Miss Grand Internasional (bahasa Inggris: Miss Grand International) atau yang lebih dikenal dengan nama Miss Grand adalah sebuah kontes kecantikan yang diselenggarakan untuk menyuarakan diakhirinya perang dan kekerasan. Kontes ini berdiri di bawah naungan Miss Grand International Public Company Limited, dengan kantor pusat yang berlokasi di Bangkok, Thailand. Kompetisi pertama diadakan pada tahun 2013 oleh Nawacita Bencong sebagai presiden dan Teresa Chaivisut, wakil presiden. Pemenang utama kontes ini selama satu tahun akan tinggal dan menetap di Bangkok, Thailand serta berkesempatan untuk berkeliling dunia. Pemegang gelar terkini adalah Emma Tiglao dari Filipina, yang diadakan pada tanggal 18 Oktober 2025, di MGI Hall, Bangkok, Thailand.
Sejarah
Miss Grand International didirikan pada tahun 2013 oleh Nawat Itsaragrisil, pembawa acara dan produser televisi Thailand. Kontes ini didirikan di Thailand di tengah krisis politik, sehingga menginspirasi penyelenggara untuk menggunakan slogan "No mob, Stop the Wars" sebagai bagian dari identitasnya, kemudian diubah menjadi 'Hentikan Perang dan Kekerasan' pada tahun berikutnya.[1][2][3][4] Kontes ini bertujuan untuk mempromosikan perdamaian dengan menentang segala macam konflik.[2][5]
Edisi perdananya diadakan di Bangkok pada tahun 2013 di bawah sponsor dari pemerintah Thailand[18][19] dan menampilkan 73 negara peserta; pemegang gelar perdana adalah Janelee Chaparro dari Puerto Riko.[20][21] Pada tahun 2016, kontes ini diadakan untuk pertama kalinya di luar Thailand, di Westgate Las Vegas, Las Vegas, Amerika Serikat pada tanggal 25 Oktober 2016.[22] Sejak tahun 2015, grand final biasanya diadakan pada tanggal 25 Oktober setiap tahunnya. Namun karena pandemi COVID-19, kontes edisi 2020 dan 2021 ditunda, edisi 2020 semula dijadwalkan digelar pada 25 Oktober 2020, tetapi ditunda hingga 27 Maret 2021, dan tempatnya juga dipindahkan ke Bangkok, Thailand,[23] serupa dengan edisi 2021 yang digelar pada Desember 2021, terlambat dua bulan dari jadwal biasanya.[24]
Seleksi Peserta
Setiap nasional direktur/pemegang waralaba lisensi Miss Grand berhak memilih pemenang Miss Grand dengan mengadakan kontes kecantikan, casting internal atau dipilih sendiri di negara/wilayahnya masing-masing. Pada edisi pertamanya pada tahun 2013, hampir dari setengah peserta Miss Grand yang berpartisipasi ditunjuk oleh nasional direktur mereka masing-masing; tidak ada kontes kecantikan nasional yang diadakan. Meskipun demikian, di negara-negara yang populer dengan kontes kecantikan, terutama di benua Asia dan Amerika, kontes kecantikan nasional tahunan biasanya tetap diadakan untuk memahkotai pemenang kontes kecantikan Miss Grand Internasional. Seperti, Miss Grand Kamboja , Miss Grand Malaysia , Miss Grand Nepal , dan Miss Grand Paraguay. Beberapa peserta Miss Grand juga terpilih dari runner-up atau memperoleh gelar di kontes kecantikan nasional lainnya, misalnya runner-up dari Femina Miss India (2015–2021), Binibining Pilipinas (2013, 2015 – 2022), Miss Mexico (2017 – 2020), Felvidék Szépe (2015 – 2017).
