Nunuk Nuraini (1961 – 27 Januari 2021), juga dikenal sebagai Bu Nunuk, adalah seorang ilmuwan panganIndonesia yang menemukan berbagai rasa mie instan. Karyanya yang paling terkenal ialah Mie Indomie goreng.[1][2] Mie ini sangat populer di seluruh dunia, sehingga mulai tahun 1995, perusahaan ini telah membangun banyak pabrik diberbagai negara termasuk tiga pabrik di Nigeria.[3] Karena keterkenalan mie ini, ia dijuluki sebagai “Mother of Indomie” oleh pengguna sosial media Indonesia.[4] Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memanggilnya pahlawan bagi anak-anak kos.[5][6] Selain Indomie, Nuraini juga pencipta rasa original dari mie Sarimie dan Supermie.[7]
Perempuan kelahiran Bandung[2] ini merupakan lulusan dari Universitas Padjadjaran di bidang teknologi pangan.[5] Dia bekerja di Indofood sebagai Manajer Pengembangan Rasa Indofood,[2][1] dan bertugas mengembangkan resep selama hampir tiga dekade.[3][5] Dia mengembangkan rasa mie goreng yang populer pada tahun 1982,[4] yang merupakan mie "kering" pertama.[8] Nuraini menciptakan rasa ini dengan bahan-bahan tradisional.[9] Rasa lain yang ia ciptakan antara lain kari ayam,[6] cabai hijau,[4] rendang,[6]telur asin,[4] sambal matah, dan soto.[6] Proses penciptaan bumbu dimulai dengan uji coba dalam jumlah kecil sebelum diproduksi massal. Sosoknya mulai dikenal luas setelah varian Indomie Real Meat diluncurkan pada 2017. Dengan keahlian dan kecintaannya pada memasak, Nunuk menjadi sosok penting di balik cita rasa khas Indomie yang digemari banyak orang.[10] Meski memiliki banyak penggemar, Nuraini jarang tampil di depan umum.[9]
Indomie dinikmati secara global dan telah dipasarkan di 80 negara, termasuk Australia, AS, Kanada, Asia, Afrika, Eropa, dan Timur Tengah. Hingga 2019, Nunuk telah meramu rasa Indomie selama lebih dari 28 tahun. Berkatnya, pada 5 November 2019, Indomie mendapatkan pengakuan oleh Los Angeles Times, salah satu harian Amerika Serikat, sebagai salah satu dari 25 ramen instan terbaik.[11]
Nuraini meninggal pada 27 Januari 2021. Penyebab kematiannya tidak diketahui.[5] Berbagai penghormatan kepada Nuraini diposting di media sosial, dengan ucapan terima kasih serta rasa bangga akan karyanya yang menjadi produk Indonesia yang terkenal.[12]