Nglegok adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Blitar. Lokasinya strategis karena berada tepat di utara Kota Blitar dan wilayahnya memanjang hingga kawasan lereng Gunung Kelud. Nglegok memiliki lahan yang subur dan ditanami berbagai komoditas seperti nanas, kopi, cengkeh, durian, dan lainnya. Dari sektor perikanan, Nglegok dikenal sebagai sentra ikan koi yang diabadikan dalam berbagai monumen di Blitar.[1] Sedangkan dari sektor pertambangan, Nglegok kaya akan pasir dari aliran lahar Kelud.[2] Nglegok adalah wilayah yang ramai dengan fasilitas seperti pasar (contohnya Pasar Nglegok dan Penataran), stadion, serta masjid. Kecamatan ini juga memiliki berbagai objek wisata populer yang menjadi ikon dari Blitar yaitu Candi Penataran dan Perkebunan Kopi Karanganyar.[3][4]
Candi Penataran adalah salah satu kompleks candi terbesar di Jawa Timur. Candi tersebut bercorak Hindu yang dibangun pada masa Kerajaan Kediri sekitar tahun 1200 M dan berlanjut hingga masa Kerajaan Majapahit. Di kompleks candi tersebut terdapat fasilitas lain seperti kolam renang hingga Museum Penataran yang menyimpan berbagai benda bersejarah dari seluruh wilayah Blitar.[3][5] Sedangkan Perkebunan Kopi Karanganyar (De Karanganjar Koffieplantage) merupakan perkebunan kopi tertua di Blitar yang dibangun tahun 1874. Wisata edukasi ini memiliki nuansa yang sejuk dan masih mempertahankan nilai historisnya. Salah satunya kamar dari Presiden Soekarno yang pernah singgah disini pada tahun 1957.[4][6]
Geografi
Peta kecamatan di Blitar (Nglegok terletak di utara Kota Blitar)
Nglegok adalah kecamatan yang terletak di utara Kota Blitar dan berada di lereng barat daya Gunung Kelud. Jalan utama di Nglegok adalah Jalan Raya Penataran yang melintas dari selatan di Kota Blitar menuju pusat kecamatan di Kelurahan Nglegok, kemudian berlanjut hingga kawasan Candi Penataran. Jalan tersebut juga menjadi salah satu alternatif menuju Kota Blitar dari arah Kediri.[7] Geografi Nglegok di dekat Kota Blitar berupa dataran rendah dengan lahan yang didominasi areal persawahan, sedangkan semakin mendekati Kelud mulai banyak ditemukan kawasan perkebunan yang luas seperti Perkebunan Gambar dan Karanganyar.[8] Di tengah perkebunan tersebut terdapat perkampungan terpencil seperti Kampung Kali Kuning dan Kali Badak. Sedangkan kawasan yang paling dekat dengan puncak Kelud berupa hutan lebat yang masih asri.[9]
Tambang Pasir Kali Bladak
Nglegok adalah salah satu kawasan yang dilintasi aliran lahar dari letusan Gunung Kelud. Letusan tersebut membawa material padat ke arah hilir dan merusak pemukiman yang ada. Sisa-sisa lahar tersebut masih ada hingga sekarang, yang terbesar adalah Kali Bladak. Kali Bladak merupakan salah satu pusat penambangan pasir Kelud di Blitar, tetapi kebanyakan penambang yang beraktivitas disini bersifat ilegal atau tak berizin sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan sekitar dan mendapat protes dari masyarakat.[10][11] Pemerintah membangun infrastruktur berupa "sabo dam" atau "cekdam" yaitu bangunan untuk membendung derasnya aliran lahar. Sabo dam ini juga berfungsi sebagai jembatan penghubung antar desa walaupun bentuknya sempit dan tanpa pagar, salah satunya menghubungkan Nglegok dengan Ngancar (Kediri).[12][13]
Batas wilayah Kecamatan Nglegok adalah sebagai berikut:[14]