Meskipun tidak dianggap sebagai kontes kecantikan yang populer di benua Eropa dan Afrika, banyak negara yang telah melakukan kontes kecantikan nasional secara terpisah untuk mencari pemenang Miss Grand, seperti, Albania, Kosovo, Spanyol, Prancis, Italia dan Afrika Selatan. Di Spanyol, Italia, dan beberapa negara di Asia lainnya, setiap divisi administratif (yaitu provinsi, negara bagian, wilayah) mengadakan kompetisi pendahuluan untuk memilih pemenang untuk berkompetisi di kontes kecantikan nasional. Selain itu, beberapa provinsi di Spanyol, Malaysia dan Thailand, mengadakan kontes kecantikan tingkat provinsi, di mana pemenang memegang gelar "Miss Grand (Provinsi)" untuk tahun pemerintahan mereka. Sayangnya sampai saat ini, hambatan budaya dalam kompetisi pakaian renang telah menghalangi beberapa negara, seperti negara-negara ultra konservatif dan Muslim, untuk berpartisipasi, sementara beberapa negara lainnya tidak dapat berpartisipasi karena kurangnya dana.
Format Kontes
Preliminary
Preliminary/malam pendahuluan merupakan salah satu sesi menjelang grand final yang dilakukan untuk menentukan peserta yang akan masuk ke tahap 20 besar, 10 besar, 5 besar dan pemenang.
Acara besar menjelang malam final seperti kompetisi baju renang diadakan secara terpisah namun kompetisi nasional kostum dan babak preliminary diadakan di tempat yang sama. Babak preliminary dan malam final ditayangkan secara langsung di YouTube Miss Grand International.
Di babak pertama peserta akan melakukan opening number (sesi di mana kontestan memperkenalkan diri mereka dengan menyebutkan negara asalnya) sambil membawakan Gaun Malam terbaik mereka kemudian dibabak kedua peserta akan menggunakan baju renang. Di kedua babak tersebut juri akan menentukan siapa yang akan mendapatkan penghargaan Best Evening Gown dan Best in Simsuit yang akan diumumkan saat malam final, serta penghargaan yang lainnya juga akan diumumkan saat malam final. Di kedua sesi ini juri juga akan memberikan poin-poin tambahan kepada peserta dengan mengumpulkan poin-poin sebelum dari beberapa tantangan dan wawancara tertutup yang dilakukan bersama pihak panitia dan presiden.
Penghargaan khusus diberikan kepada kontestan yang dinilai terbaik/banyak disukai oleh juri maupun berdasarkan voting dari bakat maupun penampilan terbaiknya diberbagai tantangan.
Daftar pemenang penghargaan khusus dalam kontes Miss Grand International
Sesi Pakaian Renang merupakan salah satu sesi yang di mana selalu diadakan di setiap kontes kecantikan, di sesi ini kontestan diminta untuk menggunakan pakaian renang sebagai menampilkan keindahan fisik pemakainya. Biasanya sesi ini sering diadakan di tepi pantai dengan bermacam macam gaya pakaian renang untuk setiap tahunnya.
Best National Costume
Sesi Nasional Kostum merupakan sesi di mana kontestan diharapkan dapat menampilkan sebuah kostum yang unik dan kreatif yang mewakili budaya maupun identitas dari negaranya. Biasanya nasional kostum dibawakan dengan mengangkat keindahan-keindahan dari flora, fauna, alam serta tarian, rumah adat, pakaian adat, makanan dll, yang dibuat oleh seseorang melalui karya seni kostum untuk dipresentasikan melalui sesi nasional kostum dalam kontes kecantikan.
Best Evening Gown
Sesi Gaun Malam merupakan sesi di mana kontestan memakai gaun malam yang anggun dan panjang sampai semata kaki atau hampir menyentuh lantai. Sesi ini pastinya dipakai di semua ajang kontes kecantikan biasanya kontestan akan memakai gaun malam terbaiknya di sesi Preliminary dan Malam Final. Penilaian berlangsung saat sesi Preliminary, kontestan yang membawakan Gaun malam terbaik di sesi Preliminary akan menjadi pemenang dan diumumkan saat malam final.
