Nirmana bidang, umumnya digambar tangan. Contoh merupakan hasil digital.
Nirmana atau rupa dasar[1] adalah penataan unsur-unsur rupawi, seperti garis, bentuk, warna dan tekstur, menjadi sebuah kesatuan. Kata nirmana diambil dari kata nir- yang berarti tanpa atau tidak, dan mana yang berarti bentuk atau arti, sehingga secara harfiah nirmana bermakud sesuatu yang masih belum memiliki arti. Nirmana umumnya digunakan sebagai sarana latihan dan perkenalan terhadap unsur-unsur dan asas-asas kerupaan sebelum seorang mulai menciptakan karya seni.[2][3]
Jenis jenis Nirmana
Nirmana Dwimatra (Dua Dimensi): Penyusunan elemen rupa pada bidang datar yang memiliki dimensi panjang dan lebar. Fokus utamanya adalah pada pengaturan komposisi, irama, dan keseimbangan di atas permukaan seperti kertas, kanvas, atau layar digital.[4]
Nirmana Trimatra (Tiga Dimensi): Penyusunan elemen rupa yang memiliki dimensi panjang, lebar, dan tinggi (volume). Nirmana ini melibatkan manipulasi massa dan ruang nyata, di mana karya dapat diapresiasi dari berbagai sudut pandang (multi-perspektif).
Unsur unsur Nirmana
Titik: Unsur rupa terkecil yang menjadi titik awal dari segala representasi visual.
Garis: Hubungan antara dua titik atau jejak dari titik yang bergerak. Garis memiliki karakter psikologis tertentu berdasarkan arah dan jenisnya (misalnya, garis horizontal memberikan kesan tenang, sementara garis diagonal memberikan kesan dinamis).
Bidang: Area dua dimensi yang terbentuk dari pertemuan ujung garis atau hasil perluasan garis.
Warna: Respon indra penglihatan terhadap cahaya yang terpantul dari benda. Warna memiliki tiga dimensi utama: hue(nama warna), value (tingkat gelap-terang), dan saturation (intensitas).
Tekstur: Sifat permukaan suatu benda, baik secara visual maupun taktil (rabaan).
Ruang: Area yang berada di dalam, di luar, atau di antara elemen-elemen visual.[4]
12wong, wucius (1986). Beberapa asas merancang dwimatra. Bandung: INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG. hlm. 5. ISBN 9798001095.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)