MembranMembran yang menyaring partikel bedasarkan ukurannya.
Membran adalah sebuah penghalang selektif. Membran memungkinkan beberapa hal tembus, sementara menghalang hal lainnya. Hal tersebut dapat berupa molekul, ion, atau partikel kecil lainnya. Membran secara umum dapat dikelompokkan menjadi membran sintetis dan membran biologis.[1] Contoh membran biologis adalah membran sel (tutupan luar sel atau organel yang memungkinkan beberapa komponen masuk ke dalam sel);[2]membran inti, yang menutupi inti sel; dan membran jaringan, seperti mukosa dan serosa. Membran sintetis dibuat oleh manusia untuk digunakan di laboratorium dan industri (seperti industri kimia).
Membran sebagai konsep telah diketahui sejak abad ke-18, namun tidak banyak digunakan di luar laboratorium hingga akhir Perang Dunia II. Pasokan air minum di Eropa telah sangat berkurang karena Perang Dunia, dan penyaring membran digunakan untuk menguji keamanan air minum. Namun, karena kurangnya keandalan, penerapan lambat, selektivitas yang kecil, serta harga yang mahal, membran tidak banyak dimanfaatkan. Penggunaan skala besar membran pertama adalah teknologi mikrofiltrasi dan ultrafiltrasi. Sejak 1980-an, proses-proses pemisahan tersebut, bersamaan denagn elektrodialisis, digunakan pada pabrik-pabrik besar.[3]
Tingkat selektivitas suatu membran ditentukan oleh ukuran porinya. Menurut ukuran porinya, membran dapat diklasifikasikan sebagai membran mikrofiltrasi (MF), ultrafiltrasi (UF), nanofiltrasi (NF) dan osmosis terbalik (RO).[4] Membran juga dapat memiliki ketebalan yang berbeda-beda, dengan struktur homogen atau heterogen. Membran juga dapat bermuatan atau netral, serta dapat memindahkan partikel secara aktif maupun pasif.
Referensi
↑Mulder, Marcel (1996). Basic principles of membrane technology (Edisi 2). Kluwer Academic: Springer. ISBN 978-0-7923-4248-9. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
↑Cheryan, M (1998). Ultrafiltration and Microfiltration Handbook. Lancaster, PA.: echonomic Publishing Co., Inc.