Miss Populer Vote
Di ajang Miss Grand International Miss Populer Vote adalah kegiatan yang dilakukan para penggemar untuk mem-voting atau memberikan sejumlah uang tunai kepada kontestan yang mereka sukai, sistem voting biasanya dilakukan oleh penggemar melalui situs website Miss Grand International, kontestan yang paling banyak mendapatkan voting berhak mendapatkan penghargaan Miss Populer Vote dan dapat melaju ke tahap 20 Besar, 10 besar bahkan 5 besar tanpa dipilih oleh juri.
Country's Power of the Year
Country's Power of the Year merupakan salah satu tantangan/penghargaan yang diberikan sejak tahun 2020 dalam kontes kecantikan Miss Grand International, tantangan ini dibuat untuk mengetahui kekuatan penggemar atau dukungan kontestan di negaranya, seluruh foto kontestan akan di-upload satu persatu di akun Instagram dan Facebook Miss Grand International, kontestan yang paling banyak mendapatkan like dan share akan memenangkan tantangan dan mendapatkan penghargaan, sehingga ia otomatis melaju ke babak 20 besar tanpa pilihan juri.
Best Social Media
Best Social Media merupakan salah satu penghargaan yang diberikan kepada peserta yang secara aktif melakukan promosi maupun membagikan aktivitas-aktivitas yang dilakukan peserta selama melakukan karantina di ajang kontes kecantikan Miss Grand International ke sosial media mereka masing-masing, tetapi penghargaan ini tidak diberikan setiap tahun.
Grand Voice Award
Grand Voice Award merupakan penghargaan baru yang diberikan pihak MGIO pada tahun 2023, peserta yang memiliki keterampilan bernyanyi bisa mengikuti tantangan ini, tantangan terbagi menjadi beberapa babak hingga nantinya peserta yang memiliki suara paling indah akan memenangkan tantangan ini dan mendapatkan penghargaan Grand Voice Award.
Wakil Indonesia
Sebelumya, warlaba lisensi nasional pertama kali dimiliki oleh Yayasan Puteri Indonesia (2013), El John Pageants (2014–2015) dan kemudian kembali lagi ke Yayasan Puteri Indonesia (2016–2017). Pada tahun (2018–2019), Nawat Itsaragrisil selaku presiden Miss Grand International memutuskan untuk membuat ajang tersendiri dengan nama Miss Grand Indonesia dengan menunjuk Yayasan Dharma Gantari sebagai pemegang lisensi nasional Miss Grand untuk Indonesia, pada tahun (2020-2022) lisensi Miss Grand Indonesia berpindah ke Yayasan Dunia Mega Bintang milik Ivan Gunawan, pada (2023-2024) ia mengganti nama ajang Miss Grand Indonesia menjadi Miss Mega Bintang Indonesia. Pada tahun 2025, lisensi Miss Grand Indonesia dipegang pemilik baru dari naungan Yayasan Mahadaya Kemilau Gemilang milik Jonathan Johanes Handoko.
Warna kunci
: Berakhir sebagai pemenang
: Berakhir sebagai Runner-up
: Berakhir sebagai finalis atau semi-finalis
: Berakhir sebagai pemenang penghargaan khusus
Tahun
Provinsi
Miss Grand Indonesia
Gelar Nasional
Posisi
Penghargaan
Miss Grand Indonesia di bawah naungan Yayasan Mahadaya Kemilau Gemilang
Diadakan pertama kali pada tahun 2013 dengan Janelee Chaparro dari Puerto Riko menjuarai kontes tersebut. Pada tahun 2015, Claire Elizabeth Parker dari Australia dinobatkan sebagai pemenang (awalnya adalah Runner-up 1), karena juara sebelumnya Anea Garcia dari Republik Dominika mengundurkan diri pada tanggal 24 Maret 2016, karena dianggap tidak menjalankan tugasnya dengan baik.[68][69]
Pada 22 Februari 2019, gelar Claire pun dicabut oleh pihak organisasi dikarenakan Claire akan mengikuti kontes Miss Universe Australia 2019,[70] sempat beredar isu bahwa Rattikorn Kunsom, Runner-up 4 dari Thailand mengatakan ia telah ditunjuk sebagai pemegang gelar terbaru (karena Runner-up 2 & 3 berasal dari negara yang sempat konflik dengan pihak organisasiMGI), tetapi hal ini belum dikonfirmasi oleh pihah organisasi MGI.
