Museum Loka Jala Crana adalah sebuah museum khusus di Komp. Akademi Angkatan Laut[1] yang mengoleksi peralatan maupun sarana yang digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut.[2] Museum Loka Jala Crana didirikan pada tanggal 19 September 1969 dengan nama Museum Akabari Bagian Laut.[3] Museum ini diresmikan oleh Ibu R. Mulyadi yang merupakan istri dari panglima Angkatan Laut Laksamana R. Moeljadi. Pada tahun 1973, tepatnya pada tanggal 10 Juli 1973, statusnya ditingkatkan menjadi Museum TNI Angkatan Laut. Selanjutnya tanggal 6 Oktober 1979 namanya berubah kembali menjadi Museum TNI Angkatan Laut Loka Jala Crana.[4] Loka Jala Crana berarti tempat melestrikan peralatan.[5]
Koleksi Museum
Di dalam museum ini terdapat beberapa koleksi peralatan pertempuran Angkatan Laut, disamping itu juga satu koleksi berupa planetarium dan astronavigasi. Museum ini menyuguhkan dan menyelamatkan objek benda-benda bersejarah yang pernah dimiliki serta dipakai oleh prajurit-prajurit TNI Angkatan Laut sejak dari zaman revolusi fisik hingga saat ini, di antaranya berupa berbagai jenis meriam kapal perang, pesawat, helikopter, artileri medan, replica KRI Dewaruci. Ada juga benda bersejarah lain seperti meriam kapal "HRMS De Zeven Provencien".[6]
KRI Dewaruci adalah jenis kapal latih milik TNI AL yang sering melakukan muhibah keliling dunia sampai berbulan-bulan. Kapal ini juga melaksanakan aktivitas rutin seperti praktik Kartika Jala Krida (KJK) untuk para Kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) tingkat III. Di museum ini terdapat juga bangunan planetarium untuk melihat tata surya (astronomi), Bima Sakti. Planetarium ini untuk mendukung fasilitas belajar bagi kadet sebagai salah satu bahan acuan saat mereka melakukan praktik pelayaran di laut. Spesifikasi Teknis Museum TNI Angkatan Laut Loka Jala Crana tepatnya berada di Kompleks Akademi TNI Angkatan Laut (AAL), Morokrembangan, Surabaya. Dan pengelolaannnya diserahkan kepada Lantamal III Surabaya. Museum Loka Jala Crana Surabaya.[6]
Secara umum museum ini dapat diklasifikasi dalam dua bagian. Pertama, bagian gedung yang terdiri dari Anjungan Utama, Planetarium dan Anjungan Joang. Kedua, pameran taman yang berisi pesawat Gannet, meriam kapal De Zeven Provincien, tank Amphibi PT-76, meriam peninggalan VOC, meriam Bofors L.60 penembak Allan Pope, meriam instruksi dan monumen pendidikan perwira.[6]
↑Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan (2012). Album Budaya: Direktori Museum Indonesia(PDF). Jakarta: Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm.445. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)