Ibu kota kabupaten in Kalimantan Tengah, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Ibu kota kabupaten in Kalimantan Tengah, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Pada mulanya Nanga Bulik adalah ibu kota Kecamatan Bulik yang kemudian menjadi lbukota Kabupaten setelah 3 wilayah Kecamatan yaitu Bulik, Lamandau dan Delang menjadi bagian wilayah Kabupaten Lamandau. Kabupaten Lamandau memiliki luas wilayah 6.414 km² dan Nanga Bulik terletak pada bagian Selatan mendekati jalur Jalan Negara. Perubahan status Nanga Bulik dari Desa menjadi ibu kota Kabupaten adalah awal sebuah perjalanan sejarah penciptaan dari pedesaan menjadi wajah perkotaan.
Batas-batas
Wilayah perencanaan yang dikenali sebagai Nanga Bulik memiliki lokasi yang tepatnya terletak di bagian Barat sungai Lamandau lebih tepatnya pada posisi 111º24’15’’ - 111º28’45’’ BT dan 2º09’45’’ - 2º13’00’’ LS. Secara administratif wilayah ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau.
Wilayah perencanaan RTRK Nanga Bulik ini meliputi 2 desa yakni desa Nanga Bulik dan desa Kujan, dengan batas-batas sebagai berikut:
Sebelah Utara
400 m dari as jalan batas tanah pemda
50 m dari as jalan ke Trans
100 m dari as Jl. GM. Yusuf
Makam
Sebelah Timur
50 m dari tepi sungai
200 m dari daerah permukiman lama
600 m dari daerah belokan sungai
200 m dari jalan negara
Sebelah Selatan
As Jalan Kompi
As Jalan Negara
As jalan batas tanah pemda
Sebelah Barat
As jalan batas tanah pemda
Hutan sejajar jalan
Potensi
Potensi-potensi yang terdapat di wilayah ini adalah tersedianya lahan kosong yang sangat besar dengan ditunjang oleh letak kawasan yang cukup strategis.
Kondisi Fisik Dasar Wilayah Perencanaan
Topografi
Berdasarkan data RUTRK 2003, bahwa Kota Nanga Bulik mempunyai kondisi Topografi yaitu berada pada ketinggian + 25 50 meter dari permukaan laut. Kondisi fisik permukaan wilayah sebagian besar adalah berupa dataran yang relatif bergelombang dengan transisi antara 0 – 25 %. Kondisi ini merupakan bentukan dari perbukitan lemah yang banyak dijumpai pada wilayah sebelah barat. Sedangkan cekungan dapat ditemukan pada daerah yang masih berupa rawa.
Kondisi wilayah perencanaan sebagian besar merupakan daerah terbuka dengan sedikit semak belukar dan tanaman perdu, sebagai hasil dari proses pembukaan hutan. Namun di beberapa wilayah lain masih ditemui daerah yang hijau seperti pada wilayah perkebunan, rawa-rawa dan sebagian kecil hutan. Sedangkan wilayah terbangun didominasi oleh pemukiman, dengan sedikit areal perdagangan dan perkantoran. Sementara itu di seberang atau di sebelah utara sungai Lamandau masih banyak ditemukan areal hijau berupa rawa, perkebunan dengan sedikit wilayah permukiman.
Geologi dan Hidrogeologi
Merujuk data yang ada di laporan RUTRK, dapat dikemukakan bahwa geologi permukaan tanah di kawasan perencanaan terdiri dari lapisan humus, jenis tanah latosol dan podsolik merah kuning yang tahan erosi namun memiliki tingkat resapan yang sangat kecil. Jenis tanah yang terdapat di kawasan perencanaan ini adalah tanah kuning dan tanah humus yang subur berwarna hitam pekat.
Dibawah permukaan tanah antara kedalaman 10–15 m terdapat kandungan air tanah yang sementara ini digunakan sebagai salah satu sumber air penduduk disamping air permukaan yang ada yaitu sungai. Sedangkan untuk air tanah dalam (>30 m) belum diketahui secara pasti sampai adanya penelitian lanjutan yang lebih detail.
