Kehidupan awal
Agwu lahir di Enugu, Nigeria, sebagai putri dari dua orang guru, Jacob Ukeje Agwu yang berasal dari Nigeria, dan Europa Lauretta Durosimi Wilson, yang berasal dari Sierra Leone. Selama Perang Saudara Nigeria, keluarganya mendukung pihak Biafra, dan rumah mereka di Umuahia hancur akibat serangan bom dari pasukan Nigeria. Pada tahun 1968, Agwu bersama ibunya dan saudara-saudaranya meninggalkan Nigeria menggunakan pesawat evakuasi terakhir yang membawa warga Biafra menuju kamp pengungsi di Guinea Ekuatorial. Mereka kemudian dipindahkan ke berbagai kamp pengungsi di Liberia dan Sierra Leone. Setelah meninggalkan kamp pengungsi, mereka berusaha menuju rumah neneknya di Sierra Leone, tetapi rumah tersebut telah terbakar, menyebabkan mereka kehilangan tempat tinggal. Sebagian besar anggota keluarganya kembali ke Nigeria setelah perang berakhir pada tahun 1970 dan bergabung dengan ayah Agwu yang telah meninggalkan dinas pemerintah untuk menjadi seorang petani. Agwu tetap tinggal di Freetown, Sierra Leone, di mana ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Dasar Fourah Bay College dan kemudian di Sekolah Memorial Annie Walsh.[2]
Pendidikan
Pada tahun 1980, Agwu kembali ke Nigeria dan melanjutkan studinya di Universitas Nigeria, Nsukka, di mana ia meraih gelar sarjana dalam bidang matematika dengan pujian pada tahun 1984. Atas rekomendasi dua dosen universitasnya, James OC Ezeilo dan Isabelle Adjaero, ia melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Connecticut, tempat Adjaero memperoleh gelar doktornya. Agwu memulai studi pascasarjananya pada tahun 1987, setelah sebelumnya bekerja sebagai ahli statistik pemerintah dan dosen di Politeknik Kaduna. Meskipun awalnya ia menghadapi kendala dalam melanjutkan pendidikannya karena kekurangan dana, Agwu akhirnya dapat melanjutkan studinya berkat dana yang diperoleh melalui penghargaan perjalanan dari Asosiasi Matematika Amerika dan beasiswa yang mendanai penelitian tentang penggunaan sejarah matematika dalam pengajaran.[2]
Agwu menyelesaikan gelar master dalam bidang matematika di Universitas Connecticut pada tahun 1989. Selanjutnya, ia melanjutkan studi di Universitas Syracuse, di mana ia meraih gelar Ph.D. dalam pendidikan matematika pada tahun 1995. Disertasinya yang berjudul Menggunakan Pengaturan Laboratorium Komputer untuk Mengajarkan Kalkulus Perguruan Tinggi dibimbing oleh Howard Cornelius Johnson. Selama masa studinya di Syracuse, program pendidikan Agwu juga mencakup studi gender dan pendidikan multikultural. Selain itu, ia aktif dalam organisasi kampus dan menjabat sebagai presiden Persatuan Mahasiswa Afrika serta Asosiasi Mahasiswa Internasional.[2]
Karier dan Kontribusi
Agwu diangkat sebagai Koordinator Pusat Pengajaran dan Pembelajaran di Borough of Manhattan Community College, di mana ia bertanggung jawab untuk memimpin dan mengembangkan inisiatif-inisiatif yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran di perguruan tinggi tersebut.[3] Pada tahun 2009, Agwu menjabat sebagai presiden cabang Kota New York dari American Association of University Women (AAUW), dengan fokus pada agenda untuk mendorong partisipasi anak perempuan dan perempuan dalam bidang STEM serta meningkatkan kesehatan di komunitas minoritas. Pada tahun 2014, Agwu kembali ke Nigeria dalam sebuah kunjungan yang disponsori oleh Carnegie Africa Diaspora Fellowship, yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara diaspora Afrika dan institusi pendidikan di benua tersebut.[2]
Ketertarikan Agwu pada etnomatematika bermula dari pengembangan kursus matematika diskrit yang dirancang untuk memenuhi persyaratan perguruan tinggi, yang mengharuskan mahasiswa mengambil kursus menulis intensif. Pekerjaannya dalam bidang ini mencakup penggunaan cerita sebagai alat untuk membantu siswa memahami materi matematika dengan lebih baik. Selain itu, ia juga memeriksa struktur matematika dalam seni dan budaya, seperti boneka Ndebele, tekstil Afrika, dan permainan Mancala, untuk menunjukkan hubungan antara matematika dan tradisi budaya.[4]
Kehidupan pribadi
Agwu berafiliasi dengan pelayanan anak-anak Glorious Miracle Embassy International. Ia telah menulis dan berkolaborasi dalam penulisan beberapa buku bersama pendeta lainnya mengenai keyakinannya, di antaranya God's Own: The Genesis of Mathematical Story-Telling dan Woman Thou Art Loosened: Escaping the Limitations of Femininity. Agwu menikah dengan Nicholas CB Ogbonna, dan pasangan ini memiliki seorang putra, Ngozichukwuka Jacob AD Agwu, yang lahir pada 9 Oktober 1998 dan mengalami gangguan pendengaran serta bicara. Nicholas Ogbonna bekerja sebagai relawan Palang Merah untuk Biafra, di bawah pengawasan ibu Agwu. Sayangnya, Agwu harus menghabiskan waktu yang panjang terpisah dari suaminya. Ia juga menderita diabetes, yang memerlukan pengobatan dengan insulin. Agwu akhirnya meninggal dunia akibat komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit diabetes.[5]
Kedermawanan
Agwu adalah salah satu pendiri organisasi nirlaba nonpemerintah yang bernama Chi Stem Toys Inc. Organisasi ini berfokus pada pemberdayaan kaum muda, wanita, dan penyandang disabilitas dengan membantu mereka mengembangkan keterampilan bisnis dan STEM. Chi Stem Toys Inc. mendorong pembuatan boneka yang berhubungan dengan warisan budaya mereka, menggunakan bahan daur ulang. Inisiatif ini terinspirasi oleh penelitian Agwu di bidang Etnomatematika, yang menggabungkan unsur-unsur budaya dalam pembelajaran matematika dan teknologi.[5]
Agwu termasuk dalam setumpuk kartu remi yang menampilkan matematikawan wanita terkenal, yang diterbitkan oleh Asosiasi Wanita dalam Matematika. Kartu remi ini bertujuan untuk menghormati kontribusi penting yang diberikan oleh wanita dalam bidang matematika dan untuk menginspirasi generasi berikutnya untuk mengejar karier di bidang STEM.[6]