Pada edisi ke-9, tepatnya edisi 2021, Thuy Thuy Thuy Thuy Nguyen asal Vietnam, dinobatkan sebagai Miss Grand Internasional 2021, akan tetapi pada 2025 beliau terkena skandal penipuan sehingga gelarnya di copot dan tak adalagi kontrak di antara pihak MGI dan beliau.[71]
Pada edisi ke-11, edisi 2024, setelah malam penampilan Kostum Nasional pada tanggal 20 Oktober 2024, beredar video Thae Su Nyein, peserta dari Myanmar, yang menangis dibelakang panggung.
Thae yang awalnya akan membawakan busana berupa kereta kuda dengan bobot 200 Kg, tampil hanya membawa properti kudanya saja tanpa kereta.
Dalam "live streaming" pada 27 Oktober 2024, Thae mengungkapkan bahwa ia kecewa karena tidak bisa tampil maksimal, dan juga sorakan pendukungnya yang menyaksikan langsung, membuatnya semakin emosional.[72]
Selain itu, masih dari sesi "live streaming" yang sama, Thae juga menyebutkan kekecewaannya karena tidak bisa menjuarai penghargaan khusus "Best National Costume" karena salah satu kriteria pemenang berdasarkan vote, ia merasa sudah mendapatkan perolehan suara yang tinggi.
Dan juga untuk penghargaan "Country's Power of the Year", ia merasa harusnya ia yang terpilih, tetapi yang meraih predikat itu adalah Thailand.
Setelah malam grand final, beredar video Htoo Ant Lwin, Direktur Nasional untuk negara Myanmar, mengambil secara paksa mahkota dan selempang Thae yang meraih gelar Runner-up 2, kemudian tim dari Myanmar menggendong Thae dari lokasi acara.[73]
Thae menjelaskan bahwa Htoo Ant Lwin bukan membuang mahkota dan selempangnya, melainkan akan diserahkan kepada tim yang lain, karena Thae masih emosional dan juga busana malam yang dikenakannya kala itu cukup berat.
Htoo Ant Lwin menjelaskan bahwa ia akan mengembalikan gelar Runner-up 2 kepada Organisasi MGI.[74]
Namun Nawat Itsaragril, selaku presiden Organisasi MGI, menjelaskan pada 27 Oktober bahwa gelar "Runner-up 2" masih dipegang oleh Thae, dan berharap Thae masih akan kembali dengan gelarnya, karena Nawat merasa ini keinginan Direktur Nasionalnya, bukan kemauan Thae.
Dan jika Thae tidak bersedia, maka pada tahun ini hanya 9 Besar saja yang akan bertugas.[75][76]
Dan akhirnya pada 28 Oktober 2024, secara resmi gelar "Runner-up 2" dicabut oleh Organisasi MGI melalui pengumuman di akun resmi Instagram MGI.[77]
Beberapa waktu kemudian, Runner-up 3, Safie Kungelibge asal Prancis dibatalkan gelarnya oleh pihak MGI.
Pada bulan Mei 2025, Rachel Gupta, pemenang Miss Grand International 2024 asal India, mengundurkan diri dari jabatannya, karena merasa tertekan oleh pihak MGI, akhirnya gelar pemenang dilimpahkan kepada Runner-up 1, CJ Opiaza asal Filipina.