Nilosyrtis Mensae adalah suatu wilayah di permukaan planet Mars yang terletak di kawasan kuadran Casius. Wilayah ini berpusat pada koordinat 36,87° Lintang Utara dan 67,9° Bujur Timur, dengan batas barat pada 51,1° BT dan batas timur pada 74,4° BT, sedangkan batas utara dan selatannya masing-masing terletak pada 36,87° LU dan 29,61° LU.[1] Nilosyrtis Mensae berada di sebelah timur Protonilus Mensae, keduanya terletak di sepanjang batas dikotomi Mars, yaitu zona transisi antara dataran tinggi di belahan selatan dan dataran rendah di belahan utara. Nama wilayah ini diadopsi oleh Persatuan Astronomi Internasional (IAU) pada tahun 1973, berasal dari fitur albedo klasik, dengan diameter sekitar 705 kilometer (438 mil).
Permukaan Nilosyrtis Mensae tergolong dalam tipe bentang alam fretted terrain, yang ditandai oleh keberadaan tebing, mesa, dan lembah datar yang luas. Bentuk-bentuk morfologi tersebut diyakini terbentuk akibat aktivitas glasial, yaitu oleh gletser yang tertutup endapan.[2][3] Gletser yang mengelilingi bukit atau mesa dikenal sebagai lobate debris apron (LDA), sedangkan gletser yang menempati lembah disebut lineated valley fill (LVF).[4][5][6][7][8][9][10][11]
Perubahan Iklim dan Pembentukan Fitur Kaya Es
Keberadaan fitur kaya es di Nilosyrtis Mensae telah dikonfirmasi melalui hasil pengamatan instrumen SHAllow RADar (SHARAD) pada wahana Mars Reconnaissance Orbiter. Data radar menunjukkan bahwa LDA dan LVF tersusun atas es air murni yang tertutup oleh lapisan batuan tipis, yang berfungsi sebagai pelindung termal bagi es tersebut.[4][12][13] Model pembentukan es ini dikaitkan dengan perubahan iklim yang disebabkan oleh variasi besar pada kemiringan sumbu rotasi Mars. Pada masa lalu, kemiringan sumbu Mars pernah mencapai lebih dari 80°, jauh lebih besar dibandingkan nilai saat ini sekitar 25°.[14][15]
Perubahan besar dalam kemiringan sumbu rotasi berpengaruh terhadap distribusi es di permukaan Mars. Ketika kemiringan mencapai sekitar 45°, es menjadi tidak stabil di wilayah kutub.[16] Pada kondisi ini, karbon dioksida padat menyublim, menyebabkan peningkatan tekanan atmosfer dan memperbesar kandungan debu di udara. Uap air kemudian mengendap sebagai salju atau membeku pada butiran debu, sehingga membentuk lapisan kaya es yang terakumulasi di wilayah lintang menengah.[17][18] Model sirkulasi umum atmosfer Mars menunjukkan bahwa area dengan akumulasi es tersebut bertepatan dengan lokasi fitur seperti di Nilosyrtis Mensae.[15] Ketika kemiringan kembali menurun, lapisan es mengalami sublimasi dan meninggalkan endapan debu tipis yang melindungi sisa es di bawahnya.[19][20] Siklus perubahan kemiringan yang berulang ini menghasilkan lapisan permukaan halus yang mencerminkan akumulasi material geologis yang relatif muda.[21]
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.