musik tiup kuno yang merupakan sejenis seruling tabung.[1] Okarina merupakan salah satu alat musik tertua, dan diyakini telah ada sejak zaman batu atau sekitar 12.000 tahun lalu.[1][2] Okarina ditemukan di berbagai kebudayaan dengan variasi yang beragam, terutama di Afrika, China, dan Meksiko.[1]
Cara memainkan
Salah satu versi okarina yang paling modern dan banyak dikenal sekarang ini berasal dari Italia, yang mulai dikembangkan pada tahun 1865 oleh Guiseppe Donati.[2][3] Okarina versi Italia ini memiliki 10 lubang berbeda ukuran yang ditutup atau dibuka dengan kombinasi tertentu saat alat ini ditiup untuk menghasilkan nada-nada tertentu.[1] Bila semua lubang ditutup, tidak akan terjadi resonansi sehingga tidak akan terdengar nada apa pun.[3]
Bentuk
Okarina tradisional berbentuk bulat seperti telur dengan beberapa lubang dan memiliki saluran kecil untuk ditiup.[1] Okarina biasanya terbuat dari tanah liat, tetapi ada juga yang terbuat dari plastik dan logam.[1][3] Okarina sering kali dibentuk menyerupai angsa.[1] Kata okarina sendiri berasal dari bahasa Italia yang berarti angsa kecil.[1]
Okarina yang digunakan di Papua terbuat dari tempurung kelapa dan berbentuk menyerupai terong. Pada bagian pangkal dari tempurung terdapat lubang untuk memasukkan tali yang berperan sebagai pegangan.[4]
Penggunaan
Okarina banyak dimainkan oleh satu orang dalam pertunjukkan tunggal.[3] Namun, kadang kala okarina juga dimainkan dalam suatu orkestra atau untuk mengiringi tari-tarian.[3] Beberapa puluh tahun lalu di kala okarina sangat populer, kelompok musik okarina banyak dibentuk.[3] Mereka membawakan berbagai jenis okarina, dari suara bass hingga sopranino.[3] Kini, okarina sudah jarang dimainkan dan lebih sering dijadikan mainan atau cenderamata.[3]
Referensi
12345678(Inggris)
Campbell, M; Greated, CA; Myers, A (2004), Musical instruments: history, technology, and performance of instruments of western music, Oxford University Press, hlm.124, ISBN9780198165040 (Okarina... lihat di Penelusuran Buku Google)
12345678(Inggris)
Collectif,, Musical Instruments Museum MIM, Visitor's guide, hlm.49Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) (1865 lihat di Penelusuran Buku Google)
↑Dewi, Ni Luh Putu Chandra; Estudiantin, Nusi Lisabilla; Yogaswara, Wawan; Yulita, Ita; Moerdianti, Retno (2008). Informasi Koleksi Musik Tradisional Indonesia(PDF). Jakarta: Museum Nasional. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)