Nayya Rahmania (lahir 2 Januari 2003) atau lebih dikenal dengan nama panggung Naykilla adalah penyanyi dan penulis lagu Indonesia.[1] Ia dikenal luas setelah lagu kolaborasinya bersama Tenxi dan Jemsii berjudul “Garam & Madu (Sakit Dadaku)” menjadi viral di media sosial pada akhir 2024 dan meraih sejumlah penghargaan, termasuk Karya Produksi Terbaik Terbaik pada Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2025.[2] Naykilla dikenal sebagai salah satu figur yang mempopulerkan perpaduan musik hip hop dan dangdut yang kemudian dikenal sebagai hip-dut.[3]
Kehidupan awal
Naykilla lahir di Surabaya, Jawa Timur. Ia tumbuh di lingkungan keluarga musisi; ayahnya adalah seorang pemain kibor dan ibunya adalah seorang penyanyi.[4] Ia merupakan adik kandung dari Sara Fajira, penyanyi yang dikenal lewat lagu "Lathi", dan juga adik dari Kaio, seorang produser musik.[5][6]
Paparan musik dari lingkungan keluarganya sejak kecil membentuk dasar artistik Naykilla. Sebelum merilis karya orisinal, ia aktif membangun kehadiran digital melalui platform YouTube dengan mengunggah berbagai video penampang (cover) lagu-lagu populer.[7]
Karier
2019–2023: Awal karier dan eksplorasi genre
Naykilla merilis singel perdana berjudul "Believe" pada tahun 2019. Pada fase awal kariernya, ia cenderung mengeksplorasi musik pop, R&B, dan elektronik melalui serangkaian singel seperti "Changed" (2021), "Dreams" (2021), "Honey & Lemon" (2022), "You" (2022), hingga "dEsTRoy yOu (AGAIN)" (2024).[8]
2024–2025: Fenomena "Garam & Madu" dan dominasi tangga lagu
Titik balik karier Naykilla terjadi saat ia berkolaborasi dengan Tenxi dan produser Jemsii dalam lagu "jomok mania (si imut)" yang dirilis pada 20 Desember 2024. Lagu ini menjadi fenomena viral di media sosial TikTok dan berhasil mencapai peringkat pertama pada tangga lagu Apple Music Indonesia.[9]
Secara musikal, lagu ini menggunakan metafora garam sebagai simbol kesedihan dan madu sebagai simbol kebahagiaan. Inovasi utamanya terletak pada penggunaan lirik multibahasa (Indonesia, Inggris, dan Jawa) serta penggabungan struktur musik hip-hop dengan elemen dangdut melayu. Keberhasilan lagu ini memicu tren musik "Hip-Dut" di kalangan pendengar generasi Z.[10]
2025–sekarang: EP Centyl dan pengakuan industri
Pada 17 Oktober 2025, Naykilla merilis album mini (EP) debutnya yang bertajuk Centyl. Album ini diproduseri oleh Jemsii dan terdiri dari enam lagu, di antaranya "Bahasa Tubuhmu", "Raga", "SO ASU", "Kasih Aba Aba", "Geleng Geleng", dan "skip dulu ah". Melalui EP ini, Naykilla melakukan eksperimen suara dengan memadukan unsur breakbeat, dangdut, dan pop elektronik.[11]
Sebelum perilisan EP tersebut, Naykilla tampil dalam festival musik Synchronize Fest 2025. Dalam sebuah wawancara saat acara tersebut, ia menekankan pentingnya konsistensi dan kreativitas bagi musisi agar tidak hanya dikenal melalui fenomena viral yang bersifat sementara.[12]
Pada awal tahun 2026, Naykilla tampil sebagai secret gues dalam festival fajar Urup 2026 yang digagas oleh Kunto Aji di Yogyakarta. Dalam acara tersebut, ia tampil berduet dengan Kunto Aji membawakan lagu "Selaras", menunjukkan sisi musikalitas yang lebih intim dan reflektif.[13]
Gaya musik dan pengaruh
Musik Naykilla ditandai dengan vokal yang lembut namun kontras dengan aransemen yang dinamis dan ekspresif. Ia menyatakan bahwa musik adalah media utamanya untuk berkomunikasi dan berbagi cerita. Secara artistik, ia banyak terinspirasi dari kakaknya, Sara Fajira, serta musisi internasional seperti Ariana Grande, Billie Eilish dan Doja Cat.[14] Tiga artis internasional favorit Naykilla adalah SZA, Ariana Grande, dan Sabrina Claudio.[15]
Naykilla menjalin hubungan asmara dengan produser musiknya, Jemsii. Hubungan ini dikonfirmasi secara publik melalui sebuah siniar (podcast), di mana Naykilla menjelaskan bahwa kerja sama profesional mereka berawal dari rasa saling menghargai terhadap proses kreatif masing-masing. [17]