Nostalgic for the Present Tour adalah tur konser kelima oleh artis rekaman Australia Sia.[1] Leg tur Amerika Utara yang terdiri dari 23 tanggal, yang menampilkan pembuka Miguel dan AlunaGeorge, dimulai di Seattle, Washington's KeyArena pada 29 September 2016 dan berakhir pada 6 November 2016 di Frank Erwin Center di Austin, Texas.[2][3]Maddie Ziegler melakukan tur dengan Sia, bersama dengan beberapa penari panggung lainnya,[4][5] mengeksekusi koreografi Ryan Heffington di atas panggung, sementara Sia bernyanyi di belakang panggung dengan wajahnya ditutupi oleh wig familiarnya.[6][7] Tur ini mendapat ulasan positif dari para kritikus.[8]
Pada November dan Desember 2017, Sia memimpin leg kedua tur, tur stadion pertamanya di Australia, ditemani oleh Ziegler.[9][10]
Latar belakang
Sia melakukan tur di Amerika Utara dan Eropa pada tahun 2010,[11] dan di Australia serta Amerika Utara pada tahun 2011, untuk mempromosikan albumnya We Are Born.[12] Ia kemudian beralih ke penulisan lagu, pensiun dari penampilan selama beberapa tahun.[13][14] Pada tahun 2014, ia merilis album 1000 Forms of Fear, yang, bersama dengan single dan videonya seperti "Chandelier" yang menampilkan Maddie Ziegler,[15] mencapai kesuksesan yang cukup besar, membuat Sia mendapat perhatian publik yang lebih luas.[16] Ketika Sia tampil diberbagai upacara penghargaan, acara televisi dan acara lainnya untuk mempromosikan album tersebut, ia memakai wig yang menutupi sebagian wajahnya dalam upaya untuk mempertahankan privasi dan kendali atas citranya.[17]
Pada April 2016, setelah Sia merilis album ketujuhnya, This Is Acting, ia tampil konser langsung untuk pertama kalinya dalam lima tahun di Coachella Valley Music and Arts Festival. Konser tersebut manmpilkan video proyeksi di atas panggung dengan sketsa koreografi, termasuk beberapa yang menampilkan Ziegler, sementara kelompok tari kecil Sia meniru koreografi video tersebut di atas panggung. Penampilannya mendapat banyak pujian.[18] Pada Juni 2016, Sia mengadakan konser serupa di Red Rocks Amphitheatre di Colorado, menampilkan Ziegler.[19]
Leg Amerika Utara dari tur diumumkan pada 16 Mei 2016.[20] Dari Mei hingga Agustus, Sia tampil di hampir selusin festival dan konser lainnya di Amerika dan negara-negara Eropa dan Timur Tengah,[21][22] menetapkan format yang akan ia gunakan pada Nostalgic for the Present Tour, dengan rombongan tari dan proyeksi video, sambil memakai "topi pita putih besar di atas wig hitam putih yang menutupi wajahnya."[23] Ryan Heffington, koreografer untuk penampilan panggung dan visual tur yang direkam, pertama kali bertemu Sia pada tahun 2013. Kolaborasi mereka, dimulai dengan video "Chandelier" pada tahun 2014, yang membuatnya memenangkan Penghargaan VMA,[24] telah "berbuat lebih banyak untuk meningkatkan standar tari dalam musik pop daripada hampir semua artis saat ini yang mengintergrasikan bentuk-bentuk tersebut."[25]
Pada November dan Desember 2017 Sia menyelesaikan leg kedua tur, sebuah tur mini stadion di Australasia. Dengan tanggal-tanggal ini, ia menjadi solois wanita ketiga yang bermain di stadion-stadion Australia dalam seperempat abad terakhir, setelah Taylor Swift (Red Tour tahun 2013 dan 1989 Tour tahun 2015) dan Madonna (Girlie Show Tour tahun 1993).[9] Ziegler juga menemani Sia untuk penampilan-penampilan ini.[10]
Sinopsis konser
Konser di leg pertama tur dibuka dengan AlunaGeorge,[26] diikuti oleh Miguel, dengan dukungan layar video dan "memainkan guitar yang akhirnya ia tinggalkan untuk menampilkan beberapa gerakan tarian yang luwes, bahkan sedikit gerakan lutut, selama penampilan 50 menitnya yang solid."[27]
