Muhammad Nuruddin adalah penulis, pendakwah, dan akademisi dalam bidang Filsafat dan Teologi Islam.[1][2] Ia lahir di Sukabumi, Jawa Barat pada 19 Desember 1994.[3] Ia merupakan pengajar dan pengasuh di pondok pesantren Darul Achram, Tangerang.[4][5] Sebagai seorang penulis, ia telah menulis belasan buku dalam bidang ilmu akidah dan filsafat Islam dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab.[6] Nuruddin juga merupakan kreator konten dalam bahasa Indonesia, dengan fokus tema video isu-isu keislaman.[7][8]
Riwayat hidup dan pendidikan
Muhammad Nuruddin menempuh pendidikan dasar di SDN Lembur Tengah, Sukabumi pada 1999 hingga 2005. Setelahnya ia melanjutkan jenjang pendidikan di Pondok Pesantren Babus Salam, Tangerang dari tahun 2005 hingga 2011. Muhammad Nuruddin melanjutkan pendidikan tinggi di Mesir di Universitas Al-Azhar, Kairo pada tahun 2016 di jurusan Akidah Filsafat. Pada tahun 2023 ia memeroleh gelar magister di bidang Akidah Filsafat. Ia memeroleh predikat mumtaz (cum laude) selama berkuliah di Mesir.[3]
Selama masa studinya di Mesir, ia aktif di berbagai organisasi seperti Lakpesdam PCINU, Mesir, Himpunan Cendekia jawa Barat (HIWAR), Forum Studi Islam dan Filsafat (FORSILA) dan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir.[6]
Ia menikah dengan sesama alumni Universitas Al-Azhar[9] dan saat ini merupakan pengajar dan pengasuh di pesantren Darul Achram, Tangerang.[5] Aktivitasnya sebagai pengajar juga diselingi kegiatan safari dakwah ke ragam tempat dalam dan luar negeri.
Karier
Sejak tahun 2024, Muhammad Nuruddin menempuh pendidikan untuk meraih gelar doktoral di kampus yang sama di mana ia memeroleh gelar sarjana yakni di Universitas Al-Azhar. Ia mengambil bidang yang ia geluti sebelumnya yakni akidah filsafat.[10] Selain aktif sebagai mahasiswa doktoral, ia juga rutin mengisi kajian-kajian di beberapa masjid baik di dalam dan di luar negeri. Di awal tahun 2025, ia mengisi kajian di beberapa masjid Eropa seperti Belgia, Belanda, Jerman dll.[11] Selain itu ia juga menghadiri dan mengisi kegiatan-kegiatan diskusi ilmiah yang diadakan berbagai kampus baik secara daring maupun luring.[12][13]
Aktivitas ilmiah dan dakwah
Diskursus dengan Mun'im Sirry
Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi Ilmu Qur'an (PTIQ) Jakarta pada 25 Juni 2024 yang dihadiri oleh tiga cendekiawan muslim yakni Mun'im Sirry dari Universitas Notre Dame, Amerika Serikat, Muhammad Nuruddin dari Universitas Al-Azhar, Mesir dan Mikdar Rusdi dari Universitas Seri Begawan, Brunei Darussalam dan melibatkan para akademisi dan pakar dari berbagai disiplin ilmu. Kegiatan ini dihadiri 500 peserta secara daring.[14] Meskipun ada tiga panelis namun sorotan diskusi tertuju pada dua cendekiawan muslim yang dibesarkan dengan latar belakang pendidikan yang berbeda, Mun'im Sirry yang meraih master di Universitas California, Los Angeles dan gelar doktoral dari Universitas Chicago di Amerika Serikat. Mun'im Sirry mendalami Studi Qur'an dan Kajian Teologi dan saat ini menjabat sebagai guru besar di Universitas Notre Dame.[15] Sedangkan Muhammad Nuruddin mendapatkan gelar sarjana dan master di Universitas Al-Azhar, Mesir.
