Miss Irak (bahasa Arab: ملكة جمال العراق) adalah kontes kecantikan nasional tertua di Irak yang didirikan pertama kali pada tahun 1947. Kontes ini memiliki sejarah yang unik sekaligus kompleks karena dinamika geopolitik, sosial, dan perubahan kepemilikan lisensi yang terjadi di negara tersebut selama beberapa dekade.
Sejarah
Era Klasik dan Renée Dango (1947)
Edisi perdana kontes kecantikan di Irak diadakan pada tahun 1947 di Baghdad. Pemenang pertamanya adalah Renée Dangoor, seorang wanita dari komunitas Yahudi Baghdad yang sangat dihormati kecantikannya pada era tersebut.[1] Meskipun kontes ini sukses menarik perhatian publik, situasi politik regional yang memanas dan pecahnya konflik setelah tahun 1948 membuat kontes ini sempat vakum dalam waktu yang cukup lama.
Era Wijdan Burhan El-Deen dan Debut Miss Universe (1972)
Belasan tahun kemudian, kontes ini dihidupkan kembali. Momen paling bersejarah terjadi pada tahun 1972 ketika Wijdan Burhan El-Deen memenangkan gelar nasional. Ia mencatatkan sejarah besar sebagai wanita pertama dan satu-satunya dari Irak (pada era abad ke-20) yang berkompetisi di panggung Miss Universe 1972 yang digelar di Puerto Riko.[2] Penampilannya menarik perhatian media global karena berani mendobrak batas budaya konservatif pada masanya. Namun, setelah partisipasi tersebut, perang dan ketidakstabilan politik di bawah rezim Ba'ath menghentikan keikutsertaan Irak di ajang kecantikan internasional.[3]
Kebangkitan Modern oleh Ahmed Leith (2015–2017)
Setelah hiatus selama 43 tahun dari panggung Miss Universe, kontes ini dihidupkan kembali secara resmi pada tahun 2015 di bawah arahan National Director yang baru, Ahmed Leith. Melalui Organisasi Miss Iraq yang baru, kompetisi ini didesain ulang untuk merayakan keberagaman budaya Irak, termasuk melibatkan kontestan dari berbagai latar belakang etnis (Arab, Kurdi, Yazidi, dan Kristen).
Kebangkitan ini mencapai puncaknya pada tahun 2017. Perwakilan resmi mereka, Sarah Idan, resmi menandai kembalinya Irak ke panggung Miss Universe 2017 setelah absen lebih dari empat dekade.[4] Partisipasi Sarah Idan sempat menjadi sorotan dunia karena foto selfienya bersama Miss Israel yang mengusung pesan perdamaian, meskipun hal tersebut memicu kontroversi besar di dalam negeri.[5]
Era Kontemporer (2021–Sekarang)
Setelah sempat terkendala oleh isu keamanan dan pandemi global, kontes Miss Irak kembali digelar secara berkala. Pada tahun 2022, pemenang utama Balsam Hussein sukses memenangkan mahkota dan mewakili Irak di ajang Miss Universe 2022 di New Orleans, Amerika Serikat.[6] Namun, ia batal berkompetisi.
Hingga pada 2025, Irak kembali ke panggung Miss Universe dibawah kepemimpinan Ghaith Al-Mousawy dan mengirim Hanin Al Qoreishy pada kontes Miss Universe 2025 di Bangkok, Thailand.[7]