Sia memulai penampilannya yang berdurasi 75 menit di tengah panggung, yang kosong kecuali sebuah kotak putih di tengahnya. Ia berpakaian serba putih, memakai wig hitam dan pirang khasnya yang menutupi separuh wajahnya, dilengkapi pita putih besar, dan lipstik merah tebal khasnya. Rok berumbai raksasanya terlihat seperti sekelompok penari yang berkerumun dan Ziegler muncul tidak menarikan nomor pertama, "Alive".[28] Sia kemudian pindah ke sudut belakang panggung untuk sisa penampilannya dan tidak berbicara, kecuali untuk memberikan tepuk tangan. Ada layar video besar di setiap sisi panggung yang menampilkan rekaman awal, koreografi sketsa untuk setiap lagu yang diduplikasi secara dekat oleh penari di atas panggung.[29][30] Video-video tersebut penampilan kameo oleh komik Tig Notaro dalam lagu "Diamonds" dan pemeran Paul Dano di "Bird Set Free", Kristen Wiig di "One Million Bullets", Gaby Hoffmann di "Unstoppable" dan Ben Mendelsohn di "Breathe Me",[27] masing-masing "dipasangkan dengan para penari di atas panggung untuk menciptakan karya seni penampilan yang mengesankan."[31]
Pameran adopsi anjing
Untur tur tersebut, Sia bermitra dengan berbagai organisasi penyelamat untuk mengadakan pameran adopsi anjing di setiap konsernya.[32][33]
Penerimaan kritikus
Reaksi kritikus terhadap bagian pertama tur dimulai dengan ulasan yang sebagian besar positif dan secara umum menjadi lebih antusias seiring berjalannya tur. Mengulas malam pembukaan tur, Owen R. Smith menulis untuk The Seattle Times:
Sia menggunakan lagu dari album hitnya tahun 2016 This Is Acting untuk menciptakan sketsa visual yang kuat. Konser arena yang langka ini memiliki nuansa ketegangan dan misteri yang nyata. ... [Sia menempatkan] dirinya di sisi terjauh dari ruang penampilan putih ... aransemen yang aneh tetapi tidak terduga ini menempatkan fokus sepenuhnya pada aspek visual penampilan. Karena sayangnya tidak ada kelompok musik live dan Sia sendiri hanya melakukan sedikit hal selain menyanyikan versi lagu-lagunya yang sempurna meskipun agak hafal, bukan tidak mungkin untuk bertanya-tanya untuk apa kami membutuhkannya. Bagaimanapun, ada serangan visual magnetis untuk difokuskan, dipimpin oleh penari berusia 14 tahun Maddie Ziegler, yang telah membintangi lima video musik Sia sejak tahun 2014. ... Sebagian besar waktu, tariannya melengkapi musik dengan sempurna dan meminta anda untuk memperhatikan dengan cara yang berbeda dari kebanyakan penampilan. ... Tapi Sia adalah kehadiran yang begitu pasif, ketika segala sesuatunya tidak begitu menarik secara visual, tidak banyak lagi yang menarik anda.[4]
Sia pada tahun 2016
Untuk The Mercury News, Jim Harrington berkomentar: "Ia membiarkan para penarinya menguasai panggung utama, membawakan sandiwara/penampilan demi sandiwara penampilan lainnya saat Sia membawakan soundtrack. ... Hal ini melanggar semua aturan umum konser pop, yang biasanya dirancang untuk memfokuskan seluruh perhatian penonton pada bintang penampilan. Namun, pertaruhan berani Sia membuahkan hasil, menghasilkan salah satu penampilan paling asli dan memuaskan pada tahun 2016."[34] Azucena Rasilla untuk KRON-TV mencatat: "Produksi teater yang luar biasa ini membuat penonton konser kagum dengan betapa indahnya, meskipun agak singkat (sekitar satu jam lima belas menit,) dan betapa menyenangkannya konser tersebut secara visual. ... Vokal [Sia] yang kuat membawa kita ke dunia musik yang magis."[29] Ed Masley dari The Arizona Republic menggambarkan penampilan tersebut sebagai "sebagian seni penampilan, sebagian tari interpretatif. ... [Sia] terdengar luar biasa. ... Ada begitu banyak emosi yang mentah dalam lagu-lagunya. Dan anda pasti bisa mendengarnya dalam suaranya, tetapi itu menjadi lebih mendalam. ketika anda juga dapat membacanya di wajah penarinya, terutama Ziegler. ... Seluruh penampilan dipentaskan dengan brilian, dengan satu lagu mengalir mulus ke lagu lainnya".[30]