Muhammad Nuruddin membantah beberapa argumen Mun'im Sirry yang dianggap sesat pikir dan terlalu liberal sementara Mun'im Sirry mengemukakan argumennya bedasarkan pandangan alternatif dan menyebut Muhammad Nuruddin sebagai 'either and or fallacy' yang bagi Muhammad Nuruddin konsep demikian tidak ditemukan dalam ilmu logika (ilmu mantik)[14] Mun'im Sirry juga meyakini bahwa Al-Qur'an merupakan kalam Allah sekaligus kalam Nabi Muhammad hal tersebut bertentangan dengan keyakinan mayoritas muslim yang meyakini bahwa Al-Qur'an adalah kalam Allah dan pendapat demikian juga diajukan oleh Muhammad Nuruddin dengan menyebut bahwa argumen yang dibangun oleh Mun'im Sirry tidak mempunyai dasar ilmiah.[16] Diskurus ditutup dengan penyampaian pesan akhir dari masing-masing panelis selama sepuluh menit.[17]
Diskursus dengan Guru Gembul
Guru Gembul merupakan konten kreator YouTube yang membuat video mengenai ragam bahasan membuat tantangan terbuka untuk berdebat mengenai ketuhanan secara ilmiah dengan siapapun. Tantangan terbuka tersebut disambut oleh Muhammad Nuruddin dan debat tersebut diselenggarakan di Universitas Indonesia pada 09 Oktober 2024 dengan tema "Bisakah Keshalehan Akidah Islam Dibuktikan Secara Ilmiah?".[18] Perdebatan berlangsung sangat timpang karena Guru Gembul tidak menggunakan referensi ilmiah sedangkan Muhammad Nuruddin mempersiapkan referensi klasik dari sumber Sunni, Syiah bahkan Barat. Pasca diskurus tersebut, Guru Gembul secara terbuka menyampaikan 'kekalahannya' dan mengakui ia tidak siap dengan referensi-referensi ilmiah seperti yang dilakukan oleh Muhammad Nuruddin saat itu.[19]
Karya
Muhammad Nuruddin menulis buku-buku yang berhubungan dengan studi Islam, khususnya di bidang ilmu aqidah dan filsafat Islam. Ia juga aktif menulis di media-media daring, salah satunya Geotimes. Daftar di bawah ini adalah beberapa publikasi buku yang telah ia terbitkan hingga tahun 2025[20][21]:
Ilmu Mantik: Panduan Mudah dan Lengkap untuk Memahami Kaidah Berpikir
Ilmu Maqulat dan Esai-esai Pilihan Seputar Logika, Kalam dan Filsafat
Hal-hal yang Membingungkan Seputar Tuhan
Logical Fallacy: Menguak Kesalahan-kesalahan Berpikir yang Kerap Kita Jumpai Sehari-hari
Ilmu Debat: Panduan Praktis dan Tepat untuk Memahami Kaidah-kaidah Penting dalam Berdebat
Meluruskan Tasawuf yang Disalahpahami: Kritik atas Buku Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi
Nikah Beda Agama: Dalil Keharaman, Pendapat Ulama dan Bantahan untuk Orang-orang yang Membolehkannya
Membuktikan Al-Qur'an sebagai Kalam Ilahi: Analisis dan Kritik atas Pemikiran Mun’im Sirry
Runtuhnya Teori Polemik Kitab Suci: Meluruskan Kesalahpahaman Seputar Kritik al-Qur’an Terhadap Ajaran Kristen, Klaim Keselamatan dalam Islam, Pemalsuan Kitab Suci, dan Tuntunan al-Qur’an Menyangkut Toleransi
Dasar-dasar Akidah Ahlussunnah wal Jamaah untuk Tingkat Pemula Analisis dan Syarah atas Kitab Ummul Barahin
Bukunya yang berjudul "Ilmu Mantik: Panduan Mudah dan Lengkap untuk Memahami Kaidah Berpikir" mendapat penghargaan dari Islamic Book Fair pada tahun 2023 di kategori nonfiksi dewasa.[22]
Rujukan
↑Nuruddin, Muhammad (Oktober 2022). "Biografi Penulis". Ilmu Mantik: Panduan Mudah dan Lengkap Untuk Memahami Kaidah Berpikir. Depok: Keira. ISBN978-602-5246-79-7.Pemeliharaan CS1: Status URL (link)