Museum Song Terus adalah sebuah museumprasejarah yang terletak di Dusun Weru, Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Lokasi Museum Song Terus terletak di Kawasan Cagar Budaya Gunung Sewu.[1] Posisinya berseberangan dengan Situs Song Terus di sisi timur lautnya. Lokasi Situs Song Terus Museum ini berjarak sekitar 22 kilometer dari pusat Kota Pacitan.
Museum Song Terus berada dikelola oleh Museum dan Cagar Budaya,Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Museum ini merupakan salah satu lembaga kebudayaan di Kabupaten Pacitan yang bertugas membantu pemerintah memberikan pelayanan informasi mengenai pelindungan dan penyelamatan hasil-hasil budaya masyarakat prasejarah atau kepurbakalaan khususnya di wilayah Kawasan Gunung Sewu.[2]
Tata letak
Museum ini dibagi menjadi 6 zona yang memberikan informasi tentang kronologi lingkungan di Gunung Sewu yang menjadi lokasi kehidupan manusia prasejarah.[3] Gunung ini menjadi bukti keberadaan manusia, lingkungan dan budaya masa prasejarah sejak zaman Pleistosen Tengah (350.000 tahun yang lalu).[3]
Sejarah
Museum Song Terus dibangun atas inisiasi Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman selaku pembina dari museum-museum yang ada di Indonesia. Museum ini dibangun untuk menyampaikan sejarah perkembangan budaya prasejarah dalam sejarah Indonesia, khususnya pada masa Pleistosen Akhir menuju Holosen sebagai kesinambungan dari Situs Manusia Prasejarah Sangiran.
Pada tahun 2015 diadakan sayembara desain bangunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia. Pemenang sayembara ini adalah PT. Urbane Indonesia.[3]
Saat memasuki ruang pameran, pengunjung akan disuguhkan dengan berbagai koleksi prasejarah seperti kerangka manusia purba, hewan, hingga alat-alat yang digunakan pada saat itu. Ada juga banyak penjelasan tentang situs Pegunungan Kars Gurung Sewu. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa melihat bukti sejarah masa lalu hingga masa kini. Tidak lupa juga banyak sketsa dan ilustrasi tentang kehidupan purba.
Museum ini menyajikan tinggalan kebudayaan prasejarah yang ada di Kawasan Cagar Budaya Gunung Sewu sejak pleistosen tengah hingga holosen atau lebih kurang 350.000 hingga 5.000 tahun yang lalu. Ada lebih dari 4.627 koleksi yang mencakup artefak dari zaman prasejarah hingga kehidupan tradisional masa kini dipamerkan dalam museum.[6] Koleksi disimpan di ruangan khusus dan di enam ruangan yang terbagi sesuai kronologi.[7] Beberapa koleksi antara lain batu-batu, alat-alat sejak zaman prasejarah, dan sejumlah fosil, seperti kerangka manusia, flora, serta fauna.
Sekitar 3.000 artefak berupa uang kepeng dan peralatan kayu merupakan koleksi dari Museum Buwana Keling yang sudah ditutup.[3]
Replika tengkorak Homo wajakensis
Replika tengkorak Sangiran 17
Replika rangka Mbah Sayem
Replika rangka Song Keplek 5
Kapak genggam
Kapak perimbas
Kapak penetak
Alat serpih besar
Alat serpih kecil
Alat tulang
Batu pukul atau perkutor
Beliung purba
Manik-manik kuno
Fasilitas
Bangunan Museum Song Terus terdiri dari tiga lantai, yaitu lantai bawah tanah, lantai dasar, dan lantai atas. Lantai bawah tanah berisi ruang penelitian, ruang pengelolaan koleksi, ruang rapat, kantor dan mes. Lantai dasar meliputi ruang VIP, kafetaria dan ruang pameran temporarer. Lantai atas terdiri dari ruang pameran, ruang audio visual, auditorium, dan gudang. Museum ini juga dilengkapi perpustakaan yang berisi buku-buku sejarah. [8]
Fasilitas yang disediakan ada toilet, mushala, dan mes dengan 18 kamar. Semua fasilitas termasuk mes tidak dikenakan biaya. Jika ingin menggunakannya, pengunjung rombongan bisa mengontak bagian humas museum dan bersurat untuk peminjaman. Surat juga dibutuhkan untuk peminjaman fasilitas lain seperti auditorium berkapasitas 63 kursi dan ruang audio visual.
Informasi kunjungan
Museum Song Terus buka setiap hari Selasa hingga Minggu, termasuk hari libur nasional pukul 08.30 WIB sampai pukul 15.00 WIB. Museum ini tutup setiap Senin dan hari besar keagamaan.
Pada 1 Agustus 2024 Indonesian Heritage Agency (IHA) menetapkan biaya masuk museum sebesar Rp 10 ribu untuk anak, dewasa Rp 15 ribu, dan warga negara asing (WNA) baik anak maupun dewasa sebesar Rp 30 ribu.[9]
↑Pianto, Heru Arif; Dwijonagoro, Ahmad Nurcholis; Hadi, Samsul (30 December 2022). "MUSEUM SONG TERUS SEBAGAI SARANA WISATA BUDAYA SEJARAH DI KABUPATEN PACITAN". Jurnal Siginjai. 2 (2): 1–13. doi:10.22437/js.v2i2.21551. ISSN 2797-9059.