Leslie Ventura menulis untuk Las Vegas Weekly: "Sia mengajak kita berdiskusi tentang kondisi manusia ... melalui visual, lagu dan tarian. ... Penampilannya yang diproduksi dengan sempurna dan menggugah ... [berkomentar] tentang berbagai situasi dan emosi – depresi, panik, kelelahan, sakit hati, kepolosan dan kekuatan. ... Ziegler ... menari dengan penuh semanagat di samping penyanyi ini, menambahkan dimensi dan bobot pada vokal dramatisnya."[31] Menurut Josh Klein dari Chicago Tribune, Sia adalah "sekumpulan kontradiksi yang menarik dan membuat frustrasi." Ia menampilkan lagunya yang sangat personal "dengat semangat yang nyata, tetapi ... mendelegasikan emosi yang sesungguhnya kepada Ziegler dan penari-penari lainnya. ... Sia mendorong suaranya yang kuat hingga batas maksimal, tetapi ada yang sebenarnya terjadi di balik kerudung rambutnya tetap tidak dapat dipahami", menambahkan "sebuah penghalang antara penyanyi dan penonton".[6] Gary Graff, di Michigan's Daily Tribune, merasa bahwa meskipun konser itu "berani dan berbeda", konser itu sebenarnya dirancang untuk teater yang lebih intim, daripada arena. Ia juga mencatat: "Para penari langsung disnkronkan dengan sangat baik dan rekan-rekan mereka yang difilmkan sehingga tidak terkadang butuh waktu semenit untuk memastikan bahwa apa yang ada di panggung memang TIDAK sama dengan layar."[28]
AlunaGeorge, 2013
Mengenai penampilan pembuka, Masley mencatat: "Penampilan ini juga menampilkan dua pembuka yang kuat – AlunaGeorge dan Miguel yang sangat funky".[30] Lindsay Sanchez dari Radio.com milik CBS Local Media berpendapat bahwa AlunaGeorge memiliki kekuatan bintang". Ia berkomentar: "Irama dansa elektro AlunaGeorge yang khas ... menggetarkan seluruh arena. ... Ia memiliki semacam penampilan panggung yang bada– yang cocok untuk panggung berukuran berapa pun ".[26] Robson menulis: "Miguel, adalah seorang pemain sandiwara yang sensual dan seksi dengan latar belakang ras campuran yang menyukai perpaduan kuat anatara funk yang nakal dan rock yang powerful."[7] Klein menyebut Miguel "seorang penampil yang magnetis dan sangat eksrovert. Dengan kata lain, ia adalah kebalikan dari Sia. Namun terlepas dari semua energi dan karisma Miguel, terlalu banyak jalan memutar yang berliku-liku (termasuk daya tarik yang terhormat untuk memilih) membuat penampilan tersebut tidak mencapai momentum yang berarti."[6]
Kemudian dalam tur tersebut, Greg Bouchard menulis tentang konser Toronto di Exclaim!: "Di ACC yang besar dan penuh sesak, Sia melakukan sesuatu yang sayangnya tidak ia lakukan – ia terhubung dengan penonton, dan entah bagaimana berhasil memberikan penampilan yang intin di sebuah arena."[35] Jason Lipshutz dari Billboard mencatat bahwa penampilan Sia mendapat "respons yang meriah" dari penonton New York, berkomentar:
Tidak ada candaan panggung, gerakan palsu atau penyimpangan dari setlist yang sudah biasa ... setiap detail yang telah direncanakan sebelumnya sungguh memukau. ... Kehadiran Ziegler menambah energi nakal, seolah gerakan yang diulang-ulang tak mampu menangkap isi hati di balik mata lebar dan senyum canggung itu. Kurangnya gerakan [Sia] ... menggarisbawahi kekuatan vokalnya yang kuat melalui isolasi. ... Tahun ini menampilkan beberapa penampilan pop yang luar biasa ... Namun, tidak ada yabg semenarik kreativitas Sia di atas panggung".[8]
Pada konser terakhir dari putaran pertama tur, Alejandra Ramirez dari The Austin Chronicle menilai bahwa penampilan Sia adalah "salah satu yang paling inovatif" di Frank Erwin Center, dan bahwa kurangnya gerakan dan penghindarannya dari "penampilan kesombongan gemerlap pop yang biasa ... memperbesar kekuatan vokalnya, memantul dari nyanyian terengah-engah di 'Elastic Heart', jeritan serak di 'Chandelier', dan irama yang bergeser di 'The Greatest'. ... [I]a berputar-putar di sekitar industri yang seksis dan ageis. Sia menghancurkan stereotip standar tentang seperti apa seharusnya seorang bintang pop."[36]
Daftar lagu
Daftar lagu ini adalah lagu Sia pada 1 Oktober 2016.[34] Delapan dari enam belas lagu berasal dari album Sia tahun 2016 This Is Acting (termasuk "The Greatest", yang ada di versi Deluxe album). Empat lagu berasal dari albumnya tahun 2014 1000 Forms of Fear, sementara yang lainnya berasal dari berbagai album sebelumnya, lagu yang ia tulis untuk artis lain, dan lagu yang menampilkannya.[37]