Hidrologi
Salah satu aliran permukaan (sungai) terbesar yang melalui wilayah perencanaan adalah Sungai Lamandau dengan beberapa cabang yang membentuk anak sungai yang berada di sekitar kota antara lain Sungai Bulik, Sungai Samaliba, Sungai Sebelimbingan, Sungai Dawak dan lain-lain. Sungai Lamandau beserta anak-anak sungainya disamping berfungsi untuk menunjang kehidupan sehari-hari dari penduduk di sekitarnya juga berfungsi sebagai jalur transportasi.
Iklim
Secara umum iklim di kawasan perencanaan RTRK Nanga Bulik sama dengan iklim di Kabupaten Lamandau dan iklim di Kabupaten Kotawaringin Barat. Musim kemarau berlangsung antara bulan Juni sampai bulan September dangan musim hujan antara bulan Oktober sampai bulan Mei. Curah hujan berkisar antara 2.000 2.500 mm/tahun. Curah hujan tertinggi pada bulan Januari dan terendah pada bulan Agustus. Suhu udara antara 23 °C 32 °C dengan suhu maksimum berkisar antara 31˚ - 33˚ C dan minimum antara 21,9˚ - 23,4˚ C. Kelembaban udara berkisar antara 81 % - 92 %. Kecepatan angin 0,4 – 0,7 knot. Curah hujan rata-rata pertahun antara 2.500 – 3.400 mm. Hal tersebut dirujuk berdasarkan data-data yang tertuang di laporan RUTRK Nanga Bulik 2003.
Demografi
Kelurahan Nanga Bulik memiliki luas wilayah 61,50 km2, dan memiliki penduduk berjumlah 21.826 jiwa (2025), dengan kepadatan 335 jiwa/km².[3] Penduduk kelurahan Nanga Bulik terdiri dari beragama suku, terutama suku Dayak, Jawa, Banjar, dan Bugis. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2025 mencatat penduduk yang beragama Islam berjumlah 65,40%, kemudian Kristen 33,97% (Protestan 22,69% dan Katolik 11,28%), sebagian kecil memeluk agama HinduKaharingan 0,40%, dan sebagian lagi memeluk agama Budha 0,23%.[1]
Komposisi Penduduk
Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin
Berdasarkan data yang diperoleh dari survey diketahui bahwa perbandingan komposisi jumlah penduduk antara laki-laki dan perempuan di wilayah perencanaan. Jumlah penduduk laki-laki sebesar 55,57% dari jumlah total penduduk di Kota Nanga Bulik, sedangkan jumlah penduduk perempuan sebesar 44,43% dari total penduduk di Kota Nanga Bulik.[4]
Komposisi Penduduk Menurut Pendidikan
Komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan berdasarkan data dari Kabupaten Lamandau dalam angka 2002 menyebutkan bahwa tingkat pendidikan penduduk di Kecamatan Bulik untuk penduduk berumur di atas 10 tahun sebagian besar tamat SD, yaitu sebesar 39,85% dari total penduduk di Kecamatan Bulik. Penduduk yang tidak tamat SD sebesar 32,61% dari total Penduduk di Kecamatan Bulik. Sedangkan penduduk yang tamat SMP dan SMA masing-masing 13,97% dan 13,48% dari total Penduduk di Kecamatan Bulik.
Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian
Komposisi penduduk menurut mata pencaharian menunjukkan beragamnya pekerjaan penduduk di wilayah perencanaan. Jenis mata pencaharian penduduk adalah:
Mata pencaharian penduduk di Kecamatn Bulik berdasarkan data dari Kabupaten Lamandau Dalam Angka 2002, sebagian besar adalah dalam bidang pertanian, disusul dalam bidang perdagangan dan jasa. Dan sebagian kecil bekerja dalam bidang industri dan pemerintahan.
Karakteristik Penduduk
Karakteristik penduduk di wilayah perencanaan cukup beragam. Salah satu faktor yang memengaruhi keragaman karakteristik tersebut karena banyaknya pendatang yang masuk ke Nanga Bulik, baik yang masuk melalui program transmigrasi maupun karena merantau. Hal tersebut juga memengaruhi terbentuknya pola perilaku sosial (social behaviour) penduduk yang beragam pula.
↑Untuk data-data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3.3. Tabel 3.1 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Tahun 2003. Sumber: Katalog Penduduk Kab. Lamandau, 2003